Pages

Showing posts with label iseng-iseng. Show all posts
Showing posts with label iseng-iseng. Show all posts

Thursday, April 24, 2014

Kisah Kartina dan Kartono memperingati hari Ibu Kartini.



Di suatu tempat tersebutlah daerah lembah yang sejuk, bernama dusun SukaSuka. Di dusun tersebut hanya sedikit orang yang tinggal disana, kira-kira hanya ada 22 kepala keluarga bersama anak dan istrinya. diantara 22 kepala keluarga itu, hidup sepasang suami istri bernama Kartina dan Kartono.

Sudah hampir 12 tahun mereka menikah, dan sampai saat ini belum di karunia momongan. Namun dalam penantian bertahun-tahun itu, mereka tetap bersama baik suka, maupun duka. Kartina, adalah anak juragan tanah di desa seberang, desa sukatanem. dan kartono hanya seorang laki-laki yang dibesarkan dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Suatu saat, ibu kartina berkata kepada suaminya:

"pak, sebentar lagi hari ibu kartini. kita rayain yuk sekali-kali"
"heh.. emang ibu kartini siapa toh bu? kok harus di rayakan"
"itu loh pak, yang menggagas emansepasi wanita dan penulis buku habis gelap barulah pulang"
"bapak ga kenal bu.. seumur hidup, bapak kan cuma kenal ibu sama orang tua bapak"
"yah.. pokoknya kita harus rayain titik!" ucap ibu kartina yang melenggang lurus menuju dapur, menyisakan pak kartono yang terdiam kebingungan sambil menatatap istrinya melenggang pergi.

Esok hari, ketika pagi menyingsing dan pak kartono akan berangkat menuju sawah untuk bercocok tanam, ibu kartina pun berucap
"pak, ingat ya besok kita rayain ibu kartini" ucap ibu kartina sambil memasukan rantang untuk makan siang pak kartono. lalu pergi kembali menuju dapur.

Pak kartono masih bingung dengan sikap istrinya, dalam pikirannya, sudah tidak kenal kenapa harus di rayain pula. Dengan sejuta pertanyaan, pak kartono lalu melangkah pergi menuju sawah. dalam pikiran pak kartono , ia merasa kebingungan. Dengan cara apa merayakannya. 

Lalu, dari kejauhan dia melihat sebuah SD yang ada satu-satunya di dusun tersebut. 
"Baiklah, lebih baik bertanya kepada bapak guru disana. mungkin pak guru tahu siapa ibu kartini" ucap pak kartono di dalam hati.

"Permisi pak guru.. apakah saya mengganggu, saya mau bertanya sedikit" ucap pak kartono
"Silakan masuk pak, oh tidak pak, bel sekolah belum berbunyi. lagi pula anak-anak juga belum datang, ada yang bisa saya bantu?"

"maaf pak guru, perkenalkan saya kartono pak, saya tinggal di bawah bukit di ujung sawah sana" ucap pak kartono sembari menunjuk ke salah satu arah panah dengan tangannya.

"ada yang saya bisa bantu pak kartono?" tanya pak guru.

"begini pak, saya mau tanya siapa kan ibu kartini itu? istri saya tiba-tiba ingin merayakannya. saya ngga kenal kok disuruh memperingati?"

"oh, ibu Kartini itu salah satu pahlawan perempuan bangsa indonesia pak, bersama dengan Cut Nyak Dhien atau Martha Christina Tiahahu"

" oh mereka bersama-sama berjuang pak guru?"
"tidak mereka beda jaman, dan beda daerahnya perjuangannya"

"Ibu kartini adalah pejuang persamaan hak dan azasi wanita, sedang cut nyak dien dan martha christina tiahahu adalah pejuang perang melawan penjajah"

"Kenapa harus ibu kita kartini yang di peringati, kenapa mereka selaku pejuang tidak di peringati juga?"

"Bukan tidak di peringati, semua pejuang harus di peringati dan di hormati. Ibu kartini bagi wanita adalah sosok perjuangan kaum wanita, yang saat ini semua wanita di indonesia menikmatinya. sedangkan cut nyak dien dan martha christina tiahahu adalah pejuang yang dapat kita peringati bersama dengan pejuang-pejuangan lainnya dalam merebut kemerdekaan."

"lalu cara memperingatinya gimana pak?"

" Di berbagai daerah sih, cara memperingatinya dengan cara memakai kebaya.. ada yang memakai baju adat wanita selama 1 hari.."

"ohh gitu ya pak, "

*tuuuuuttttttt..* bunyi bel sekolah menandakan murid-murid SD bersiap masuk.

