Sunday, February 27, 2011

gara-gara chemistry.. (surat kepada para pecinta naiya)

Surat kepada para pencinta Naiya
( A letter to all naiya Lover)



"untukmu yang jatuh cinta dengan Naiya, dan benar-benar ini menjadi kekasihnya, akan kuberi saran kepadamu, ada 12 cara untuk mencintai naiya,

pertama, Don't show off your love with word. maksudnya, jangan tunjukan sayang kamu dengan kata-kata, karena semakin kamu mengungkapkan cintamu, naiya akan semakin membuatmu membencinya.

kedua, jangan paksa kehendakmu kepadanya. dia tidak suka di paksa, namun pada kondisi tertentu jika memang sudah menjadi kebutuhannya paksa dia, karena naiya juga punya sifat pemalu yang tidak mau terlihat "gampangan".

ketiga, buat dia selalu tertawa. jangan pernah buat dia menjadi sedih atau murung. senyum adalah hidupnya, maka buatlah dia selalu tersenyum. bila kamu berada disisinya, usahakan untuk membuatnya melepaskan beban hidupnya. bila kamu benar-benar mencintainya, buat dia ceria, buat dia agar membuat setiap detik hidup ini menjadi lebih berwarna.

keempat, serahkan tanganmu, lengan, atau bagian tubuhmu untuk di cubit olehnya. mungkin cubitannya terasa sakit, dan benar-benar sakit bila dia memakai emosi jahatnya ketika mencubitmu. tapi sakit itu lebih kecil daripada harus sakit kehilangan dirinya. asal kamu tahu, lebih sakit kehilangan naiya, karena begitu besar sakit yang dirasakan, serasa sakit itu menusuk tepat di jantungmu.

kelima, dengarkan apa yang dia katakan. lihat luapan emosi bicaranya. buat dia merasa nyaman untuk menceritakan apa yang terjadi. berikan semangat untukmu bertanya, dan rasakan setiap detil cerita yang dia katakan. dia membutuhkan seorang pendengar yang baik dan dapat berkomunikasi dengan matanya .

keenam, berikan bantuan tanpa harus di katakan olehnya. berikan perhatian yang cukup. mengerti kondisi ketika dirinya harus membutuhkan perhatian dan juga bantuan. karena dia sangat menghargai orang yang sayang pada dirinya, tapi ingat berikan perhatian yang cukup tanpa berlebih, karena naiya tidak menyukai hal yang berlebih.

ketujuh, jadilah "HERO" untuknya. jadilah seseorang yang ada ketika naiya membutuhkanmu. ketika cinta itu adalah mandiri, berikan kesempatan untuk naiya dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. namun ketika terlihat usaha itu sia-sia atau bahkan dapat menjadi lebih buruk, maka berikan bantuanmu dan berupaya lebih keras untuk mencari jalan keluarnya.

kedelapan, bersiaplah untuk dapat membantunya pulang kerumahnya. orang-orang yang paling dia sayang di dunia ini adalah keluarganya. jadi berusahalah membantunya agar bisa bertemu dengan orangtuanya. jangan mengeluh pada jarak jauh yang kamu tempuh untuk membantunya, tapi tanyakan padanya berapa kali sudah mamah-nya pulang pergi berangkat dan pulang kerja, dengan menempuh jarak yang sama.

kesembilan, siapkan mental-mu, karena naiya paling bisa membuat hati pria menjadi cemburu, dalam sekejap dia dapat membuat seseorang berubah 180 derajat seketika. dia kadang sengaja memancing sifat buruk seseorang, memancing sisi negatif seseorang. dan karena dia bukan tipe seseorang yang mempercayai cinta, maka siap-siaplah mendapatkan "test" darinya.

kesepuluh, bila kamu mencintainya, bersiaplah, jadilah seseorang sebagai berikut :
- jadilah seorang kakak yang bersedia membantu pekerjaan-nya. naiya adalah seorang perfeksionis dan bertanggung pada pekerjaannya. maka, jadikan itu pacuan untuk dapat membantu menyelesaikan pekerjaannya. baik pekerjaan dirimu atau pekerjaan dirinya.
- jadilah seorang sahabat untuknya., berikan perhatianmu untuk setiap curahan hati yang dia sampaikan, jadilah seorang sahabat yang benar-benar mengerti karakternya. jadilah sahabat yang dapat menjaganya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. jadilah tameng untuknya dari gosip-gosip
- jadilah teman besarnya, mengertilah setiap imajinasi yang dia keluarkan. naiya seorang yang mempunyai imajinasi tinggi. maka, mengertilah tentang imajinasi yang dia sampaikan, buat dia merasa mendapatkan seorang teman yang mengerti imajinasinya.
- jadilah seorang kakak baginya ketika dia membutuhkan perhatian lebih dari seorang kakak laki-lakinya, walaupun dia telah menjadi seorang wanita dewasa, tapi ada sisi dimana dia membutuhkan sebuah kehangatan dan kenyamanan seorang kakak laki.

