Tuesday, May 8, 2012

Untitled Story



Sebuah pagi hari di bulan mei, di awali dengan hujan deras turun berdayu sejak subuh tadi. Hujan ini menepis segala kegelisahan yang harusnya tergambar pada wajah seorang pria. Namun, berkat hujan, kegelisahan di wajahnya sirna. Pria itu sangat menyukai hujan, hujan membuatnya mengerti bagaimana perasaannya, perasaan tentang mencintai seorang wanita. Baginya hujan seperti sedang bernyanyi. Suaranya menimbulkan nada-nada dengan irama adante, menyiratkan sebuah sebuah pesan tentang sebuah perasaan, bernama cinta. Pria itu masih berdiri di balik jendela kamar rumah sakit yang berada tepat di pusat kota jakarta.

Pria itu sudah menjadi pasien rumah sakit itu sejak 9 hari yang lalu. sambil menengguk secangkir coklat panas yang dibelinya di sebuah toko seven-eleven, dia memandangi hujan. menikmati tarian dan nada-nada yang tercipta. Dikupingnya suara hujan adalah nyanyian symponi alam yang diciptakan oleh Tuhan, untuk di nikmati oleh pria sepertinya. Pria yang sendiri dan kesepian. Dalam bathinnya, ada gemuruh riuh bercampur kesedihan yang mendalam. namun, masih terbesit sebuah senyuman. senyuman untuk mensyukuri apa yang sudah terjadi dan menikmati semua tragedi yang terjadi dalam hidupnya. Pria ini umurnya belum genap 26 tahun. Juli nanti baru dia akan menikmati umur barunya itu. sekarang masih seperempat abad dia bernapas. Sayang, diusia yang belum 26 tahun itu, ternyata dibalik senyumnya, pria itu sedang sekarat. Sejak 3 tahun yang lalu hidupnya berubah drastis. kebahagian dan mimpinya telah terenggut oleh keadaan yang memaksanya untuk terjatuh dan terpuruk. apalagi sejak kejadian perpisahan kisah cintanya, pria ini semakin menderita akibat depresi akut yang di deritanya.

Sejak wanita yang 4,5 tahun bersamanya meninggalkannya, pria ini semakin terpuruk. bukan hanya kondisi bathin, tapi dalam skala ekonomi dan kesehatannya tubuhnya ikut jatuh terpuruk. Pria malang ini sekarang seperti se-onggok daging dan tulang yang bernyawa, namun jiwanya hilang di telan masa lalu. Dibalik senyumnya, dan keceriaannya, pria malang ini terjangkit penyakit yang sulit di sembuhkan. Apalagi setelah di ketahui bahwa dia mempunyai kelainan jantung, hidup pria ini seperti tinggal menunggu waktu. seperti seorang yang sedang menunggu jadwal kereta, sayangnya pria ini menunggu kereta kematian. Akibat depresi akut yang di deritanya pria ini harus melakukan 2 kali operasi dan penyembuhan selama 6 bulan. Namun tetap saja hidupnya tidak bisa bertahan lama. Operasi dan obat-obatan hanya sebagai penunjang agar hidupnya dapat bertahan lebih lama, tapi tidak bisa menyembuhkan penyakitnya.