"terima kasih penjelasannya pak guru" ucap pak kartono sembari berusaha meraih tangan pak guru untuk salaman.
"eh sebentar pak kartono..."

Dengan senyum sumringah, pak kartono berlalu pergi. Saat itu juga, langkahnya bukan ke sawah tapi malah ke arah lain, yaitu menuju pasar ambruk di desa seberang.

Esok harinya...

Pagi-pagi buta, saat sang fajar menyingsing di ufuk timur, di sertai kabut putih yang menyelimuti dahan-dahan hijau bersemayam, goresan sapu lidi menyapu tanah ibu kartina menyapa pagi itu. Seperti biasa, halaman rumah selalu dirapikan oleh ibu kartina sebagai kewajiban kebersihan dan olah raga setiap hari.

Pak kartono diam-diam menyimpan sebuah kejutan untuk ibu kartina, dengan melangkah tegap dan senyum terhias di balik kumisnya yang tebal,  pak kartono pun membuka pintu dan berkata
"ibu, lihat hari ini kita rayakan ibu kartini hehehe"
sambil menunjukan baju kebaya warna hijau muda.. yang dipakai oleh pak kartono, lengkap dengan artibut kembennya.

"Astaga bapaaaakkkk!!!" sambil di lemparlah sapu lidi menuju suaminya.



**** selesai***







Tuesday, August 10, 2010

The Girl With A Red Back (capter 1)

di dalam kamar pribadi setelah 15 jam berada di luar rumah
Pukul 03.10 PAGI hari di tanggal 10 - 08 - 2010 masih berfikir ABG


ini adalah salah satu capter novel saya. silakan di baca, gratis.


Prolog
(entah apa artinya kata diatas, yang penting terlihat keren)

Chapter 1
Arti Sebuah Keluarga


Namaku Yudistira, Yudistira Hitaro lengkapnya. Sedikit aneh memang dengan namaku yang mengandung unsur 2 nama yang yang berbeda. Yudistira dan Hitaro, hitaro di ambil dari nama ayahku Hidaeki Hitaro, walau bukan tokoh hebat dari serial TV “kesatria baja hitam”, dan mempunyai kekuatan super melawan gorgom, ayahku mempunyai persamaan, dia useorang warga negara Jepang. sedangkan nama yudistira di berikan ibuku, ibu saya seorang pribumi asli yang bernama Sulastri Ayuningsih.

Beliau sangat cantik sepertiku, namun karena aku seorang pria, maka hanya disebut sedikit mempunyai kemiripan saja. Ibuku Keturunan 2 suku yang berbeda, betawi dan sunda. Keluarga ibuku termasuk keluarga yang kolot, pada saat ibuku seusiaku, mereka ingin anak gadisnya yang masih perawan, menikah dengan pria keturunan pribumi, seorang warga negara Indonesia yang kaya seperti datuk maringgi, atau paling tidak menikah dengan anak seorang pejabat dan itupun pilihan mereka.

Aneh memang, sinetron Siti Nurbaya mungkin kala itu belum ada, tapi ibu saya sempat hampir mengalami kisahnya. Di dalam keadaan terdesak oleh tekanan dari berbagai sudut, mereka akhirnya menikah, namun keluarga ibuku tidak merestui pernikahan mereka, dan akibat hal itu pula akhirnya ayah dan ibu bercerai, saat itu aku berumur 2 tahun 6 bulan. Tak lama setelah itu Ayah kembali ke jepang, dan ibu mendapatkan hak asuhnya terhadapku. Namun sayangnya 6 tahun kemudian ibu meninggal karena penyakit komplikasi dan kelainan jantung.

Dari kecil memang ibu saya mengidap penyakit tersebut, aku tak pernah mengerti waktu itu ketika ibuku setiap harinya minum obat padahal dia tidak sakit, waktu itu katanya dia meminum permen, tapi kalau benar itu permen mengapa aku tidak boleh memakannya pula. Ibuku sangat kuat, dari segi fisik terlhat sangat tegar, mengeluh sakit saja jarang, bahkan tidak pernah ku dengar ibu meminta tolong kepada orang lain untuk menggantikannya mengurusku.

Pernah sesekali saya menggunting rambut seorang anak kecil gara-gara saya tidak suka kepangnya. Atau bahkan berantem dengan anak laki-laki kelas 6 SD. Sewaktu upacara bendera, anak itu aku lempar ke halaman sekolah setelah dia memegang-megang pantatku. Ibuku hanya geleng-geleng.