kesebelas, jangan pernah berharap untuk mendapatkan cintanya, karena baginya dekat dengan seseorang bukan berarti orang itu membuatnya merasakan jatuh cinta, tapi naiya dapat merasakan kenyamanan. entah kenyamanan sebagai seorang sahabat, kakak, atau kenyamanan yang memang tanpa sebab. jangan pernah berharap cepat, karena proses membuat dia nyaman saja membutuhkan waktu yang sangat lama.

keduabelas, bersiaplah patah hati, bersiaplah untuk berlinang air mata. karena naiya akan membuat dirimu patah hati, karena naiya dapat membuatmu bersedih melebihi kesedihanmu terhadap hidup sendiri. siapkan mental dan juga lem yang banyak, karena dalam 1 bulan kamu akan merasakan belasan kali patah hati, lem lah hatimu ketika mulai retak. rekatkan kembali hatimu ketika mulai patah. dan siapkan senyuman yang tegar, senyuman yang dapat mengalihkan perhatian bahwa tidak terjadi apa-apa, padahal di dalam dirimu, hatimu hancur berkeping-keping. kumpulkan kembali serpihan hatimu, bila semua itu datang. yakinlah mencintainya bukan sesuatu yang sia-sia, walau sudah banyak hatimu disakiti olehnya.


Friday, February 18, 2011

gara-gara chemistry.. 3

Chapter 3

Destiny, Fake, or False?
(Takdir, Kepalsuan, Atau Kesalahan)



"you know what, what i am doing everything is just for you. i don't wanna you hurt because me.. i don't wanna you get foult, i am just wanna you can do your best, and get your dream become reality. kamu tahu, aku jaga kamu agar mereka tidak benci sama kamu, aku jaga kamu agar kamu tetap baik2 saja tanpa ada celaa
n dari siapapun, and you know what? i wanna tell you, what i am feel, i guest, i am falling in love with you... but it just for tonight. only for tonight. jadi aku harap kamu mengerti, jadi mari kita simpan baik-baik cinta ini, dalam 1 kotak di dalam hati kita. kita tutup rapat, kita kunci, dan kita jaga agar jangan dibuka sampai kita tahu bahwa ini sudah menjadi takdir kita, and only just we are that knows about our heart each other."


Dari sejak kecil aku tidak pernah percaya dengan yang namanya takdir. aku hanya percaya bahwa setiap detik yang aku lakukan itu dipengaruhi oleh sebab dan akibat, dimana semua yang aku lakukan hanyalah sebuah logika berjalan berdasarkan realita. aku tidak percaya dengan yang namanya dongeng, atau kisah cinta pangeran kodok atau putri salju. seperti pria-pria pada umumnya, bisa di bilang aku cuma seorang pria yang belum benar-benar dewasa, masih berfikir sesuka hati dan berbuat semaunya. Bagiku tidak ada cerita di mulai dengan kata alkisah, semua dimulai dari angka 0, semua bermula pada apa yang kita mau. seperti novelnya Pramoedya Ananta Toer di novel "jejak langkah" dia menulis "sebuah cerita hanya bertanda titik dan koma di akhirnya, maka bila setiap cerita dimulai dengan tanda itu, anda bukanlah seorang yang rasionalis".

Aku ini aneh, benar-benar aneh. entah apa yang sudah terjadi padaku, sepertinya pemikiranku ini sudah melenceng jauh dari prinsip hidupku. ketika aku bangun dari tidur-tidurku, aku merasakan sesuatu yang berbeda. pagiku lebih bersemangat di setiap kubuka mata, bangun dari tidurku .aku merasa ada yang berbeda dengan diriku. aku merasa seperti sedang jatuh cinta. iya benar jatuh cinta. ah tidak, tidak mungkin aku bisa jatuh cinta secepat ini. aku ini pria yang berfikir logis, rasional. tidak percaya takdir. ini mungkin karena aku sering bertemu dengan Naiya. Ah, gara-gara hanya ada rasa chemistry saja aku langsung jatuh cinta. tidak mungkin. hatiku bergejolak dan terus berkata seperti itu. Sudahlah yang kemarin-kemarin itu hanya kebetulan. pikiranku menolak.

