Pages

Saturday, January 14, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-1 Untuk Kamu Bidadari Berzodiak Leo


Hay…

Entah sudah berapa kali ribuan sapaan yang engkau terima, dan aku hanya menyapamu dengan hay saja. Maaf ya. Seharusnya, sejak pertama kali aku belajar berbicara, aku seharusnya belajar untuk berbicara denganmu, atau paling tidak menyapamu dengan benar.

Untuk kamu, entah takdir Tuhan apa lagi yang direncanakan olehNya. Semua berawal ketika ku ketik acak nama-mu dalam sebuah kotak pencarian di situs social media. Lucunya, karena iseng, kutemukan dirimu, dirimu yang lucu, raut wajah secerah awan pagi hari, dan senyum mempesona mengalahkan rona langit di sore hari.

Waktu terus berjalan, seiring dengan sang waktu, ternyata jarak yang ribuan kilo ini malah mendekatkan kita pada huruf-huruf yang selalu kita tulis bersama, bergantian. Entah, sejak mengenalmu, sudah berapa banyak luka yang kamu sembuhkan. Mungkin kamu tak mengetahui, bahwa setiap detik senyuman yang kamu pancarkan, menghangatkan kembali benih-benih cinta, yang telah rusak atau bahkan telah mati. Kamu adalah obat dimana setiap millimeter hati ini, ternoda oleh luka-luka yang teramat sangat perih. Hingga goresan itu, tercipta hingga jutaan tahun lagi lamanya.

Untuk kamu, kamu bidadari yang masuk kedalam tubuh wanita lucu dan berzodiak Leo, asal kamu tahu, kamu wanita pertama yang belum pernah aku lihat, namun sudah membuat sang rindu memporak-porandakan isi di dalam kepalaku. Oia, asal kamu tahu juga, tatapan matamu yang hangat, telah mencairkan rasa cinta yang membeku. Dulu, aku merasa hampa, dingin berselimut kesepian. Namun kini, setiap detik dalam hidupku, selalu menunggu dirimu, menanti keluh kesah-mu, saling membagi rasa empati, dan sebuah senyum kecil yang hangat, sehangat kopi di pagi hari.

Kita punya persamaan, kita sama-sama suka hujan. Namun sayang, hujan yang kita suka mempunyai arti yang berbeda untuk kita berdua. Kamu, kamu mencintai hujan, karena hujan membuat hatimu terasa nyaman, setiap nada gemerciknya seakan sebuah nada lagu dengan not-not indah yang saling berpadu yang kamu dengar di telingamu. Kamu itu pecinta hujan yang setia, memandang mereka dengan bola mata bulatmu hingga langit terkuras habis tak berdaya. Sedang aku, aku menyukai mereka, hanya untuk menemaniku, menemani rasa kesedihanku. Aku ingin menyatu dalam hujan, karena setiap butir-butir air mataku yang aku keluarkan, akan mengalir bersama aliran hujan yang membelai wajahku. Air mata kesedihan dari mataku itu akan bersatu dengan jutaan butir air hujan lainnya, maka air mata kesedihanku itu tidak pernah menjadi diriku yang selalu kesepian. Hujan bagiku, adalah okestra terindah yang unik, dengan lantunan melodi kenangan, yang seakan menggiringku pada sebuah cerita yang cukup membuat pahit lidahku, kelu dan mati rasa.

Wahai bidadari bertubuh wanita berzodiak Leo. Kamu adalah pisau belati untuk-ku. Aku tahu walau Aku berlari-lari mengejarmu, menanti dirimu yang bahkan dalam hitungan ribuan tahun, hatimu tak akan bisa aku miliki, karena hatimu telah tertangkap oleh senyuman yang lain. Senyum, yang membuat hatimu berjangkar, serta berlabuh di dalamnya. Senyum yang telah membuat dirimu di hujani oleh jutaan sang rindu. Senyum, yang di setiap detik bersamanya adalah sebuah kebahagian termahal.

Aku ingin bercerita, namun malam terlalu larut untuk ku bekukan dengan perasaan cintaku, yang dingin kembali. Aku lelah, aku menyerah. Tubuhku berkata kepada hatiku, sudah hentikan. Hentikan pengembaraan jiwamu. Cukuplah hanya menyayanginya saja. Cukuplah hanya menjadi hujan untuknya, yang membuatnya merasa nyaman, merasa bahagia, dan merasa di cintai. Cukuplah bagimu, sebagai selimut ketika angin dingin kegalauan menerpanya, atau menjadi payung ketika hujan kesedihan melandanya. Bukankah cita-citamu hanya satu? Menjadi seseorang yang berguna.

Maafkan aku yang telah diam-diam menyukaimu, maafkan aku yang bermain-main dengan ke-munafikan hingga menciptakan rasa sayang kepadamu. Maafkan aku telah menulis surat ini, yang membuatmu sakit, bila kamu tahu bahwa, aku membutuhkanmu lebih dari oksigen untuk aku bernapas, dan hidup.

Oleh: @jimmykokong

Wednesday, December 7, 2011

Analogi Kehidupan



Planet Uranus lajur bintang sebelah utara, dengan kecepatan 1000 cahaya.
bersama Mobbi robot berbentuk manusia, berbadan kaleng.