Dia berkata “besok-besok jangan lempar anak orang ke halaman sekolah” dengan nada kesal.
“lain kali lempar ke saja ke kali atau sungai yang dalam”. Ujarnya dengan senyuman khasnya yang cantik
Aku manggut-manggut

Di hari-hari bersamanya beliau terus saja memberikan senyuman yang mendalam kepadaku, walau tak sedalam sumur di rumah kakek. Senyuman-nya seperti isyarat bahwa seumur hidup ia mempunyai semua kebahagian karena memilikiku. Dan senyumnya adalah senyum pesona seorang wanita, bukan senyum wanita jadi-jadian di taman lawang. Senyumnya adalah kasih sayang seorang ibu. Sebuah pesan kecil yang mengartikan bahwa ibu saya mempunyai senyum kebahagian yang indah.

***

Setelah ibuku meninggal, aku tinggal dengan orang tua ibuku, kebetulan kedua orang tua ibuku hanya mempunyai 2 orang anak, yang pertama om hendrawan lalu kemudian ibuku. Mirip keluarga KB (keluarga berencana). Walaupun pada saat jaman-nya, slogan sosial yang ada adalah banyak anak banyak rejeki. Secara harfiah dalam tata bahasa indonesia yang tidak baku, mengandung arti “bikinlah anak yang banyak setiap hari”.

Om hendrawan sudah berkeluarga dan menetap di Bandung. Maka mau tidak mau aku menemani kakek dan nenek. Kehidupan keluarga kakek dan nenek tidak begitu mewah, malah sederhana. Kami tinggal di kampung bernama utan hilir, pinggiran Kota Jakarta. Tidak begitu kampung, tapi yang penting masih dianggap satu wilayah dengan Kota Jakarta.

Keluarga Yahya Usmaini, begitulah tulisan di papan pagar rumah, yang secara langsung menunjukan nama pemilik tuan rumah, tulisan itu berdampingan dengan nomor rumah saya. itulah salah satu ciri khas kakek. Yang serasa ingin menunjukan siapa nama dari pemilik rumah sederhana ini, yang bukan hanya dari nomor ataupun tipe rumah dengan berbagai tipe, gaya, dan warna. Kakek pernah bilang untung memiliki papan nama itu adalah agar keluarga kita bisa di kenal warga. Yups, benar sekali. Terkenal dengan mudah tanpa harus ikut-ikut audisi, atau bikin pengumuman di mushola atau masjid-masjid terdekat.

Walaupun saya tinggal di pinggiran kota jakarta saya tidak pernah mengeluh atau merasa terkucilkan. Percaya diri! itulah semangat saya. Tinggal di kampung malah menyehatkan saya karena tidak setiap hari menghirup kotornya udara jakarta yang penuh dengan timbal-timbal dari asap segala kendaraan yang lalu lalang merayap seperti tak ada habis-habisnya.

Dan seperti kata kak seto dan si komo, kota Jakarta itu identik dengan kemacetan. Banyak lampu merah, banyak simpangan jalan, banyak gadis-gadis berambut pirang, juga tante-tante pesolek mencari kesenangan dan kegirangan, plus wanita karier ber-rok pendek. Untuk yang terakhir saya suka itu.

Kakek dan nenek saya sudah tua. Di usia mereka yang bersaing dengan pergolakan pembangunan gedung-gedung pencakar langit, di tambah kisruh politik dalam negeri yang berteriak mengatas namakan kesejahteraan rakyat, dan isu-isu sosial maupun hukum, yang menjelma bak sebuah drama kumbara dimana alurnya berbalik “yang jahat yang menang, dan yang baik yang kalah”, itu semua sebuah tontonan monoton yang menemani lembar kisah antara kakek dan nenek.

Hal-hal itu menjadi sebuah pengalaman penting sebagai pembelajaran hidup. Kakek dan nenek telah berusaha mengubah sudut pandang mereka, dari sudut pandang orang tua yang kolot, jadul, dan pandangan yang mengutamakan wejangan keluarga atas leluhurnya. Namun, kini mereka menjadi orang tua yang ber-demokrasi. Dan ber-azaskan pancasila, serta mengutamakan musyawarah sebagai cara agar tercipta kata mufakat.

Bagi mereka sekarang adalah memberikan pilihan untukku dalam memilih hidupku, dengan tata cara yang mereka ajarkan. Apalagi setelah ibu tiada, kasih sayang mereka kepadaku begitu besarnya. Dan akibat kasih sayangnya, mereka memberikan aku pelajaran hidup untuk selalu disiplin, bertanggung jawab, dan mempunyai moral kehidupan yang bermartabat. Ajaran agama yang kuat yang mereka tempakan di dalam jiwaku, untuk kelanjutan hidupku nanti. Dan berkat ajaran mereka, saya terhindar dari pengaruh negatif lingkungan sekitar. Banyak pemuda muda belia, perjaka-perjaka kesukaan tante-tante muda yang bahkan umurnya di bawahku. Mereka sudah mengenal rokok, minuman keras, dan nongkrong-nongkrong di persimpangan.