"kak nanda, bengong ajah, kakak sakit?" tanya naiya kepadaku sambil menepuk pundakku.
aku tersentak kaget. ternyata sedari tadi aku sedang melamun kearah jendela. dan aku ga sadar naiya sedari tadi melihatku di balik sekat yang memisahkan kami.
"ah engga kok nay.. biasa saya suka diam sendiri, lagi mikir ajah" jawabku santai.
"oh gitu, kakak aneh ya suka diam sendiri, sambil mikirin aku ya kak.. hahaha ngarep.. " ucap naiya sambil tertawa. sepertinya dia berusaha membuatku tersenyum. aku hanya membalas ucapannya dengan senyum pula, aku tahu dia bercanda, padahal sebenarnya yang dia katakan sebenarnya benar. aku ga berharap dia tahu tentang hati aku, tapi jujur saja aku ingin dia tahu bahwa aku mulai menyukai dia. entah kapan itu bermula, yang pasti sudah berjalan menurut alur kosmik data konstalisasi alam.
Proyek Penelitian Pengembangan pun di mulai, sudah 3 minggu berjalan. menurut info yang ada, banyak kendala yang terjadi di lapangan, dimana penelitian yang dilakukan bentrok dengan kesalahpa
haman antara pengembangan jembatan yang di lakukan aparat daerah setempat dengan pengelola pengembangan pertambangan di daerah itu. oleh karenanya dari kantor mengirimkan 2 orang untuk meneliti lebih lanjut apa yang terjadi disana.

Entah ini sudah menjadi bagian dari takdir, suatu kebetulan atau memang sudah menjadi logika berjalan yang memang seharusnya. karena yang di tugaskan oleh kantor untuk di kirim ke lapangan hanya aku dan naiya. ya hanya kami berdua, Naiya sebagai peneliti lapangan di bagian riset dan pengembangan ekologi alam, sedangkan aku lebih ke arah sistematika dan teknis perencananaan pembangunan. jadi bila disebutkan secara lebih mudah, aku adalah bagian "penghancuran" yang menghancurkan sesuatu demi kesejahteraan bersama, naiya bagian "perbaikan" untuk menghasilkan ekologi baru dan menatanya kembali menjadi kebutuhan bersama.


***



Tahun Baru Terbaik

Hujan merintik menampilkan gerimis yang sedu. membasahi jalan utama di samping stasiun gambir. Malam ini kian dingin menusuk selepas hujan semenjak tadi sore. kulihat jalanan agak lenggang, namun di lapangan sana banyak sekali orang-orang berkumpul, dengan hiasan lampu-lampu taman kota yang berwarna warni. malam tahun baru, itulah suasana yang terlihat di sekitarku, tidak terasa sudah pergantian tahun, dan disaat tahun baru ini aku masih saja di sibukan oleh kewajiban untuk perkerjaan, dimana biasanya orang-orang biasa merayakan tahun baru ini dengan teman, sahabat, pacar, atau dengan keluarga mereka, aku malah berangkat keluar kota. tapi ini lebih baik menurutku, daripada aku hanya berdiam berdiri melihat sebuah cerminan keluarga bahagia yang utuh di malam tahun baru ini, iya benar, sebuah keluarga. sesuatu yang belum pernah aku rasakan sejak aku masih kecil.

Di antara sudut lampu perpilar besi berwarna coklat aku berdiri menunggu naiya. kulihat arlojiku, sudah pukul sembilan lewat 24 menit, tapi naiya belum menampakan kehadirannya. padahal kereta akan berangkat pukul 10.15. Sedikit gelisah terjadi di benakku, sms yang kukirim tidak dibalas olehnya. aku coba untuk menelepon, sayang tidak ada jawaban. dan ketika menit-menit berlalu malah membuatku agak panik, 15 menit lagi kereta akan berangkat. suara desis kereta terdengar, di iringi suara mesin generator kereta mulai di nyalakan. kulihat kembali arlojiku dan melihat ke arah jam besar yang berada tepat diatas stasiun, aku tahu waktu dan angka-angka-nya tetap sama tidak mungkin berbeda, tapi bodohnya tetap aku lakukan, aku cocokan waktu di arlojiku dengan jam besar di dinding stasiun.
Aku pun segera berharap agar dapat meyakinkan diri sendiri bahwa aku tidak sia-sia menunggu gadis ini, tiba-tiba sebuah taksi berwarna biru berhenti tepat di depanku, tak lama kulihat naiya keluar dari taksi dengan tas backpacker coklat beserta senyuman khasnya. entah karena aku masih tertegun bingung, atau memang aku-nya yang tidak sadar, tiba-tiba tanganku digapainya dan menarikku masuk kedalam stasiun kereta itu, untuk bergegas menuju arah pintu masuk.