Dalam kehidupan biasanya kita selalu mengekspektasi hal-hal yang menyenangkan semua, dimana sebuah kepedihan jarang yang minat. Itulah sebabnya beberapa kisah pendek dari blog saya kemaren2 itu bisa dibilang masuk dalam kategori drama kesedihan. saya rasa dalam kehidupan yang sebenarnya di dunia nyata, efek seperti itu maklum adanya. setiap manusia pasti punya kisah sendiri-sendiri, hanya saja berbeda-beda isinya. Yang pasti ada suka cita di dalamnya.

Oia sebentar lagi tahun baru, menjelang 2012 seperti biasa saya selalu mengumpulkan mimpi-mimpi yang saya prioritaskan pada tahun lalu. Beberapa masuk dalam jajaran revolusi target tahunan dalam hidup saya,dan tentu saja, semua yang saya harapkan ternyata tidak sama, atau hampir sama.

contohnya, tahun ini saya ingin menerbitkan novel saya yang berjudul "luvhara" sebenarnya novel ini sudah di proyeksikan sejak saya masih duduk di bangku SMA dulu. wow.. sudah lama sekali yah.. hanya saja terbentur oleh banyak kegiatan dan juga pemolesan ide cerita yang terus berlanjut, hingga sampai saat ini masih terus di edit beragam cerita didalamnya. Dengan sebuat tekad semangat, beberapa waktu yang lalu saya mencoba menaruh draft novel saya di beberapa penerbit. Walau hasilnya tidak mengecewakan, saya termasuk orang yang belum beruntung, draft saya di tolak, namun saya boleh memberikan draft novel saya ini lagi setelah saya mengasosiasikan cerita, bahasa, serta gaya menulis dengan beberapa editor. Sebuah PR yang ngga mudah buat saya.

Lalu, sekian tahun saya kuliah tahun ini saya baru lulus, dimana teman-teman seangkatan saya sudah melewati jenjang S2 setahun yang lalu. saya bahkan harus berkaca lagi, apa benar saya bisa dikatakan lulus dengan predikat yang baik, i thing i am not just lucky guys. Akan tetapi saya bersyukur, paling tidak jika diambil nilai positifnya,uang kuliah yang saya cari sendiri bertahun-tahun ga sia-sia. Harapan tetap masih ada, selagi otak saya ini masih berguna . Saya hanya harus membenahi sisi negatif saya saja. and we just learned to do, right? 8 tahun kuliah ternyata saya lulus namun tidka bisa merasakan perayaan seorang mahasiswa berbaju toga lalu melempar topinya, tidak bisa foto sambil tersenyum lebar memegang ijasah, dan berkata "GUE LULUS COYYY", tetap harus bersyukur, karena walau melewatkan moment seperti itu, kerja keras kita selama ini ternyata ngga sia-sia.


Yang terakhir, CINTA. ngga kan habis semua hal yang ada dunia ini bila kita bercerita tentang cinta, jujur secara manusiawi, cinta itu memiliki berjuta-juta pengertian. saya cuma membahas tentang dongeng yang memakai cinta sebagai sumber kekuatan ceritanya. saya yakin, saya, anda, dan semua orang di dunia ini pasti akan bermimpi untuk mendapatkan sebuah kisah cinta seperti di dongeng2 yang sering kita dengarkan. "pangeran dan puteri hidup selama-lamanya". back to realize, hidup ini ternyata ga semuanya indah, bahkan kadang cinta juga sebagai jembatan menuju penderitaan bathin yang tak akan habis, namun sekali lagi, mimpi yang menjadi bahan bakar dari cinta itu sendiri.

Mimpi ngga akan membuat goyah sebuah perasaan akan kenyataan terjadi. bagaimana kita menyikapi akan keadaan itu adalah jawabannya dari semuanya. Ada yang kenal dengan seseorang yang cintanya di tolak? Ada yang kenal pacaran 8 tahun namun tidak berakhir di pelaminan? ada yang kenal ketika seorang pacar berubah menjadi sahabat? dan apakah ada yang kenal ada satu pasangan yang salah satu dari mereka jiwanya diambil oleh Yang Maha Kuasa? seberat apapun cerita cinta itu, sekali lagi mimpi yang membuat tegar semuanya. Walau kadang mimpi tidak berbanding lurus dengan realita. Itulah hidup, kita engga akan pernah dapat apa yang kita sangat inginkan, tapi kita pasti akan dapat apa yang selalu kita butuhkan.

kata papa saya : cinta yang abadi adalah cinta yang tidak pernah berbalas. dan itulah hidup, mari kita kenang semua yang ada di masa lalu, sebagai bekal karakter menuju masa depan kita. Sudut pandang ga selamanya lurus seperti jalan raya, hidup itu berliku, maka sudut pandangnya pun harus mengikuti, agar kita tetap hidup untuk bermimpi, didalam realitas kenyataan.

Fin.
@luvhara




lama blogspot bakal hangus nih... sekalian apa ya gue bikin buku dari pengalaman di blog ini..