Bagai masa depan mereka masih sangat jauh untuk di pikirkan dan sudah dapat diprediksikan seperti layaknya seorang peramal, yang sering muncul di TV berusaha untuk mengajak pria dan wanita yang mempunyai telepon genggam untuk menyalurkan pulsanya.

Mereka menganggap bakal berujung seperti orang tua mereka kelak, tanpa memikirkan “ikhtiar” dahulu sebelum menyerah pada keadaan, jadi ingat lagu band D’masiv. Aku tidak menjauhi mereka, atau berusaha untuk mentiadakan keberadaan mereka, justru jika membuat mereka menjadi “antara ada dan tiada” malah membuat saya jadi merinding. Masa saya punya teman berwujud mahluk halus, atau sebangsa Jin. Ah tidak, janganlah.

Bagiku mereka adalah temanku walau bagaimana keadaannya, rupanya, atau bahkan kebiasaannya. Tak sedikit dari mereka adalah temen saya semenjak SD kelas 4, semisal Tono (nama samaran) yang dari dulu senangnya bermain dengan anak perempuan di sekolah. Dan 8 tahun kemudian dia bilang kepadaku bahwa dia adalah gay, seorang pria homoseksual.

Entah apakah homoseksual bersaudara dengan homo sapiens. Malah kadang aku masih berfikir megantrophus erektus apakah seorang pria yang selalu ereksi. Who know’s. Yang pasti jika saya bertemu dengan Tono, paling tidak aku menghindari pelukan-pelukannya saja, suatu kebiasaan Tono bila kami bertemu. Kadang pelukannya, dilakukan bersamaan dengan suara desahan. Itu benar-benar menggangguku.

Kisah mereka bagiku adalah pelajaran berharga dari sebuah keluarga yang utuh namun menyerah pada kondisi maupun keadaan. Menurunnya moralitas untuk hidup disiplin dan berfikir secara rasional. Mengutamakan kebebasan berkehendak tanpa mengikuti norma. Mungkin, ini adalah sebagian kesalahan atau kelalaian orang tua yang minim sekali memberikan perhatian kepada anak-anak mereka, tak sedikit dari mereka memakai sebuah alasan halus yaitu karena hidup mereka kurang secara materi, dalam arti harfiah yang saya anggap kasar, itu semua karena faktor kemiskinan.

***

Sent from BlackBerry® Kreditan!

Thursday, July 9, 2009

Nomad di hari senin dan kutukan putri salju ...

Hari kamis 9/7/2009 ... sehari sehabis pemilu .. katanya sih pesta rakyat .. tapi kok ga ada makan2nya yah ??

Pemilu Presiden Periode 2009 - 2014
Kemarin kita sama-sama sudah melakukan suatu hajatan besar.. yaitu mengadakan pesta demokrasi pemilihan Presiden Replubik Indonesia 2009-2014. yang dimana seperti kita tahu ada 3 kandidat Megawati/Prabowo Subiayanto - (SBY)Susilo Bambang Yudhoyono/Boediono (JK)Jimmy Kokong.. eh salah (JK) Jusuf Kalla/wiranto. Sekian lama saya golput, namun demi ibu sayah yang saya cintai .. sayah tidak akan golput di pemilu kali ini upssss... kok kaya iklan pemilu ... tak apalah toh sudah tidak ada kampanye..
sudah sepantasnya bagi kita semua menghormati hasil dari pemilu yang telah berlangsung. siapapun yang menang tidak perlu di pikirkan, yang terpenting bagaimanakah sikap kita kedepan nanti untuk membangun negara kita yang kita cintai ini dapat lebih baik walau tidak cepat.. hahahaha... iklan kampanye lagi dah ah ...
sesuai dengan DPT (daftar pemilih tetap) yang saya terima hari selasa kemarin, saya pun segera menunaikan kewajiban sayah untuk melakukan pemilihan umum capres dan cawapres Negara Replubik Indonesia.. ada yang saya bikin takjub .. dari DPT tersebut saya ternyata pemilih dengan nomor urut 998.. ckckckc.. ternyata kampus saya sudah banyak ya manusianya..
saya tebak pasti pemilih yang bernomor urut ke-1000 pasti dapet hadiah 1 set piring makan dari pak RT..hahahaha..


