Monday, January 16, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-3 Untuk Wanita



Wanita, seorang manusia yang di ciptakan dari 1 tulang rusuk pria, yang di ciptakan untuk saling berbagi dan menemani. Tuhan menciptakan wanita sama seperti Tuhan menciptakan pria. dan ketika Tuhan menciptakan wanita, ada cerita yang menarik.


Tuhan menciptakan wanita dengan kemampuan yang sangat hebat, Tuhan membuat wanita ketika tersakiti dapat dengan segera memperbaiki dirinya sendiri, atau bahkan dapat memperbaiki orang lain yang tersakiti pula. dapat menyembuhkan luka di hati, menyembuhkan pikiran yang penat, dan mententramkan hati dengan kedua tangannya. hanya dengan disentuh oleh tangannya sembuhlah semua luka dihati.

Walau hanya di ciptakan dengan 1 tulang rusuk pria wanita ternyata dibuat agar dapat kuat menghadapi kenyataan pahit, dan tegar karena di beri ketabahan yang lebih. di beri kesabaran dan juga kekuatan dalam menyelesaikan semua masalah yang ada.

Tuhan menciptakan wanita dengan sifat yang lembut, karena wanita patut untuk dijaga, disayangi dan di cintai. sifatnya yang lembut ini membuatnya menjadi orang yang paling sayang.
Tuhan menciptakan wanita dengan kemampuan yang hebat, hanya dengan dua jurus saja, dapat membuat suasana yang berbeda. Senyum, dengan senyum-nya membuat dunia lebih berwarna, dengan senyumnya membuat suasana menjadi tenang. Seyum yang mempesona, senyum biadadari syurga. Kedua, tangis. dengan setitik air matanya, wanita membuat suasana menjadi SEDIH SEKETIKA, dan hanya wanita yang dapat tersenyum ketika jiwanya menangis. dan Tuhan menciptakan air mata untuk wanita agar dapat mengekspresikan tentang kegembiraan, kebahagian, kesedihan, dan juga kebanggan.

wanita dapat BERAKTING walau dia tahu hatinya sakit.
Wanita dapat TERTAWA padahal didalam hatinya sedih

Wanita itu patut disayang.. dan di cintai, sayangnya kadang mereka ga sadar
betapa berharganya mereka.

Sunday, January 15, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-2 Hei.. Kamu Wanita Berhidung Besar

untuk seseorang yang mengisi hidupnya dengan kegalauan dan sakit hati.


Tulisan ini di dedikasikan untuk kamu wanita berhidung besar, yang terlalu bodoh untuk mencicipi rasa sakit hati. Cuma kamu yang merasakan sakit hati dengan sabar, dan mengetahui sakit itu melebihi banyaknya garam yang ada di lautan. Kata orang bijak, orang baik itu dapat membuka hati seseorang, aku hanya ingin seperti itu, mencoba membuka hatimu, walau aku tahu ada tulisan "siapkan jaket yang tebal, karena di dalam sangat dingin sekali" hati kamu telah membeku.


Ketika kesepian melanda, ada kalimat-kalimat sakti yang kamu tulis, yang bahkan untuk orang bodoh sekalipun tahu, kamu sedang bersedih, dan melampiaskan sepimu bersamaku. Ketika tak ada orang lain disana bahkan tak ada teman , kamu hadir mengisi kesepianku. Di mana setiap jengkal kata-katamu yang menderu, mengebu-gebu, melampirkan sebuah senyum untukku, kata-katanya menyibak kenangan terbaikku. Lalu, ketika jiwa ini kosong tanpa ada yang menemani bagiku itu biasa, yang tak biasa adalah jika aku kesepian tak kutemukan satu hurufpun, yang kamu tulis. Bagiku itu sungguh menyayat hati

Kamu tahu ga wahai wanita berhidung lebar? kamu itu berbeda, dan justru karena kamu sungguh berbeda dengan yang lain makanya kamu sangat menarik.. aku ga peduli hidungmu besar, hingga separuh oksigen di kamar ini kau hisap. Kamu tetap cantik! Setidaknya bagiku seperti itu ..


Apa kau tahu ?? apa yang membuatku sangat bahagia.. itu adalah dimana aku dapat membuatmu tertawa dan memberikan keceriaan kepadamu, suatu saat nanti, dan memberikan kasih sayangku hingga kamu menemukan orang yang tepat. Aku bahagia jika kamu bahagia, walaupun hatiku terasa sakit. Itu lebih baik, daripada melihatmu berlinang air mata, menjemput kenangan lama.
Apakah kau pernah merasakan hal yang seperti ini .. disaat dekat dengannya kau menjadi sangat senang .. hatimu pun merasa sangat gembira .. dan bila kau jauh dari nya kau akan merasa sangat sedih, itulah yang terjadi dalam 30 hari mengenalmu.

