Wednesday, December 7, 2011

Analogi Kehidupan



Planet Uranus lajur bintang sebelah utara, dengan kecepatan 1000 cahaya.
bersama Mobbi robot berbentuk manusia, berbadan kaleng.

Dalam kehidupan biasanya kita selalu mengekspektasi hal-hal yang menyenangkan semua, dimana sebuah kepedihan jarang yang minat. Itulah sebabnya beberapa kisah pendek dari blog saya kemaren2 itu bisa dibilang masuk dalam kategori drama kesedihan. saya rasa dalam kehidupan yang sebenarnya di dunia nyata, efek seperti itu maklum adanya. setiap manusia pasti punya kisah sendiri-sendiri, hanya saja berbeda-beda isinya. Yang pasti ada suka cita di dalamnya.

Oia sebentar lagi tahun baru, menjelang 2012 seperti biasa saya selalu mengumpulkan mimpi-mimpi yang saya prioritaskan pada tahun lalu. Beberapa masuk dalam jajaran revolusi target tahunan dalam hidup saya,dan tentu saja, semua yang saya harapkan ternyata tidak sama, atau hampir sama.

contohnya, tahun ini saya ingin menerbitkan novel saya yang berjudul "luvhara" sebenarnya novel ini sudah di proyeksikan sejak saya masih duduk di bangku SMA dulu. wow.. sudah lama sekali yah.. hanya saja terbentur oleh banyak kegiatan dan juga pemolesan ide cerita yang terus berlanjut, hingga sampai saat ini masih terus di edit beragam cerita didalamnya. Dengan sebuat tekad semangat, beberapa waktu yang lalu saya mencoba menaruh draft novel saya di beberapa penerbit. Walau hasilnya tidak mengecewakan, saya termasuk orang yang belum beruntung, draft saya di tolak, namun saya boleh memberikan draft novel saya ini lagi setelah saya mengasosiasikan cerita, bahasa, serta gaya menulis dengan beberapa editor. Sebuah PR yang ngga mudah buat saya.

Lalu, sekian tahun saya kuliah tahun ini saya baru lulus, dimana teman-teman seangkatan saya sudah melewati jenjang S2 setahun yang lalu. saya bahkan harus berkaca lagi, apa benar saya bisa dikatakan lulus dengan predikat yang baik, i thing i am not just lucky guys. Akan tetapi saya bersyukur, paling tidak jika diambil nilai positifnya,uang kuliah yang saya cari sendiri bertahun-tahun ga sia-sia. Harapan tetap masih ada, selagi otak saya ini masih berguna . Saya hanya harus membenahi sisi negatif saya saja. and we just learned to do, right? 8 tahun kuliah ternyata saya lulus namun tidka bisa merasakan perayaan seorang mahasiswa berbaju toga lalu melempar topinya, tidak bisa foto sambil tersenyum lebar memegang ijasah, dan berkata "GUE LULUS COYYY", tetap harus bersyukur, karena walau melewatkan moment seperti itu, kerja keras kita selama ini ternyata ngga sia-sia.


Yang terakhir, CINTA. ngga kan habis semua hal yang ada dunia ini bila kita bercerita tentang cinta, jujur secara manusiawi, cinta itu memiliki berjuta-juta pengertian. saya cuma membahas tentang dongeng yang memakai cinta sebagai sumber kekuatan ceritanya. saya yakin, saya, anda, dan semua orang di dunia ini pasti akan bermimpi untuk mendapatkan sebuah kisah cinta seperti di dongeng2 yang sering kita dengarkan. "pangeran dan puteri hidup selama-lamanya". back to realize, hidup ini ternyata ga semuanya indah, bahkan kadang cinta juga sebagai jembatan menuju penderitaan bathin yang tak akan habis, namun sekali lagi, mimpi yang menjadi bahan bakar dari cinta itu sendiri.

Mimpi ngga akan membuat goyah sebuah perasaan akan kenyataan terjadi. bagaimana kita menyikapi akan keadaan itu adalah jawabannya dari semuanya. Ada yang kenal dengan seseorang yang cintanya di tolak? Ada yang kenal pacaran 8 tahun namun tidak berakhir di pelaminan? ada yang kenal ketika seorang pacar berubah menjadi sahabat? dan apakah ada yang kenal ada satu pasangan yang salah satu dari mereka jiwanya diambil oleh Yang Maha Kuasa? seberat apapun cerita cinta itu, sekali lagi mimpi yang membuat tegar semuanya. Walau kadang mimpi tidak berbanding lurus dengan realita. Itulah hidup, kita engga akan pernah dapat apa yang kita sangat inginkan, tapi kita pasti akan dapat apa yang selalu kita butuhkan.

kata papa saya : cinta yang abadi adalah cinta yang tidak pernah berbalas. dan itulah hidup, mari kita kenang semua yang ada di masa lalu, sebagai bekal karakter menuju masa depan kita. Sudut pandang ga selamanya lurus seperti jalan raya, hidup itu berliku, maka sudut pandangnya pun harus mengikuti, agar kita tetap hidup untuk bermimpi, didalam realitas kenyataan.

Fin.
@luvhara