pukul 22:41 .. duduk diantara gadis ber-rambut pirang yang sedang asik bercakap2 dengan bahasa entah apa namanya. ah saya nikmati saja, mumpung gratis ini. lumayan daripada ga ada kerjaan di rumah.
sudah pukul 10 lewat, dan malam ini angin terasa dingin menyemilir..
Kevin menebarkan senyum indahnya kepada ditta.
ditta yang sedari tadi menunggu laki2 itu, langsung membalaskan kembali senyumannya.
bak titian air hujan yang tumpah meruah.. itulah kini perasaan yang di hadapi ditta.
mereka berdua pun berjalan menyusuri trotor itu...
trotoar jalan itu tidak seramai siang hari, hanya ada beberapa pejalan kaki dan bisa di hitung dengan jari, sedikit basah karena tadi sore gerimis menerpa. sejuk dan sedikit berembun.
lampu-lampu jalanpun bersinar bercahaya. menampakan wajah cantik ditta dan keramahan kevin yang selalu tersenyum kepadanya.
klik... suara khas kamera poket ditta bersuara..
diantara lampu2 hias trotoar itu yang bergaya eropa timur, ditta meng-sunkan-kan dirinya tuk menjadi model sesaat. kevin tak kalah semangatnya.. ibarat air di tepuk 3 kali beriak 10 kali.. kevin tak kalah ikut andil dalam menyampaikan perasaannya di hentakan kamera poket tersebut
Entah sudah berapa jauh mereka berjalan, tibalah mereka di sebuah warung kecil. entah karena hawa dingin atau apakah mereka memang merasa lapar. sepertinya malam itu wisata kuliner yang pertama bagi mereka. "iga bakar cak min" itu yang tertulis di menu utama. maka, jadilah menu itu santapan malam mereka. tak sedikit mereka bercakap di warung kecil penjual iga bakar itu, suasa tak bising. dan percakapan mereka menjadi komunikasi 2 arah yang baik.. percakapan itu menjadi dialog yang ngalor ngidul arahnya.. tak pasti.. tapi yang penting mereka nyambung.
ternyata ga perlu mahal, dan ga perlu santapan mewah dengan lilin di tengah mereka dan suara panduan jazz bergema. tak perlu sapu tangan, sendok garpu berlapis emas. tak perlu pelayanan yang setia disisi anda untuk menuangkan segelas wine segar. cukup dengan menggigit daging yang menempel di tulang itu di pegang dengan tangan, dan merasakan aroma serta rasa bumbu khas desa. malam itu menjadi serasa syahdu. percakapan hilir mudik bersahut.
selesai makan .. mereka pun pulang. dengan menaiki bis tua. bis itu bis terakhir yang ada. berjalan pelan menelusuri jalan. senyum simpul teraut di wajah ditta, ia merasa senang berada di sisi kevin malam itu. begitupula kevin yang mengaitkan pandangannya ke arah ditta. yang bangga karena menerima perlakuan kevin yang cuma memberikan sesuatu yang sederhana malam itu.
goyangan efek dari bis yang berjalan di jalanan rusak, serasa hampir sama dengan gundahan jantung kedua manusia itu. tak perlu AC, tak perlu duduk di kursi empuk tiada tara. terlihat mereka nyaman-nyaman saja. sesampainya selasar rumah ditta mereka berpisah. sungguh begitu indah senyuman diantara mereka.
bagi seorang gadis seperti ditta, menghabiskan waktunya, tak perlu sesuatu yang mewah, tak perlu sesuatu yang mahal, tapi yang terpenting dengan siapa ia melewatinya.
sayang semua kini tinggal kenangan, ditta hanya dapat memandang lurus kearah foto kevin yang kini tiada. 3 hari setelah mereka berjalan malam itu, kevin jatuh sakit. namun sayang penyakitnya tak bisa di sembuhkan. 2 minggu setelah kevin di rawat di rumah sakit yang terkenal kecanggihannya akhirnya kevin menghembuskan nafas terakhirnya.
ditta kembali mengenang saat2 bersama kevin malam itu, disanggahnya HP yang ada di tanganya, dan mulai menulis sebuah kalimat pesat singkat. yang ditulis dengan limpahan air mata disetiap hurufnya.
"aku rindu kita berjalan di trotoar itu, di temani untaian sinar lampu di malam hari.. aku rindu hari ini di 366 hari yang lalu"
sending message to : kevinmysephia
Friday, August 27, 2010
Tuesday, August 24, 2010
what's woman want
pukul 02.49 selagi sahur di sebuah restoran pas pud berlabel burger, di Broadway-nya Jakarta pada jamannya ..
saya duduk di selasar sebelah kaca mika lebar, sambil wifi-an dan melihat ke-arah jalan raya yang basah akibat rintik hujan sedari tadi sore. hanya ada 7 pelanggan malam ini termasuk saya dan ayah saya. nampak pula seorang wanita cantik, dengan memakai terusan berwarna dasar biru tua dan bercorak batik bunga. Gadis itu duduk sendiri sambil memakan french fries . dan sesekali termenung, mata sedayu. entah apa yang gadis itu fikirkan, namun baginya dunia nampak lambat berjalan, itu semua terlihat dari sorot matanya.