By: @jimmylucu

Saturday, January 14, 2012

#30HariMenulisSuratCinta Hari-1 Untuk Kamu Bidadari Berzodiak Leo


Hay…

Entah sudah berapa kali ribuan sapaan yang engkau terima, dan aku hanya menyapamu dengan hay saja. Maaf ya. Seharusnya, sejak pertama kali aku belajar berbicara, aku seharusnya belajar untuk berbicara denganmu, atau paling tidak menyapamu dengan benar.

Untuk kamu, entah takdir Tuhan apa lagi yang direncanakan olehNya. Semua berawal ketika ku ketik acak nama-mu dalam sebuah kotak pencarian di situs social media. Lucunya, karena iseng, kutemukan dirimu, dirimu yang lucu, raut wajah secerah awan pagi hari, dan senyum mempesona mengalahkan rona langit di sore hari.

Waktu terus berjalan, seiring dengan sang waktu, ternyata jarak yang ribuan kilo ini malah mendekatkan kita pada huruf-huruf yang selalu kita tulis bersama, bergantian. Entah, sejak mengenalmu, sudah berapa banyak luka yang kamu sembuhkan. Mungkin kamu tak mengetahui, bahwa setiap detik senyuman yang kamu pancarkan, menghangatkan kembali benih-benih cinta, yang telah rusak atau bahkan telah mati. Kamu adalah obat dimana setiap millimeter hati ini, ternoda oleh luka-luka yang teramat sangat perih. Hingga goresan itu, tercipta hingga jutaan tahun lagi lamanya.

Untuk kamu, kamu bidadari yang masuk kedalam tubuh wanita lucu dan berzodiak Leo, asal kamu tahu, kamu wanita pertama yang belum pernah aku lihat, namun sudah membuat sang rindu memporak-porandakan isi di dalam kepalaku. Oia, asal kamu tahu juga, tatapan matamu yang hangat, telah mencairkan rasa cinta yang membeku. Dulu, aku merasa hampa, dingin berselimut kesepian. Namun kini, setiap detik dalam hidupku, selalu menunggu dirimu, menanti keluh kesah-mu, saling membagi rasa empati, dan sebuah senyum kecil yang hangat, sehangat kopi di pagi hari.

Kita punya persamaan, kita sama-sama suka hujan. Namun sayang, hujan yang kita suka mempunyai arti yang berbeda untuk kita berdua. Kamu, kamu mencintai hujan, karena hujan membuat hatimu terasa nyaman, setiap nada gemerciknya seakan sebuah nada lagu dengan not-not indah yang saling berpadu yang kamu dengar di telingamu. Kamu itu pecinta hujan yang setia, memandang mereka dengan bola mata bulatmu hingga langit terkuras habis tak berdaya. Sedang aku, aku menyukai mereka, hanya untuk menemaniku, menemani rasa kesedihanku. Aku ingin menyatu dalam hujan, karena setiap butir-butir air mataku yang aku keluarkan, akan mengalir bersama aliran hujan yang membelai wajahku. Air mata kesedihan dari mataku itu akan bersatu dengan jutaan butir air hujan lainnya, maka air mata kesedihanku itu tidak pernah menjadi diriku yang selalu kesepian. Hujan bagiku, adalah okestra terindah yang unik, dengan lantunan melodi kenangan, yang seakan menggiringku pada sebuah cerita yang cukup membuat pahit lidahku, kelu dan mati rasa.

Wahai bidadari bertubuh wanita berzodiak Leo. Kamu adalah pisau belati untuk-ku. Aku tahu walau Aku berlari-lari mengejarmu, menanti dirimu yang bahkan dalam hitungan ribuan tahun, hatimu tak akan bisa aku miliki, karena hatimu telah tertangkap oleh senyuman yang lain. Senyum, yang membuat hatimu berjangkar, serta berlabuh di dalamnya. Senyum yang telah membuat dirimu di hujani oleh jutaan sang rindu. Senyum, yang di setiap detik bersamanya adalah sebuah kebahagian termahal.

Aku ingin bercerita, namun malam terlalu larut untuk ku bekukan dengan perasaan cintaku, yang dingin kembali. Aku lelah, aku menyerah. Tubuhku berkata kepada hatiku, sudah hentikan. Hentikan pengembaraan jiwamu. Cukuplah hanya menyayanginya saja. Cukuplah hanya menjadi hujan untuknya, yang membuatnya merasa nyaman, merasa bahagia, dan merasa di cintai. Cukuplah bagimu, sebagai selimut ketika angin dingin kegalauan menerpanya, atau menjadi payung ketika hujan kesedihan melandanya. Bukankah cita-citamu hanya satu? Menjadi seseorang yang berguna.

Maafkan aku yang telah diam-diam menyukaimu, maafkan aku yang bermain-main dengan ke-munafikan hingga menciptakan rasa sayang kepadamu. Maafkan aku telah menulis surat ini, yang membuatmu sakit, bila kamu tahu bahwa, aku membutuhkanmu lebih dari oksigen untuk aku bernapas, dan hidup.

Oleh: @jimmykokong