Pukul 10.15, kereta pun bersiap-siap untuk bergerak, speaker-speaker stasiun mengalunkan pengumuman bahwa kereta segera berangkat, untung kami sudah masuk kedalamnya untuk mencari tempat duduk. malam itu agak sepi, mungkin karena memang suasana tahun baru, jadi tidak banyak yang penumpang yang naik. beberapa dari kebanyakan penumpang memang seusiaku. yang memilih untuk pergi berlibur dengan naik kereta. naiya segera memilih bangku untuk kami duduki, dia memilih tempat duduk paling ujung dekat jendela. katanya dia ingin melihat suasana tahun baru ini dari balik jendela.

aku mengerti, mungkin ini pertama kalinya malam tahun baru, yang dia rasakan sendiri jauh dari keluarga, teman-teman dan orang terkasih, gadis ini malah duduk disampingku, orang yang baru di kenalnya dalam hitungan minggu, dan menuju tempat kami akan berdinas. aku berusaha untuk diam saja. mencoba menetralkan kondisi dan suasana, walaupun aku sendiri masih tidak menyangka bahwa aku sudah berada di dalam kereta, satu bangku dengan dia, bersebelahan, tanpa ada sekat yang memisahkan kami. sungguh masih belum bisa aku percaya.

"kak, lihat deh di luar sana macet banget. tahu gag ? tadi aku marah-marah sama supir, masa ngajak aku jalan-jalan muter-muter gara-gara jalanan di tutup semua, ah pengen gebuk tuh si supir, tapi sayang udah tua kasian,, hehehe.." ucap naiya dengan awal menggebu, namun lunak di akhir.
"ya udah sabar, namanya juga tahun baru, dimana-mana macet" ucapku menenangkannya.
tak lama kereta berjalan perlahan. meninggalkan stasiun kereta.
"hoaammm... aku ngantuk kak" ucap naiya sambil berusaha menutup mulutnya reflek dari mengantuk. aku lihat memang sepertinya hari ini cukup melelahkan baginya. mungkin karena tadi pagi harus lembur di kantor, dan mengerjakan laporan-laporan terlebih dahulu, dan memasukan semua dokument penting kedalam box-box setiap propinsi yang sudah di teliti. Untungnya hari ini aku sudah membantu dia, membagi setiap box yang ada, dan mengatur box-box itu agar dapat mudah di hitung.

"biar ga ngantuk gimana kalau kita main tebak-tebakan?" tanya naiya mengalihkan perhatianku. aku hanya mengangguk setuju.
"ya udah kakak duluan tanya aku..? ayo kak tanya?" lanjutnya
aku berfikir, ada-ada saja ini anak malam-malam begini main tebak-tebakan. sudah akhirnya aku mengikuti apa yang dia mau juga pada akhirnya..
"kenapa kodok kalau lewat rel harus lompat?" aku bertanya
"hhmmm.. karena dia suka lompat?" ucapnya, aku mengeleng
"hmmm.. karena dia emang bisanya lompat?", aku masih menggeleng
"ah aku nyerah kenapa ?" ucapnya menyerah, "karena kalau muter dulu jauh, jadi harus lompat ajah biar cepet" jawabku.
"hahaha.. idih jawabannya, ah ga mau .. jawabannya aneh.. kakak tanya lagi kali ini musti bener jawabannya, paling engga lucu" seru naiya. haduh anak ini banyak maunya, pikirku. aku berfikir keras, karena aku belum punya pertanyaan selanjutnya.
"kenapa dinamakan nasi goreng..??" aku bertanya lagi.
"ya karena di goreng.. ?" jawab naiya, aku menggeleng
"hmmm,,, karena emang di goreng.. kalau di rebus yang dinamakan nasi rebus.. eh.. ya gitu deh.. nyerah deh kak.." ucapnya tak bersemangat.
"karena dina pengen.." jawabku.
keadaan diam, kulihat naiya berfikir sambil melihat kearahku. 5 detik kemudian dia tertawa.baru menyadari maksud pertanyaanku. dia menepuk pundakku.
"ok ok .. giliranku yak kak.. hmmmm" ucap naiya sambil berfikir, kulihat bola matanya yang indah itu mengarahkan sudut pandangannya keatas langit2 kereta.
"ok.. vila vila apa yang indah ??" tanyanya..
"vila kuingat, senyum manis mu... " jawabku sambil memainkan nada sebuah musik dari grup musik lingua. naiya geleng dan berkata bukan itu jawabannya. aku berfikir keras, namun sepertinya aku lebih suka memandang wajahnya yang lugu itu sambil menunggu aku memberikan jawaban dari pertanyaannya, daripada harus mencari jawabannya. aku berkata menyerah akhirnya karena jawaban yang kusebut salah terus.
"ah kakak payah, jawabannya .. vilangi vilangi alangkah indahmu.. " ucap naiya, serentak kamipun tertawa terbahak-bahak. permainan tebak-tebakan berlanjut hingga ke pertanyaan bunga2 apa yang paling besar, hingga main 3 jari, jempol telunjuk dan kelingking.