Nomad di Hari Senin
Senin yang lalu secara sengaja saya mengenang Euforia masa ketika saya masih remaja dahulu .. ketika sayah masih duduk di bangku SMA.. jaman-jaman sayah masih nomad, ga punya uang tapi yang penting Happy hahahaha..(kayanya sih masih sama sampe sekarang).. sayah pun tertarik untuk nomad, kebetulan hari itu hari senin dan sudah dari 3 minggu yang lalu sayah begitu ingin, sangat butuh, dan benar2 bergairah untuk menonton film transformer.. hahaha..(lebay mode on) tak lama saya calling2an ... sms-an dengan si Endutz... ngajak doi nomad sama-sama. kali ajah bisa mengenang masa-masa muda .. romantisan.. hahahaha...
di jalan sambil nyanyi-nyanyi girang.. debu polusi tak peduli.. macet antara gatsu dan Blok M pun kulalui .. akhirnya dengan berbagai macam rintangan,saya akhirnya sampai juga di Plaza Blok M... (bayangkan senyum sayah ketika tiba di TKP)..

tak lama saya akhirnya menuju ke pintu masuk bioskop yang berada di lantai 6, dekat foodcourt.. hohoho.. tapi kok rasanya perasaan saya ga enak ya .. lirik kanan .. lirik kiri .. banyak anak-anak remaja ya .. benar saja .. terkejut saya ketika memasuki pintu masuk bioskop. .."ramai sangat".. itu yang saya lihat. antreannya tak kira-kira .. ada 3 studio yang menayangkan film transformer dan Ice Age .. namun antriannya berjejer panjang.. wah tidak mungkin saya ikut antri berjejer sepanjang itu .. dashyat memang kedua film ini..
Namun sepertinya bukan itu sajah .. tak terasa saya ternyata seperti menjadi bulan-bulanan lirikan para abg, remaja-remaja wanita disana.. sambil tersipu-sipu saya bertanya-tanya apakah mereka melirik saya karena saya ini ganteng seperti nicholas saputera, atau apa yaa???, ternyata tidak sodara.. saya tersadar.. saya terbangun .. ternyata pakaian saya ini 180 derajat berbeda sekali dengan mereka-mereka para ABG, yupz kebetulan saya masih memakai pakaian kantor formal, lengkap dengan atribut-atribut yang membuat saya seperti om-om esmud yang mencari mangsa.. hahaha ..

"wah lihat tuh om ganteng yang disana, yang di gandeng sama mba-mba itu.. rapi-rapi ..tapi nonton pas Nomad ya.." .. mungkin itu yang bisa saya baca dari pemikiran abg-abg disana .. tak ayal .. akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan acara nomad hari itu. kasihan si Endut juga kalau mpe kecapean ngantri,,,

saya ini bak Putri salju yang di kutuk di oleh penyihir sebelum di cium oleh pangeran.. harus menunggu waktu yang tepat agar bisa menonton film keren itu .. kalaupun tidak bisa .. Harpot (harry potter) yang menjadi pelabuhan film biokop saya nanti. tentunya tidak pada saat nomad kembali.. sayah trauma.. hahahaha...
Tips saya untuk para Blogger.. jika anda ingin pergi nomad inilah barangkali yang dapat anda siapkan.

1. Siapkan uang dan untuk beli karcis dan ongkos
2. Pakai pakaian yang sesuai dengan waktu dan tempat, pakailah pakaian sesuai selera yang penting rapi dan nyaman.
3. Jangan menonton di antara jam 3 - 6 sore.. karena penuh dengan anak-anak berseragam SMA dan SMP (kecuali anda Om-Om Esmud)
4. jangan pernah memakai pakaian kntor resmi, kecuali pakaian kantor santai.
5. terakhir, jangan godaian anak orang .. inget sama yang di sebelah .. hahahaha

sudahlah sekian dari saya.. oia untuk saudari saya putmont .. sorry ya.. beibz.. awardnya nanti ya sehabis gw pulang dari konsinyering.. agak kagag ngerti gw sama Award Elu nih .. hehehehe.. ada tebak-tebakan neh
apa bedanya jimmon sama putri salju ??? kalau bener jawabannya dapet piring sama sendok yaaa...