Dalam pikiran pria itu pagi ini, ternyata dia sedang berfikir tentang masa lalu. Dia sudah berjanji bahwa mulai sekarang dia tidak akan pernah memungut cinta lagi. sudah letih dia mencari cinta. Kini dia akan berusaha menanam benih-benih dan menumbuhkan sebuah pohon kasih sayang, dimana mungkin suatu saat dia akan bisa memetik sebuah cinta, tanpa harus mencari dan memungutnya. Namun, hatinya telah hancur. jiwanya yang tandu terjebak dan hilang di sebuah kenangan masa lalu. Pria itu sudah lupa merasakan sebuah rindu. Kini dalam hidupnya hanya ada 3 kata yang membuatnya tetap berusaha bertahan hidup. 3 kata itu, Sehat, Sukses, dan Bahagia. Sudah tidak ada lagi mimpi untuk membuktikan kesuksesan dan kebahagian, karena dia telah kehilangan semua yang dia punya. Hidupnya kini sendiri, tanpa keluarga, tanpa orang yang menyayanginya ataupun orang yang paling dia sayang. Namun, dia tetap bersyukur dan mencoba bertahan untuk tetap hidup dengan motivasi dari 3 kata itu. Dia sudah berhenti berharap pada sebuah kata bernama cinta, dia tidak lagi menunggu cinta lamanya kembali atau mencari cinta yang baru. Pria itu kini hanya bisa punya 1 harapan, yaitu bisa bertahan hidup lebih lama lagi.

Dia tidak butuh apa-apa, dia hanya butuh seseorang untuk membuatnya tetap semangat bertahan, karena dia seorang diri, dia merasa kesepian, dan hanya sebuah sebuah semangat yang dia butuhkan untuk tetap bertahan. Paling tidak, dia punya 3 mimpi yang ingin dia raih, yaitu, sehat, sukses, dan bahagia.

Semoga beruntung pria yang malang, bertahanlah.

Sunday, April 1, 2012

Aku Bukan Siti Nurbaya

Sebuah waktu dimana cinta adalah takdir, dimana aku berharap, atau mungkin terlalu berharap. Andai aku sebuah pandawa waktu, dentuman takdir tak akan hadir seperti ini.















Namaku Asti, panggil aku ash. Aku perempuan muda, iya bahkan karena aku masih muda, aku belum fasih melafal kata cinta. tapi aku tahu, aku tahu cinta itu apa. Cinta, seperti angin, tidak bisa dilihat hanya bisa dirasakan. Tidak dapat disapa namun bisa menusuk tubuhku, melancarkan sebuah suhu dingin, menembus rasa kesepian. Rasa sendiri, setidaknya bagiku.

Aku lahir di bali, 20 tahunan yang lalu. Mempunyai wajah berciri khas perempuan bali lainnya, wajah eksotik. Itu kata mereka, ah tidak. aku hanya manis. perpaduan budaya kental bali, dengan khas bola mata yang bulat, di iringi sosok kemayu. Menurutku itu. Coba saja sini kamu aku lihat dengan mataku, patung pasti kalah tegap dengan dirimu.

Aku suka warna merah, bukan karena merah itu berani, tapi karena merah itu eksotik, persis seperti sebutan mereka kepadaku. Dibanding dengan sikap berani, aku lebih memilih untuk mengalah, karena aku suka keheningan. Aku ingin damai, serasa hatiku sudah cukup bising dengan suara-suara cinta yang mengaduh mencari tempat perlindungan.

Sebagai sosok perempuan bali, aku suka sekali keindahan, aku penikmat rasa. Dan sedang menanti sebuah kesempurnaan hadir di hidupku. Aku, aku adalah perempuan biasa, tidak kurang dan tidak lebih. Yang lebih dariku hanya satu, aku masih belum menemukan kekurangan dari dalam hidupku, satu hal yang akan membuat hidupku mungkin sempurna, aku belum menemukan kamu, Cinta.

Aku Asti, Aku bukan siti nurbaya
Andai saja aku bisa bertemu dengan Marah Rusli pasti dia tahu bagaimana rasanya aku menjadi bagian dari satu cerita yang dia buat puluhan tahun lalu. Iya, sebuah cerita klasik, cerita tentang gadis yang di jodohkan dengan lelaki kaya. Aku, ah aku hanya mendekati kisahnya saja, belum tentu aku seperti dia, tidak, masih ada kesempatan bagiku.

Ah, beruntungnya Siti Nurbaya, setidaknya walau tubuhnya terjebak pada takdir dijodohkan dengan seorang laki-laki yang tidak di kenalnya, namun jiwa dan hatinya terpaut kepada laki-laki yang sedang berusaha untuk merebutnya. Menjauhkan dirinya dari perjodohan laknat itu. Aku, jangankan di perebutkan. Ini saja belum ada yang sentuh, belum pernah aku disentuh dibagian yang ini. Hatiku.