aku lihat naiya mulai kedinginan, AC di kereta ini memang terasa sangat dingin, mungkin karena efek dari kurangnya penumpang juga. akhirnya kupinjamkan jaketku untuknya, tadinya naiya menolaknya, namun setelah aku paksa akhirnya dia menerimanya, tak sengaja aku sentuh telapak tangannya, dingin ternyata. benar-benar dingin. akupun berusaha agar membuatnya tetap hangat dengan kututupi tubuhnya dengan jaket, dah aku usap telapak tangannya agar tidak dingin seperti ini. kulihat dia mulai mengantuk, namun dia mencoba membuat permainan baru, dengan berkata

"sudah sampai kak? sudah ? belum? sudah sampai belum? " ah benar-benar cerewet gadis ini. ini yang membuat aku selalu tersenyum bila di dekatnya. senang sekali begurau. arlojiku menunjukan pukul 23.59 dan pesta tahun baru malam ini sudah mencapai puncaknya. dah terlihat di balik jendela pemandangan luar biasa, kembang api dimana-mana, menemani sang bintang dan bulan dengan hiasan kerlipan ledakan kembang api yang berwarna-warni. kami tertegun sejenak melihat arah jendela luar.
sesekali naiya melihatku, memastikan diriku untuk melihat ini semua. sungguh indah malam ini, penuh nuansa seru dan menyenangkan. aku kira aku menemani gadis yang sedang murung karena harus pergi di malam tahun baru ini keluar kota. namun anehnya justru karena naiya lah yang membuat malam ku menjadi lebih berarti. penuh kenangan. dan gadis ini semakin membuat hatiku semakin bergetar dan menimbulkan efek rasa sayang. tak lama gadis ini mulai mengantuk, dia menadahkan kepalanya kearah pundakku, meminjam bahuku.
"aku pinjam bahunya ya kak, aku mengantuk" tanyanya kepadaku. lalu aku senderkan kepalanya di bahuku, dan membuatnya nyaman. sedikit-sedikit aku usap rambutnya yang tertata menyamping, dan wangi salah satu sampho wanita yang aku suka. benar-benar wangi.
tak lama naiya tertidur pulas di bahuku. dan aku masih sadar, segara ku mengalihkan perhatian mataku ke arah luar jendela. malam ini aku benar-benar bahagia, aku dapat menjaga seorang gadis lucu dan menggugah rasa di hatiku.




Wednesday, February 16, 2011

gara-gara chemistry.. 2

Chapter 2

Remedy
Love at First Sign
And gone in first sign



“Kamu tahu apa artinya cinta, cinta adalah membiarkan orang yang kamu sayang itu mandiri, cinta membiarkan orang kamu sayang dapat bertahan di segala situasi, cinta adalah dapat menjaga orang yang kamu sayang hanya dengan mengetahui dia baik2 saja, cinta tanpa harus berkata, dia tahu kamu sayang dia, cinta adalah kepercayaan antar sesama, dan asal kamu tahu cinta itu bukan harus memiliki secara fisik, tapi hati”.



Love at first sign, penalaranku tentang hal itu ternyata terpatahkan. Aku kira Cuma hanya ada di sebuah cerita romantis adegan adegan film-film yang dimana pemeran utamanya jatuh cinta pada sang gadis, hanya dalam sekali pandang. Yang aku tahu cinta itu butuh waktu, butuh pengalaman, dan butuh upaya, tapi ternyata cinta mengalahkan logika. Ternyata kita bisa jatuh cinta dengan seseorang hanya dengan pandangan pertama. Ya, engga pertama-tama banget sih, tapi kadang tanpa kita sadari kita benar-benar menyukai orang itu dari dalam hati.

Semua ini terjadi padaku ketika aku mengenal Naiya, awalnya aku kira dia Cuma seorang gadis rumahan biasa yang belum punya pengalaman apa-apa. Tapi seiringnya waktu berjalan dengan cepatnya, ternyata aku menemukan cinta pertamaku dengannya. Dengan seorang gadis yang benar-benar tidak kusangka aku akan jatuh cinta padanya dalam kurun waktu sekejap.


Hari ini aku mengantar gadis itu untuk membeli peralatan scooping dan pemetaan, karena minggu depan tim kami akan mengadakan penelitian lapangan dalam rangka pembangunan jembatan yang menghubungkan 2 kabupaten. Di daerah Cinangka Jawa Barat. Mau ga mau aku harus berinteraksi dengannya.