Sunday, June 14, 2009

whatz up at my home.. indonesia,,

pukul 11:57 hari Senin yang indah karena jam istirahat makan siang telah tiba, sambil ngemil, pacebukan, ye-eman, dan ngetes laptop baru sayah ber-merk ACER 4737z Intel Centrino Core 2 Duo T8500, memory 2 GB, dan hardisk 350 GB, namun masih kredit untuk jangka waktu 3 tahun ke depan.



kaget sayah.. pulang2 ke indonesia .. sayah di hadapkan pada berita-berita yang membuat sayah sampai rajin betul duduk santai, rileks, dan manyun abis di depan tipi. ternyata banyak sekali kasus2 yang terjadi di negara saya ini. dari kasus prita, manohara, ambalat, lalu kasus TKI indonesia .. dan ketatnya persaingan antar capres sehingga menimbulkan dampak negatif. okeh kita bermula pada kasus prita.



masih ingat dengan kasus ibu prita muliasari dengan RS. Omni International.. kasus ini begituh heboh.. bahkan saya melihat ini sebagai kasus yang benar2 membuat saya sangat prihatin. entah mengapa seorang ibu dari 2 anak yang masih kecil lucu dan mungil seperti sayah.. masuk penjara gara2 email pribadi yang tersebar di milist. dan ibu itu di dakwa terkena pasal penghinaan dan pencemaran nama baik pasal 27 ayat 2.. ironisnya pasal itu mengenai pasal ITE. pasal yang seharusnya menjadi pasal yang menjaga para umat netter.. seperti yang di saya baca di www.kompas.co.id, www.detik.com, juga di blog teman sayah si Tika Banget ini menjadi topik yang sangat serius ..

lucunya saya ingat benar gara2 kejadian ini saya diundang oleh berbagai para pengguna facebook untuk bergabung melakukan feedback mendukung ibu prita ini .. dan dalam sehari dari sekian banyaknya pengguna facebook terkumpulah 20.000 lebih facebooker yang mendukung ibu prita hari itu hari itu .. suatu hal yang membuat saya berkata "they are is amazing people...", lalu sayah berfikir .. ini siapa yang salah ? ibu prita, RS. Omni, Polisi atau jaksa nya atau bahkan pasal UU ITE ? terkait hal ini saya mendengar bahwa jaksa-lah yang melakukan penambahan pasal negara.. padahal laporannya belum sampai di situ. anehnya lagi .. niat baik ibu prita tidak di hargai dengan langsung menahan dia tanpa memberikan hak seorang warga negara untuk pamitan atau melaporkan diri ke keluarga-nya. masih ingat kasus bank century,,?? 1,8 trilyun uang masyarakat di rugikan. namun masih ada panggilan 1,2,3 dan kini menjadi buronan... apakah terdakwa kasus korupsi lebih rendah level keamanannya dan juga level kasusnya di banding kasus ibu prita.. semoga ini menjadi pelajaran buat kita2 para pengguna dunia maya..
dan saya harap UU ITE itu memang benar2 menjaga kita para pengguna internet.. bukan malah me"reposisikan" para penggunanya..

saya membayangkan diri sayah, dalam kasus ini. kebebasan berpendapat dan menyampaikan keluhan menjadi suatu yang tidak normatif, tindakan ilegal dan juga berbahaya. sedih saya jika hal ini menjadi suatu simbol atau contoh dari negara sayah yang konon katanya negara ini adalah negara hukum. tapi kok jaksa2 kita jaksa2 yang tidak profesional, ini yang saya kutip dari perkataan jaksa agung atas kesalahan anak buahnya, di beberapa surat kabar.. semoga saja kasus ini benar2 menjadi pendidikan hukum bagi kita. saya termasuk warga negara indonesia yang "AWAM" tentang hukum. dan saya rasa ini akibat tidak adanya pembelajaran secara expandive dan realistis mengenai hukum di negara saya.


kasus Manohara
hmm.. manohara odelia pinot.. jika anda pernah lihat photo saya di pesbuk, ituloh poto saya dengan seorang wanita di pesawat jet pribadi saya.. hahahaha.. tabok jimmon.. ini menjadi kasus yang heboh pula. tak pelak kasus ini menjadi tontonan ibu2 rumah tangga, ibu-ibu PKK, atau tontonan para PRT termasuk sayah.. bukan apa2 kasus ini malah menjadi berita gosip, setiap infotaiment mengangkat topik ini..?? ini sebenarnya topik infotainment apa topik hukum pidana negara sich..?? saya tak kaget jika surat kabar swasta terkenal di jakarta mengatakan kasus manohara menjadi kasus "the Hotest and value price news of the month".. kenapa ada embel-embel value.. ya jelas saja .. kasus manohara ini menjadi daya pikat tersendiri yang menjadikannya terkenal, bukan hanya melalui wajahnya sajah, kasus ini pun mendorong rating shownews dia. saya jadi ingat kasus inul daratista, gara2 goyangannya .. harga pentasnya saja sempat di hargai Rp. 1 milyar ... benar2 sebuah harga yang menarik akibat berjejernya infotainment.
di mata saya .. kasus manohara ini ibarat sebuah sepatu highheels.. harganya mahal, bahannya bagus, namun membuat pegal dan sakit di kaki.(pengalaman waktu di taman lawang loch).. saya harap kasus ini jangan menjadi kasus dengan predikat hot infotaiment exposed but nothing at all can seen.. saya dengar manohara sampai sakit dan tidak bisa ikut prosedural BAP kepolisian RI akibat kecapain tampil di beberapa acara infotainment, dan juga publik newstaiment showbizz.. saya tahu para produser acara2 itu menargetkan manohara menjadi bintang tamu mereka untuk hal menaikan rating acara mereka. namun saya harap sih, semoga itu di jadikan hal yang benar-benar positif, bukan cuma sebagai moment mencari rejeki dadakan, dan benar2 suatu batu pijakan agar masyarakat awam benar2 belajar hukum, dan mengerti tentang hukum itu sendiri.

