Thursday, May 31, 2007

DeJAVu

iseng2 mikir apa yah yang bakal gw tulis di blog gw .. sambil lihat2 gedung jakarta dari balik bus patas Kota - Blok M yang setiap hari makin nambah .. huehuehueue.. tapi tak apalah .. ga lama sambil melamun ria .. tiba2.. "permisi kak.. " ucap seorang gadis .. yupz gadis .. jantung gw kok jadi debar2 neh .. terlihat seorang gadis berparas cantik..mungil.. lucu.. agak sipitz.. pokonya neh cewe mukanya korea banget dech lucu.. gitu .. (thats my really tipe).. "oh silakan" ucap gw yang rada2 salting.. wedewz.. selanjutnya .. ya seperti biasa.. sibodoh ini cuma bisa sekedar2 melirik doi.. huh.. tapi apa coba hubungannya sama judul post diatas ?? nah ini dia .. jawabannya..



kadang kita pasti menemui kejadian2 yang ga bakalan kita duga sebelumnya entah itu baik atau tidak .. ada perasaan dimana kita pernah melakukan hal itu .. dan kadang mungkin kejadian seperti yang gw alami diatas dimana kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita bener2 dag-dig-dug.. katro.. salting gitu .. biasa gw namain "pertemuan pertama dan terakhir" tar ada post judulz itu tenang aja.. truz setelah gw telusuri.. mungkin itu bisa di katakan dejavu.. kenapa dejavu .. dan apasih dejavu ?? yuuukkzz marii...

Dejavu itu adalah situasi dimana kita sepertinya pernah melakukan suatu hal yang akan kita lakukan
Kalau dalam bhs Perancis... Deja=berarti sudah atau telah, Vu diambil dari kata voir = melihat atau memandang. Kalau digabung menurut arti kamus kurang lebih sudah pernah melihat/menjalankan. Secara teori logika:
1. Kemampuan lupa: kita diberi Tuhan kemampuan lupa. walau kita mengerjakan hal yang sama sekalipun setiap hari, tetap saja banyak hal yang lupa. Nah suatu saat kita mengerjakan hal yang sama (dalam hidup dua kali) karena lupa-lupa ingat/ingat-ingat lupa...maka seperti mengetahui kejadian yang belom pernah dikerjakan ....padahal sudah dan sama.
2. Kemampuan otak yang terbatas, apalagi dengan terbiasanya otak mengambil hal-hal yang instant akan menyamarkan sikon sesungguhnya. Sikon yang hampir sama atau sama, karen aotak dibiasakan malas megeksplorasinya maka akan diambil hal-hal yang terdekat saja. Sehingga samar-samar seakan-akan pernah kita kerjakan, padahal hanya sama dalam beberapa hal.
3. Otak diberi kemampuan untuk menyerap semua informasi dan sering kita bangkitakan dengan khayalan2 baik yang disengaja atau tidak. Khayalan-khayalan itu banyak dan semakin mengendap dalam otak kita. Ketika kita merasakan sesuatu hal yang hampir sama dengan yang kita hayalkan, seakan-akan kita pernah merasakannya.

Sumber : dari berbagai bloger2 ..

Read More..

Wednesday, May 16, 2007

Mengenal algoritma

uh .. akhirnya .. jadi juga gw .. berubah sebutan menjadi .. Mahasiswa .. asik deh .. huehuehue...
hari pertama gw masuk kuliah .. gw baru kali ini mengenal mata kuliah Algoritma .. mungkin bagi sebagian orang terlebih lagi pada dedengkot dunia IT pasti mengenak dengan pelajaran yang satu ini coz .. dasar menjadi seorang programmer ya dari sini ...

algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, berbeda dengan
heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugas selesai.Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama. Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan suatu masalah membutuhkan kompleksitas yang tinggi.
Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Usbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada awalnya kata algorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan(sumber : bung Wiki)


Read More