Kamu beruntung nur, kamu di perebutkan orang yang kamu cinta, walau hanya cerita epic, seperti romeo dan juliet, tapi kamu beruntung nur. Kamu punya sosok seperti Samsulbahri, yang mencintai kamu dan berusaha menolongmu nur, pria yang berani.

Andai cinta seperti kopi, aku mungkin akan pandai dalam urusan ini. Seperti yang aku bilang, aku ini penikmat rasa, aku paling tahu apa yang cocok buat diriku ini. Namun sayang cinta adalah angka ganjil bagiku, tak bisa aku genapkan 2 tubuh menjadi 1 jiwa.

Dalam hitungan waktu, dan tidak akan lama, aku akan menjadi seorang istri. Aku akan punya suami yang belum aku kenal seluruhnya. Andai saja ada kompeni berambut pirang datang menolongku, ah tidak, aku butuh sosok Samsulbahri. Atau mungkin, sosok itu ada di dalam calon suamiku kelak?

Tuesday, March 27, 2012

Old Quote



"You don't know what you've got until you have nothing left.."

Wednesday, March 14, 2012

Ketika hati Berkicau


Senyummu adalah sebuah batas mimpi, sebuah jarak antara bumi dan langit yang hanya terbatasi oleh satu partikel debu.

Friday, March 9, 2012

Filosofi pria patah hati



"Kamu engga akan pernah tahu rasanya jadi aku, yang terlalu mencintai dirimu hingga aku sendiri tidak pernah berfikir bahwa kamu terlalu egois untuk bisa aku cintai. karena kamu hanya ingin bahagia untuk dirimu, bukan bahagia dengan kata "kita" di dalamnya.".

Ramlan dan Juleha (FTV SCTV) - Rendra Priyadi

Monday, January 16, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-3 Untuk Wanita



Wanita, seorang manusia yang di ciptakan dari 1 tulang rusuk pria, yang di ciptakan untuk saling berbagi dan menemani. Tuhan menciptakan wanita sama seperti Tuhan menciptakan pria. dan ketika Tuhan menciptakan wanita, ada cerita yang menarik.


Tuhan menciptakan wanita dengan kemampuan yang sangat hebat, Tuhan membuat wanita ketika tersakiti dapat dengan segera memperbaiki dirinya sendiri, atau bahkan dapat memperbaiki orang lain yang tersakiti pula. dapat menyembuhkan luka di hati, menyembuhkan pikiran yang penat, dan mententramkan hati dengan kedua tangannya. hanya dengan disentuh oleh tangannya sembuhlah semua luka dihati.

Walau hanya di ciptakan dengan 1 tulang rusuk pria wanita ternyata dibuat agar dapat kuat menghadapi kenyataan pahit, dan tegar karena di beri ketabahan yang lebih. di beri kesabaran dan juga kekuatan dalam menyelesaikan semua masalah yang ada.

Tuhan menciptakan wanita dengan sifat yang lembut, karena wanita patut untuk dijaga, disayangi dan di cintai. sifatnya yang lembut ini membuatnya menjadi orang yang paling sayang.
Tuhan menciptakan wanita dengan kemampuan yang hebat, hanya dengan dua jurus saja, dapat membuat suasana yang berbeda. Senyum, dengan senyum-nya membuat dunia lebih berwarna, dengan senyumnya membuat suasana menjadi tenang. Seyum yang mempesona, senyum biadadari syurga. Kedua, tangis. dengan setitik air matanya, wanita membuat suasana menjadi SEDIH SEKETIKA, dan hanya wanita yang dapat tersenyum ketika jiwanya menangis. dan Tuhan menciptakan air mata untuk wanita agar dapat mengekspresikan tentang kegembiraan, kebahagian, kesedihan, dan juga kebanggan.

wanita dapat BERAKTING walau dia tahu hatinya sakit.
Wanita dapat TERTAWA padahal didalam hatinya sedih

Wanita itu patut disayang.. dan di cintai, sayangnya kadang mereka ga sadar
betapa berharganya mereka.