Kisah kasus PRT dan TKI

ini adalah mengenai kasus yang mendekati pekerjaan sayah, sebagai sesama PRT .. saya merasa cukup prihatin dengan masalah ini.. mengapa tidak, jika anda mendengar apa yang saya dengar tentang ketenaga kerja indonesia pasti anda bisa berfikir, di indonesia apakah sudah tidak ada pekerjaan lagi. asal tahu saja, indonesia adalah negara ke 3 penyumbang tenaga kerja ke luar negeri terbesar di dunia, hebatkan..?? ironisnya level pekerjaan itu ternyata di bawah standarisasi pekerjaan tingkat atas. maksudnya, dari 150.000 orang indonesia yang bekerja di luar negeri, ternyata 72%-nya adalah sebagai pekerja dengan level sebagai PRT, Supir, tenaga lepas, buruh pabrik dan juga sebagai pedagang kaki lima. tak dapat di pungkiri.. banyak-nya kasus tindak kekerasan yang di alami oleh warga negara kita kebanyakan pada tingkat PRT yang kebanyakan adalah TKW (tenaga kerja wanita). ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah, sudah mendapatkan status negara ketiga, masih di tambah dengan level pekerjaan terendah pula, dan kebanyakan dari warga negaranya mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi atau kekerasan secara fisik.
Kasus-kasus TKI yang sekarang ini bermunculan, ini semua bukan kasus baru tapi kasus lama yang dimunculkan lagi. Namun, sadar atau tidak permasalahan TKI tidak ada habis-habisnya dari waktu ke waktu, baik dari sifat maupun kualitas permasalahannya. Karena itu, kerja sama antara Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) diharapkan bisa menekan kasus-kasus TKI. itu kata pemerintah.
kasus TKI yang lagi panas2nya seperti kasus Siti Hajar, Ibu Juwita, dan satu lagi saya lupa namanya.

Anehnya dari banyaknya kasus2 tindakan kekerasan yang di alami para tenaga kerja indonesia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menyatakan jumlah kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri mengalami penurunan cukup drastis dalam dua tahun terakhir. kok bisa terbalik ya pernyataan pemerintah mengenai hal ini. lucu ya.. namun, mungkin saya yang salah.. atau mungkin berita yang terjadi ini cuma suatu masalah yang referensi kasus yang sedikit...

kasus Ambalat..
Duta Besar Indonesia di Malaysia Dai Bachtiar mengatakan hingga kini pemerintah Indonesia dengan Malaysia masih mengadakan perundingan intensif terkait saling klaim kepemilikan wilayah Ambalat antara dua. Selama perundingan belum mencapai titik temu, hubungan kedua negara sempat memanas. Memanasnya hubungan kedua negara terbukti dengan beberapa kali kasus pelanggaran batas kapal yang dilakukan kapal perang Malaysia.
anehnya persengketaan Blok Ambalat yang belum selesai sejak 2003 kalah pamor dengan kemunculan kasus Manohara Odelia Pinot. Kedua kasus ini sangat erat kaitannya dengan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga Malaysia

ada yang sama ga kira2 dari kasus2 diatas.. kecuali kasus ibu prita.. Yupz benar sekali, masalah HUBUNGAN Indonesia dengan negara yang KONON katanya masih satu rumpun. jika kita kait kan masalah2 kasus2 yang terjadi, kenapa hal ini bisa terjadi antara kedua negara yang bertetangga, aneh memang. saya tidak mendukung siapa2, yang saya takutkan adalah sikap dari pemerintah malaysia ataupun warga negara malaysia yang selama ini "menekan" moril negara kita, membuat kita berfikir dua kali dengan kata bilateral yang baik, negara yang serumpun, jangan sampai hubungan ini ternodai dengan kata "perang", saya tebak semua orang pasti bilang perang itu cuma makan biaya, sesuatu yang tidak ada gunanya. namun disisi lain, indonesia adalah negara yang berdaulat, jangan sampai kucing yang manis, yang sedang tidur, di bangunkan dengan tindakan semena-mena sehingga berubah menjadi singa yang marah.. kita doakan sajah semua yang terjadi ini menjadi pelajaran untuk pemerintah, dan kita semua sebagai warga negara indonesia.