“Nala, benar kan nama kamu Nala ?” tanyaku, basa-basi. #Pertanyaan awal yang bodoh.
“Bukan kak, Naiya, Kayla Naiya. Ada apa kak ?” jawab gadis tangkas di iringi dengan senyuman khasnya yang cantik.
Aku terdiam, aku bingung. Inilah jadinya kalau berani mengambil satu langkah tanpa memikirkan strateginya seperti apa.
“Oh Naiya, maaf yak aku agak lupa nama kamu. Oia nama aku..”
“nanda kan?, kakak namanya nanda” potong Naiya, mengejutkan.
Aku hanya bisa membalas dengan senyuman Karena terkejut dia bisa tahu nama aku. Tapi lepas dari ke-terkejutan aku, aku memberi tahunya bahwa hari ini aku kan mengantar dia membeli peralatan scooping dan draft peta, karena aku pernah berpengalaman membeli peralatan-peralatan itu. Diakhir pembicaraan akupun kembali ke mejaku, namun terlintas di pikiranku bagaimana caranya menghubungi gadis itu. Nanti bagaimana aku bisa berkomunikasi dengan dia bila aku sendiri ga tahu nomor teleponnya, masa harus kirim surat seperti jaman RA. Kartini tempoe doeloe. Aku pun bergegas kembali kearah Naiya. Terlihat Naiya masih duduk di tempatnya dan sambil memegang Handphonenya.
“Naiya …” sahutku memanggilnya
“iya kak, kenapa kak ?” jawab Naiya, dengan wajahnya yang mengarahkan pandangan matanya kearahku. Hey nanda, ini kenapa jadi grogi kaya gini. Melihat mata gadis ini aja ga berani? Seru hatiku berbicara. Aku sendiri jadi aneh, kenapa tiba-tiba aku merasa canggung. Padahal niatnya hanya ingin tahu nomor telpnya saja. Bukankah itu hal yang biasa, bila kita meminta nomor telepon antar sesama rekan kerja. Akhirnya, dengan spontan aku berkata,
“Naiya, berapa nomor pin BB kamu?” tanyaku yang jelas-jelas aku lihat sendiri dia tidak memegang handphone yang bertipe sama denganku. Hanya sebuah telephone genggam biasa bertipe touchscreen.
Bodoh..! hatiku berseru.
Di depanku terlihat Naiya masih bingung kearahku, sesekali memandang handphonenya. Lalu kami pun tersenyum bersama-sama.
“kakak, ini sedang mengejek yak? Handphone ku ga ada nomor pinnya, ga bisa bbm-an” ucap gadis itu berusaha menahan tawanya dengan senyumnya.
“Engga, sorry maksud aku nomor telepon kamu Naiya. Biar nanti kalau ada apa-apa bisa menghubungi kamu lebih mudah, atau mungkin nanti aku bisa telepon kamu kalau aku butuh bantuan, eh engga maksud aku kamu yang butuh bantuan aku bisa tahu ini dari kamu” ucapku kepadanya dengan nada canggung. Benar-benar belum berpengalaman nih untuk berkenalan dengan seorang wanita, sungguh tidak professional (_ _”).

****


Magnetismo

siang ini terik matahari terus menyinari kami. kami berdua masih berada di bawah atap halte bis yang berada tepat di depan kantor kami. aku lihat Naiya tidak keberatan bila kami naik angkutan umum atau taksi. jujur saja aku memang tidak bisa menyetir kendaraan roda 4. atau mungkin lebih tepatnya belum bisa, dan belum berani. taksi yang lewat kebanyakan penuh semua, karena memang saat itu jam makan siang, jadi kami harus berebutan untuk menaikinya. aku agak kasian dengan Naiya, panas terik matahari ini menyilaukan matanya, sesaat wajahnya di teduhi oleh tangan kanannya demi menangkis kilauan sinar sang mentari. namun akhirnya kami-pun mendapatkan taksi, namun tidak seperti yang kami harapkan. taksinya agak kurang nyaman. mungkin karena usia taksi yang kami naiki sudah berumur. tapi tak apalah yang penting Naiya tidak kepanasan lagi. dan kami tetap bisa pergi membeli peralatan.