Akibat kegundahan wanita itu saya berfikir, dan ingin menulis apa yang sedang diresahkan wanita itu. mungkin bukan di resahkan, mungkin apa yang di inginkan wanita tersebut. sedikit janggal melihat gadis duduk sendiri di sebuah restoran, pagi2 seperti ini untuk sahur. mungkin gadis itu tinggal di sebuah apartemen yang banyak berdiri di sekitar tempat ini, atau mungkin selesai midnight sale kah ? tapi tidak terlihat plastik2 besar yang bertulis logo sebuah mall dan junks discount.
dimana pacarnya? atau suaminya? atau .... begitu banyak pertanyaan yang bersahut. dan ketika sahutan-sahutan itu menjadi sebuah analogi, maka saya pun bermain tebak-tebakan. yups saya menebak2 isi pikiran dari gadis itu.
mungkin gadis itu berfikir
Aku ingin kurus.. ingin ku habiskan lemak2 yang ada di tubuhku..
Aku ingin menikah, suamiku tak perlu kaya tapi cukup mapan untuk diriku dan 7 keturunanku nanti
Aku ingin wajahku selalu cantik, entah berapapun mahalnya kosmetik anti aging yang kupakai, aku ingin selalu tampil sempurna
Aku ingin mendapatkan pendidikan, aku juga manusia seutuhnya, ingin mendapatkan pendidikan yang layak
Aku ingin mempunyai pria yang selalu menjagaku, merawatku, dan selalu patuh terhadapku
Aku ingin dunia di genggamanku aku ingin semua mata pria tertuju padaku, dan melesatkan senyuman mereka yang kagum terhadapku
Aku ingin pergi ke tempat-tempat indah dunia, aku tidak ingin memikirkan biaya, karena aku wanita dan aku pasti bisa.
aku ingin punya keturunan .. cukup dua saja.. aku ingin hamil tapi tidak ingin sakit saat melahirkan..
.............
.............
.............
pikiranku tersentak, wajahku merona, ketika gadis itu melihat wajahku sesaat. ternyata dia sadar selama 15 menit ini, telah ku lampiaskan pandanganku kearah wajahnya. kulanjutkan kembali sahur yang telah tertunda. dan berfikir kembali, apa yang sebenarnya wanita inginkan..
saya duduk di selasar sebelah kaca mika lebar, sambil wifi-an dan melihat ke-arah jalan raya yang basah akibat rintik hujan sedari tadi sore. hanya ada 7 pelanggan malam ini termasuk saya dan ayah saya. nampak pula seorang wanita cantik, dengan memakai terusan berwarna dasar biru tua dan bercorak batik bunga. Gadis itu duduk sendiri sambil memakan french fries . dan sesekali termenung, mata sedayu. entah apa yang gadis itu fikirkan, namun baginya dunia nampak lambat berjalan, itu semua terlihat dari sorot matanya.
Akibat kegundahan wanita itu saya berfikir, dan ingin menulis apa yang sedang diresahkan wanita itu. mungkin bukan di resahkan, mungkin apa yang di inginkan wanita tersebut. sedikit janggal melihat gadis duduk sendiri di sebuah restoran, pagi2 seperti ini untuk sahur. mungkin gadis itu tinggal di sebuah apartemen yang banyak berdiri di sekitar tempat ini, atau mungkin selesai midnight sale kah ? tapi tidak terlihat plastik2 besar yang bertulis logo sebuah mall dan junks discount.
dimana pacarnya? atau suaminya? atau .... begitu banyak pertanyaan yang bersahut. dan ketika sahutan-sahutan itu menjadi sebuah analogi, maka saya pun bermain tebak-tebakan. yups saya menebak2 isi pikiran dari gadis itu.
mungkin gadis itu berfikir
Aku ingin kurus.. ingin ku habiskan lemak2 yang ada di tubuhku..
Aku ingin menikah, suamiku tak perlu kaya tapi cukup mapan untuk diriku dan 7 keturunanku nanti
Aku ingin wajahku selalu cantik, entah berapapun mahalnya kosmetik anti aging yang kupakai, aku ingin selalu tampil sempurna
Aku ingin mendapatkan pendidikan, aku juga manusia seutuhnya, ingin mendapatkan pendidikan yang layak
Aku ingin mempunyai pria yang selalu menjagaku, merawatku, dan selalu patuh terhadapku
Aku ingin dunia di genggamanku aku ingin semua mata pria tertuju padaku, dan melesatkan senyuman mereka yang kagum terhadapku
Aku ingin pergi ke tempat-tempat indah dunia, aku tidak ingin memikirkan biaya, karena aku wanita dan aku pasti bisa.
aku ingin punya keturunan .. cukup dua saja.. aku ingin hamil tapi tidak ingin sakit saat melahirkan..
.............
.............
.............
pikiranku tersentak, wajahku merona, ketika gadis itu melihat wajahku sesaat. ternyata dia sadar selama 15 menit ini, telah ku lampiaskan pandanganku kearah wajahnya. kulanjutkan kembali sahur yang telah tertunda. dan berfikir kembali, apa yang sebenarnya wanita inginkan..
Subscribe to:
Posts (Atom)
lama blogspot bakal hangus nih... sekalian apa ya gue bikin buku dari pengalaman di blog ini..
-
MERDEEEKAAA BUUUNGG...!!! MEERRRDEEKAA..!!! ah, suara itu hentak mengejutkan jantungkuh.. sambil memegang erat tas laptop ini di pangkuan ka...
-
23 Nopember 2008 10:12 If you wanna be with me Baby there's a price to pay I'm a jimmy in a bottle You gotta rub me the right way If...