lalu pesta demokrasi pemilihan presiden indonesia.
sedikit yang bisa saya cermati, karena maklum pendidikan dasar saya tidak begitu bagus mengenai hal ini. pelajaran tata negara saya nilainya jelek, tidak mendekati cukup. namun itu tidak membuat saya lantas tidak belajar untuk mengetahui politik indonesia, karena sekejam2nya sebuah pelajaran, pelajaran politik lah yang paling kejam. saya kutip dari penyataan bapak Iwan Fals.
saya tahu warga negara indonesia itu semua sudah pintar-pintar. mereka sudah belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu. yang saya tekankan adalah, dari pemilihan ini kita bisa belajar untuk melihat suatu demokrasi indonesia dengan melihat calon2 pemimpin yang kita bisa lihat dari sikap, sifat dan latar belakang sejarah hidupnya. bukan hanya semboyannya dan embel2 perjuangan untuk rakyatnya yang harus kita cermati, kita musti bisa berfikir kritis mengenai hal ini. intelektual dan jiwa kepemimpinanlah yang harus kita lihat. mengenai pilih siapa itu sih hak setiap warga negara, saya tidak akan mengomentari hal ini. namun, setiap demokrasi ada yang namanya "kampanye", baik itu secara tertulis maupun tidak.
saya lihat kebanyakan kampanye inilah yang bisa merusak hubungan antar warga negara, kenapa tidak, setiap embel2 yang di iklankan, atau protokol2 yang di kumandangkan.. ada rasa untuk menyikut, menghakimi, menyalahi, bahkan memustuskan bahwa saingannya itu tidak pantas.
dimana norma-norma positif dan juga kesopanan nya ? apakah kita mau menjadi warga negara yang hanya menonton dengan pasif atas kejadian2 diatas?? yang lucu saya baru baca di surat kabar, bahwa ketika masa jabatan akan berakhir, para wakil rakyat negara ini ingin membuat suatu cinderamata kenang2an. yaitu cincin emas. ini bukan hanya cincin emas biasa, karena apa ? karena biaya untuk pembuatannya menghabiskan uang negara sebanyak 1,8 Milyar. besar ya,,, saya jadi ingat ketika belum lama ini wakil rakyat meminta untuk di belikan laptop sebagai penunjang fungsi kerja mereka. wajar sih, namun yang tidak wajar adalah harga dari laptop itu sendiri, tak kurang dari Rp. 20.000.000 harga untuk 1 laptop. nilai yang fantastis, jika kita melihat laptop itu sebagai fungsi kerja para wakil rakyat. teman saya sajah yang seorang staff IT perusahaan terkemuka dan juga seorang analist sistem terpadu negara RI, harga laptopnya tidak sampai sebesar itu. saya bukannya iri dengan laptop2 wakil rakyat, toh walaupun saya ini bukan orang yang kaya, atau mampu, saya sudah mempunyai laptop yang sesuai dengan kebutuhan saya. cuma kan itu uang negara, hasil pajak para warga, hasil dari sumbangan warga negara yang melihat para wakil rakyatnya malah kebanyakan "terkenal" oleh berbagai kasus.. contoh sajah .. kasus Yahya Zaeni dan Maria Eva, suatu kasus yang mencorengkan norma asusila negara kita. kasus suap agus condro, dan masih banyak lagi kasus2 anggota dewan kita bersentuhan dengan KPK. Apakah ini sebanding dengan fungsi dan juga hasil upaya para anggota dewan yang konon katanya, sangat telah melakukan tugas kerja yang profesional, dan mempunyai hasil kerja yang optimal bagi seluruh rakyat indonesia.

saya sebagai warga negara yang awam, dan tidak tahu-menahu tentang kondisi negara ini secara baik, cuma dapat berdoa.. semoga kita menjadi warga negara yang konsisten dalam betindak dan berfikir. mempunyai pemikiran yang kritis atas nasib bangsa dan negara kita yang kita cintai ini. itu saja yang dapat saya sampaikan, jika ada kata2 yang tidak berkenan di hati, atau malah tidak pantas diucapkan, saya mohon maaf yang sebesar2nya. saya hanya seorang warga negara yang ingin menyampaikan aspirasi pemikiran saya, dan saya harap ini demi kebaikan. terima kasih.

lama blogspot bakal hangus nih... sekalian apa ya gue bikin buku dari pengalaman di blog ini..