Naiya memang orang yang sangat detail, dia memperhatikan setiap aku membeli peralatan. dari mulai harga, tipe barang, merek maupun toko mana yang bisa ditawarpun di perhatikan olehnya. Naiya juga bukan tipe gadis yang biasanya, dia mempunyai semangat. dia mengikuti kemana pun aku berjalan. berputar-putar mengitari gedung pertokoan yang berada di daerah gogrol tersebut. anehnya, setiap kali aku berpaling ke arah wajahnya, pasti di balasnya dengan senyuman. senyuman kecil. jujur saja, akibat senyumannya, aku pun merasa lebih bersemangat.

setelah hari-hari itu kami kian dekat, Naiya mulai bisa membuka diri dengan aku. dan aku pun dapat membuka diri aku secara personal ke Naiya, dari mulai cerita-cerita pengalaman hidup, hingga curhat-curhat tentang kehidupan pribadi. Bagiku Naiya bukan hanya sekedar teman atau rekan kerja, dia seperti seorang yang tahu dan mengenal diriku daripada orang lain. dan setiap kali aku berbicara dengannya aku merasa sangat nyaman. entah bagaimana bisa, namun aku suka sekali dengan nada suaranya "sunda" banget. plus senyumannya yang tidak bisa aku lupakan.

kedekatan kami pun di iringi dengan masalah-masalah yang timbul di dalam pekerjaan kami. jujur beberapa hari sebelum penelitian di mulai, tim kami di terjang oleh berbagai masalah. terutama masalah intern, dari mulai persediaan barang atau alat-alat yang dibutuhkan, hingga ke sumber daya manusianya. banyak pekerjaan yang aku rangkap. hingga dari hal tersebut membuat aku dan Naiya semakin dekat. Naiya memang seperti sebuah magnet, magnet yang dapat membuat setiap besi dapat menempel, dan berusaha untuk menyentuhnya. dan anehnya sepertinya aku merasa menjadi seonggok besi yang terpedaya untuk menempel di sebuah magnet. Ternyata hal ini tidak rasakan oleh aku sendiri, diam-diam beberapa rekan kerja aku juga merasakan hal yang sama. Naiya memang tipe gadis yang supel, dan seperti yang aku bilang sebelumnya. gadis seperti itulah yang benar-benar membuat aku merasa lebih bersemangat, dan menjadi titik awal aku jatuh cinta kepadanya.

##

Friday, February 4, 2011

gara-gara chemistry..

Menulis ketika ter-jatuh di planet yang di penuhi dengan lambang cinta .. akibat terombang ambing oleh dasyatnya badai Venus Limbian, dan duduk menghinggap diantara 3 buah bulan saturnus dan diantara ribuan bintang yang bertabur malam ini. tercipta untuk 1 bintang disana..




Chapter I

Awal Bertemu



Pagi ini seperti biasa, aku melanjutkan langkahku untuk memulai hari dengan kepenatan dan kepadatan ibu kota Jakarta. Bus kota pagi ini penuh sesak, mungkin ini terjadi karena aku kesiangan, ah aku memang selalu kesiangan. orang-orang disekitarku sudah mengenal nama tengahku "si telat" daripada nama asliku. Oia.. Namaku Nanda, Putra Nanda. Aku asli Bandung, namun setelah kepergian ibuku 7 tahun yang lalu ketika masih kelas 3 SMP, aku pindah ke Jakarta.

Di Jakarta aku tinggal bersama pamanku bukan dengan ayah, karena sebelum ibuku pergi untuk selamanya, mereka sudah bercerai. Akupun tidak mengetahui dimana ayahku tinggal sekarang. setelah lulus SMA aku mencoba hidup mandiri, dengan bekerja di sebuah toko dan ngekost di daerah kemang, dan hingga akhirnya aku lulus kuliah pun aku masih hidup mandiri. walaupun dengan nilai seadanya dan lulus dari kampus swasta biasa.

Aku sekarang bekerja sebagai Junior Inspector Environment disebuah perusahaan pertambangan. Aneh memang jika posisi yang aku tepati sekarang ini, bila di ukur dari tingkat formalitas pendidikan yang aku ikuti, aku kuliah di jurusan manajemen akutansi. namun pekerjaan yang aku ikuti malah lebih mengacu ke arah teknik.

"nanda, kamu kesiangan lagi...??" Suara berat berirama tegas pak irwan menegurku sesampainya aku di kantor.
"iyah pak macet pak, maklum bisnya telat mulu.." sahutku menjawab pertanyaan yang sebenarnya sudah ribuan kali aku pakai untuk menjadi tameng alasan disaat-saat seperti ini."bus yang telat". Aneh ya. Tak lama aku pun beraktifitas seperti biasa. Namun ada yang tidak biasa hari itu, sekilas aku melihat sosok seorang gadis dari arah kejauhan dari meja aku, dengan membawa sebuah map hijau, apakah calon pegawai baru?? tapi kok pakaiannya seperti mau kuliah?? ah sudah lah.