Sunday, January 15, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-2 Hei.. Kamu Wanita Berhidung Besar

untuk seseorang yang mengisi hidupnya dengan kegalauan dan sakit hati.


Tulisan ini di dedikasikan untuk kamu wanita berhidung besar, yang terlalu bodoh untuk mencicipi rasa sakit hati. Cuma kamu yang merasakan sakit hati dengan sabar, dan mengetahui sakit itu melebihi banyaknya garam yang ada di lautan. Kata orang bijak, orang baik itu dapat membuka hati seseorang, aku hanya ingin seperti itu, mencoba membuka hatimu, walau aku tahu ada tulisan "siapkan jaket yang tebal, karena di dalam sangat dingin sekali" hati kamu telah membeku.


Ketika kesepian melanda, ada kalimat-kalimat sakti yang kamu tulis, yang bahkan untuk orang bodoh sekalipun tahu, kamu sedang bersedih, dan melampiaskan sepimu bersamaku. Ketika tak ada orang lain disana bahkan tak ada teman , kamu hadir mengisi kesepianku. Di mana setiap jengkal kata-katamu yang menderu, mengebu-gebu, melampirkan sebuah senyum untukku, kata-katanya menyibak kenangan terbaikku. Lalu, ketika jiwa ini kosong tanpa ada yang menemani bagiku itu biasa, yang tak biasa adalah jika aku kesepian tak kutemukan satu hurufpun, yang kamu tulis. Bagiku itu sungguh menyayat hati

Kamu tahu ga wahai wanita berhidung lebar? kamu itu berbeda, dan justru karena kamu sungguh berbeda dengan yang lain makanya kamu sangat menarik.. aku ga peduli hidungmu besar, hingga separuh oksigen di kamar ini kau hisap. Kamu tetap cantik! Setidaknya bagiku seperti itu ..


Apa kau tahu ?? apa yang membuatku sangat bahagia.. itu adalah dimana aku dapat membuatmu tertawa dan memberikan keceriaan kepadamu, suatu saat nanti, dan memberikan kasih sayangku hingga kamu menemukan orang yang tepat. Aku bahagia jika kamu bahagia, walaupun hatiku terasa sakit. Itu lebih baik, daripada melihatmu berlinang air mata, menjemput kenangan lama.
Apakah kau pernah merasakan hal yang seperti ini .. disaat dekat dengannya kau menjadi sangat senang .. hatimu pun merasa sangat gembira .. dan bila kau jauh dari nya kau akan merasa sangat sedih, itulah yang terjadi dalam 30 hari mengenalmu.

By: @jimmylucu

Saturday, January 14, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-1 Untuk Kamu Bidadari Berzodiak Leo


Hay…

Entah sudah berapa kali ribuan sapaan yang engkau terima, dan aku hanya menyapamu dengan hay saja. Maaf ya. Seharusnya, sejak pertama kali aku belajar berbicara, aku seharusnya belajar untuk berbicara denganmu, atau paling tidak menyapamu dengan benar.

Untuk kamu, entah takdir Tuhan apa lagi yang direncanakan olehNya. Semua berawal ketika ku ketik acak nama-mu dalam sebuah kotak pencarian di situs social media. Lucunya, karena iseng, kutemukan dirimu, dirimu yang lucu, raut wajah secerah awan pagi hari, dan senyum mempesona mengalahkan rona langit di sore hari.

