Pages

Tuesday, September 14, 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H

ketika kita multitasking dalam memprogram hati dan pikiran..
kadang ada system boot failure yang membuat kita lupa..
ketika pusat memory kita minim daya, mudah2an pengingat kan datang..
dan merefresh kondisi batin kita..

Mari kita mereset khilaf dan merestart hati..
ketika ada virus trojan menjangkit di dalam diri..
Asal jangan langung di-shut down..
Sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang.
mudah2an puasa kemarin menjadi antivirus ampuh

untuk itu mari kita memperbanyak networking contribution kepada teman2, sahabat, dan handai taulan
selamat idul fitri 1431 hijriah .. Mohon maaf lahir dan batin.

Kel. Besar Jimmy Yulius Halilintar Putrananda Kokong

Friday, August 27, 2010

Cerpen (CERita Panjang Entah Namanya)

pukul 22:41 .. duduk diantara gadis ber-rambut pirang yang sedang asik bercakap2 dengan bahasa entah apa namanya. ah saya nikmati saja, mumpung gratis ini. lumayan daripada ga ada kerjaan di rumah.




sudah pukul 10 lewat, dan malam ini angin terasa dingin menyemilir..
Kevin menebarkan senyum indahnya kepada ditta.
ditta yang sedari tadi menunggu laki2 itu, langsung membalaskan kembali senyumannya.
bak titian air hujan yang tumpah meruah.. itulah kini perasaan yang di hadapi ditta.
mereka berdua pun berjalan menyusuri trotor itu...

trotoar jalan itu tidak seramai siang hari, hanya ada beberapa pejalan kaki dan bisa di hitung dengan jari, sedikit basah karena tadi sore gerimis menerpa. sejuk dan sedikit berembun.
lampu-lampu jalanpun bersinar bercahaya. menampakan wajah cantik ditta dan keramahan kevin yang selalu tersenyum kepadanya.

klik... suara khas kamera poket ditta bersuara..
diantara lampu2 hias trotoar itu yang bergaya eropa timur, ditta meng-sunkan-kan dirinya tuk menjadi model sesaat. kevin tak kalah semangatnya.. ibarat air di tepuk 3 kali beriak 10 kali.. kevin tak kalah ikut andil dalam menyampaikan perasaannya di hentakan kamera poket tersebut

Entah sudah berapa jauh mereka berjalan, tibalah mereka di sebuah warung kecil. entah karena hawa dingin atau apakah mereka memang merasa lapar. sepertinya malam itu wisata kuliner yang pertama bagi mereka. "iga bakar cak min" itu yang tertulis di menu utama. maka, jadilah menu itu santapan malam mereka. tak sedikit mereka bercakap di warung kecil penjual iga bakar itu, suasa tak bising. dan percakapan mereka menjadi komunikasi 2 arah yang baik.. percakapan itu menjadi dialog yang ngalor ngidul arahnya.. tak pasti.. tapi yang penting mereka nyambung.

ternyata ga perlu mahal, dan ga perlu santapan mewah dengan lilin di tengah mereka dan suara panduan jazz bergema. tak perlu sapu tangan, sendok garpu berlapis emas. tak perlu pelayanan yang setia disisi anda untuk menuangkan segelas wine segar. cukup dengan menggigit daging yang menempel di tulang itu di pegang dengan tangan, dan merasakan aroma serta rasa bumbu khas desa. malam itu menjadi serasa syahdu. percakapan hilir mudik bersahut.

selesai makan .. mereka pun pulang. dengan menaiki bis tua. bis itu bis terakhir yang ada. berjalan pelan menelusuri jalan. senyum simpul teraut di wajah ditta, ia merasa senang berada di sisi kevin malam itu. begitupula kevin yang mengaitkan pandangannya ke arah ditta. yang bangga karena menerima perlakuan kevin yang cuma memberikan sesuatu yang sederhana malam itu.

goyangan efek dari bis yang berjalan di jalanan rusak, serasa hampir sama dengan gundahan jantung kedua manusia itu. tak perlu AC, tak perlu duduk di kursi empuk tiada tara. terlihat mereka nyaman-nyaman saja. sesampainya selasar rumah ditta mereka berpisah. sungguh begitu indah senyuman diantara mereka.

bagi seorang gadis seperti ditta, menghabiskan waktunya, tak perlu sesuatu yang mewah, tak perlu sesuatu yang mahal, tapi yang terpenting dengan siapa ia melewatinya.

sayang semua kini tinggal kenangan, ditta hanya dapat memandang lurus kearah foto kevin yang kini tiada. 3 hari setelah mereka berjalan malam itu, kevin jatuh sakit. namun sayang penyakitnya tak bisa di sembuhkan. 2 minggu setelah kevin di rawat di rumah sakit yang terkenal kecanggihannya akhirnya kevin menghembuskan nafas terakhirnya.

ditta kembali mengenang saat2 bersama kevin malam itu, disanggahnya HP yang ada di tanganya, dan mulai menulis sebuah kalimat pesat singkat. yang ditulis dengan limpahan air mata disetiap hurufnya.

"aku rindu kita berjalan di trotoar itu, di temani untaian sinar lampu di malam hari.. aku rindu hari ini di 366 hari yang lalu"

sending message to : kevinmysephia

lama blogspot bakal hangus nih... sekalian apa ya gue bikin buku dari pengalaman di blog ini..