Friday, December 24, 2010

Dear Nite

dear nite..

apa kabarmu ?
maaf, aku hanya bisa memberimu sebuah doa di malam hari..
kita masih seperti dulu .. terpisah antara pagi dan sore..
kita masih seperti dulu .. berkilas hanya pada sebuah cahaya..
dan bertarung dengan gelap..

dear nite
engkau sangat setia selama ini..
bersemir pekat yang taburi bintang.. menahan gejolak raungan di hati..

dear nite
ini masih malam yang sama, malam yang dulu kamu bilang..
"semoga ada bintang jatuh ya tuhan.."
ini masih malam yang sama waktu kamu bilang ..
"hidup ini kita sendiri yang mengatur, bukan kamu, dia atau mereka.. tapi aku.. jiwaku"

dear nite..
apabila masih ada esok yang kamu tunggu.. sisakan satu untukku..

Friday, December 17, 2010

ketika kita ragu pada pilihan yang kita pilih...

01.22 - @gedung palma one lantai 9.. sehabis meeting dengan client untuk project akhir tahun. senilai 76 milyar rupiah.



suatu ketika saya pernah di tanya oleh seorang kawan,
"jim.. apakah kamu sudah merasa cukup ??"

sebenarnya pertanyaan itu sangat mudah karena tidak mendetail, tapi cukup rumit untuk di jawab karena kemana arah dari pertanyaan itu sangat luas, atau dengan kata lain universal. sungguh menjadi bingung untuk di jawab.

oke, rasanya saya ga cocok ngomong serius.. soalnya saya sendiri kenapa jadi ketawa-ketawa ini ketiknya. lepas dari pertanyaan itu .. saya pun segera meng-aplikasikan pertanyaan itu dengan pengalaman yang saya pernah lalui.. the stories begins

yg pertama ketika saya masih sekolah, saya pernah ditanya sama ayah saya:
"jim, kamu mau masuk sekolah favourit atau negeri biasa?"
saya jawab "paporit dunk pih.." saya jawab lantang, namun sebenarnya ragu karena saya pikir, SMA paporit yang saya mau masuki itu terkenal dengan sekolahnya para jenius. Dan, siapa saya? jenius engga.. Odouble+N ia(o2n) ..
dan benar sajah.. ketika kelas 1 nilai saya hancur semua.. matematika, fisika, biologis, kimia, dan semua mata pelajaran yang berhubungan dengan Angka-angka.

Dari pengalaman itu akhirnya saya mengambil hikmah:
"jangan memilih aku bila kau tak setiaa... " issshhhh bukan.. bukan itu..

"jangan memanggul bulan, bila air laut tak habis kau minum" yang artinya jangan memilih sesuatu yang berlebih yang kadang tidak sanggup untuk kita lakukan untuk memulainya.

lalu apa yang kita lakukan kalau kita terlambat karena sudah memilihnya?
pilihannya hanya dua, lanjutkan dengan tekad dan pendirian teguh dan optimis bahwa pilihan yang kamu pilih tepat, atau mundur sebelum yang kokoh berubah menjadi arang hitam dan hancur menjadi abu.

ya saya tahu berbicara gampang, tapi saya sudah membuktikannya. karena jiwa saya termasuk orang yang mempunyai prinsip "jangan pulang sebelum menang berperang" akhirnya saya memilih opsi pertama. dan syukurnya kelas 2 dan 3 saya rangking terus walau dibawah 5..
dah lulus dengan nilai yang baik.

pilihan itu ada baik dan ada buruk, ada bermanfaat ada yang tidak, ada yang berat ada yang gampang. namun 1 jangan ragu untuk memilih sesuatu yang ada di dalam hati kita.