Waktu terus berjalan, seiring dengan sang waktu, ternyata jarak yang ribuan kilo ini malah mendekatkan kita pada huruf-huruf yang selalu kita tulis bersama, bergantian. Entah, sejak mengenalmu, sudah berapa banyak luka yang kamu sembuhkan. Mungkin kamu tak mengetahui, bahwa setiap detik senyuman yang kamu pancarkan, menghangatkan kembali benih-benih cinta, yang telah rusak atau bahkan telah mati. Kamu adalah obat dimana setiap millimeter hati ini, ternoda oleh luka-luka yang teramat sangat perih. Hingga goresan itu, tercipta hingga jutaan tahun lagi lamanya.

Untuk kamu, kamu bidadari yang masuk kedalam tubuh wanita lucu dan berzodiak Leo, asal kamu tahu, kamu wanita pertama yang belum pernah aku lihat, namun sudah membuat sang rindu memporak-porandakan isi di dalam kepalaku. Oia, asal kamu tahu juga, tatapan matamu yang hangat, telah mencairkan rasa cinta yang membeku. Dulu, aku merasa hampa, dingin berselimut kesepian. Namun kini, setiap detik dalam hidupku, selalu menunggu dirimu, menanti keluh kesah-mu, saling membagi rasa empati, dan sebuah senyum kecil yang hangat, sehangat kopi di pagi hari.

Kita punya persamaan, kita sama-sama suka hujan. Namun sayang, hujan yang kita suka mempunyai arti yang berbeda untuk kita berdua. Kamu, kamu mencintai hujan, karena hujan membuat hatimu terasa nyaman, setiap nada gemerciknya seakan sebuah nada lagu dengan not-not indah yang saling berpadu yang kamu dengar di telingamu. Kamu itu pecinta hujan yang setia, memandang mereka dengan bola mata bulatmu hingga langit terkuras habis tak berdaya. Sedang aku, aku menyukai mereka, hanya untuk menemaniku, menemani rasa kesedihanku. Aku ingin menyatu dalam hujan, karena setiap butir-butir air mataku yang aku keluarkan, akan mengalir bersama aliran hujan yang membelai wajahku. Air mata kesedihan dari mataku itu akan bersatu dengan jutaan butir air hujan lainnya, maka air mata kesedihanku itu tidak pernah menjadi diriku yang selalu kesepian. Hujan bagiku, adalah okestra terindah yang unik, dengan lantunan melodi kenangan, yang seakan menggiringku pada sebuah cerita yang cukup membuat pahit lidahku, kelu dan mati rasa.

Wahai bidadari bertubuh wanita berzodiak Leo. Kamu adalah pisau belati untuk-ku. Aku tahu walau Aku berlari-lari mengejarmu, menanti dirimu yang bahkan dalam hitungan ribuan tahun, hatimu tak akan bisa aku miliki, karena hatimu telah tertangkap oleh senyuman yang lain. Senyum, yang membuat hatimu berjangkar, serta berlabuh di dalamnya. Senyum yang telah membuat dirimu di hujani oleh jutaan sang rindu. Senyum, yang di setiap detik bersamanya adalah sebuah kebahagian termahal.

Aku ingin bercerita, namun malam terlalu larut untuk ku bekukan dengan perasaan cintaku, yang dingin kembali. Aku lelah, aku menyerah. Tubuhku berkata kepada hatiku, sudah hentikan. Hentikan pengembaraan jiwamu. Cukuplah hanya menyayanginya saja. Cukuplah hanya menjadi hujan untuknya, yang membuatnya merasa nyaman, merasa bahagia, dan merasa di cintai. Cukuplah bagimu, sebagai selimut ketika angin dingin kegalauan menerpanya, atau menjadi payung ketika hujan kesedihan melandanya. Bukankah cita-citamu hanya satu? Menjadi seseorang yang berguna.

Maafkan aku yang telah diam-diam menyukaimu, maafkan aku yang bermain-main dengan ke-munafikan hingga menciptakan rasa sayang kepadamu. Maafkan aku telah menulis surat ini, yang membuatmu sakit, bila kamu tahu bahwa, aku membutuhkanmu lebih dari oksigen untuk aku bernapas, dan hidup.

Oleh: @jimmykokong