1 jam sebelum makan siang, pak irwan datang ke arah tim kami dengan seorang gadis yang kalau tidak salah aku lihat tadi, dengan memegang map berwarna hijau.
"saya perkenalkan ini anggota tim baru kita, namanya mba Kayla, Kayla Naya nama lengkapnya jadi tolong bantu mba nayla ini yak" seru pak irwan. yang memperkenalkan pegawai baru untuk tim kami, entah apa saja yang pak irwan bicarakan namun aku hanya mendengar sekilas-sekilas, yang terakhir aku dengar, pegawai baru bernama nayla itu lulusan salah satu universitas negeri terkenal. Silakan mba nayla anda duduk disebelah sana yak.. " ujar pak irwan sambil menunjuk sebuah bangku kosong yang berada persisi di depan mejaku. hanya terpisah oleh 1 sekat.

Tadinya aku tidak berniat untuk melihat ke arah pak irwan, yang datang bersama gadis itu, hanya sekilas saja ketika beliau berbicara di depan tim. lama-lama aku penasaran, seperti apa sih orangnya .. lalu aku pun berdiri untuk melihat si-gadis yang di bicarakan, namun yang anoupiku lirik hanya sebuah bangku kosong yang harusnya di tempati oleh gadis baru itu. Kemana si perginya gadis itu? ya entahlah, lalu akupun pergi meninggalkan ruangan untuk mencari udara sejenak, tapi ternyata aku melihat si gadis baru itu berada di depan lorong menuju rungan lain, dan aku mendengar ia bertanya kepada satpam yang berada di lobi lantai kami.

"pak, maaf toilet di sebelah mana ya?" ucap gadis itu halus, sepertinya dengan logat sunda.
aku mencoba melihat lebih dekat lagi ke arah gadis itu, ternyata dari dekat gadis itu cukup cantik, hidungnya mancung, wajah putih bersinar, dengan sorot mata yang tajam. cukup menarik, manis, kecantikan yang sederhana. mungkin itu tepatnya. gadis itu cukup lucu, dengan dandanan perpaduan warna mencolok yaitu atasan hijau hitam dan celana jeans pensil warna cream. dan sepatu berwarna merah. Gadis itu berjalan kearah lorong toilet dengan mimik wajah bingung, dan tiba-tiba tertawa bahagia cuma karena menemukan toilet untuk wanita. memberikan kesan pertama ternyata gadis ini.. lucu.

****

Day's Two

Hari kedua ini aku masuk lebih pagi, karena hari ini aku harus mengerjakan draft sketsa gambar yang di minta sama pak irwan untuk jam 10, makanya tumben2 aku dikantor jam 7,30. Kantor sepi, ah cuma aku saja yang masuk.. pikirku. namun dibalik sisi mejaku aku melihat sebuah tas berwarna merah dan botol minum berwarna biru muda. hey... ?? ada yang lebih pagi dari aku??
"met pagi.." suara lirih gadis baru itu menyapa
aku tertegun.. wow.. ternyata gadis ini cantik juga, dengan baju terusan berwarna coklat tangan panjang dan dengan celana bahan panjang, serta sisir samping rambutnya yang hanya sebahu. yang lebih membuat aku terpana adalah senyumnya, senyumnya begitu cantik, benar-benar membuat degup jantungku bergetar pelan.
"pagi.." sahutku.. hanya kata itu yang terbesit di pikiranku. 1 menit 2 menit.. "HEY.. di depanmu ini ada gadis cantik.. bicaralah dengan gadis ini.." suara hatiku berteriak. Namun.. hari itu cuma itu aja komunikasi antara aku dan dia.. cukup dengan kata "pagi.." padahal kesan hari kedua ini aku dibuatnya terpesona.

***

Cinderella Story

ga terasa udah hampir 5 hari gadis baru itu hadir di tengah-tengah kami. awalnya gadis ini pendiam, tapi lama-lama sudah bisa beradaptasi. dia sudah mulai bisa bersenda gurau dengan teman-teman ku. dan kebetulan, pegawai disini hampir rata-rata cowok semua. jadi bisa di bilang dia mungkin paling cantik disini. di hari ke 5 ini hampir aku belum bisa berbicara dengan dia, jangankan ngobrol, menegur saja susah. paling sekilas aku curi-curi pandang, jujur sebenarnya gadis ini cantik. tidak bosan di lihat.

di hari ke 6 lah aku berkempatan mengenal gadis baru ini, hari ini aku di beri tugas oleh pak irwan untuk menjadi patner gadis itu di proyek pembangunan jembatan cinangka Jawa Barat. mau ga mau aku dapat berkenalan dengan gadis ini. entah apa yang membuat aku menjadi salah tingkah, dan entah kenapa rasanya seperti ujian SPMB untuk mencari cari pertama berkenalan dengan gadis itu. Akhirnya aku beranikan diri untuk berkenalan dengan gadis itu, walau tidak ada perencanaan dan strategi berkenalan.