KOHESIF
KOPI , GULA, dan KUTANG
Di malam ke 1001, pukul 20.11 WSG
(Waktu Saatnya Galau)
Ketika kontrak cinta tidak dapat di perpanjang oleh cerita, maka Mak Erotlah
Jawabannya.
Bulan lalu gue ke Bandung, ke daerah dago tepatnya. disana gue bertemu dengan
beberapa teman lama waktu gue masih menjadi tukang parkir di salah satu kampus
di Bandung. sekarang teman sesama tukang parkir ini sudah menjadi salah satu
dosen di UNPAD dan ada yang menjadi pengusaha distro khusus pakaian renang di
bandung dan jakarta.
cerita punya cerita, dulu kita bertiga pernah suka sama satu cewek, karena
alasan agar ga tenar namanya kita samarin, Kurnia Tantia Anggraini atau biasa
kita singkat jadi KUTANG (nama yang mudah di inget dan simpel). jadi si Kutang
ini kuliah di Kampus Pasundan jurusan Hubungan Internasional. Denger-denger sih
si KUTANG ini ternyata hubungannya ga sebagus nama Jurusan kuliahnya.
Hubungannya dengan para lelaki bisa di hitung dengan jari lama pacarannya, dan
dalam 3 semeter katanya baru pacaran sama 3 cowo.
Boleh di bilang si KUTANG ni cakepnya kebangetan banget. walaupun bagi gue masih
cakepan dian sastro tapi KUTANG itu cantiknya perpaduan antara wajah polos
Miyabie, berbibir seksi seperti Angelina Jolie, dan tubuh gemulai bak artis
india Serena Kapoor. yah pokoknya si Kutang itu jadi incaran para pria
berhidung belang, mancung, pesek, bahkan berhidung babi sekalipun.
awalnya yang pertama kali liat si KUTANG ini Rudi temen gue , mahasiswa yg ga
punya cita2 ini ikut2 jadi tukang parkir karena orang tuanya bercerai. trus
yang kedua wawan, mahasiswa yang seneng banget sama laut, sampe2 kalo punya
anak cowo katanya mau di kasih nama samudera, dan kalo cewe mau di kasih nama
ratu pantai. nama yang cukup seram kalau di tambah arah mata angin.
Nah, waktu itu kita punya cerita unik, gegara kisah wawan yang pernah di tolak
sama cewe sebanyak 12 kali, dam rudi yang konon katanya mantan playboy di
kampungnya di ciamis, makanya mereka mengadakan semacam sayembara gitu, barang
siapah yang bisa mendapatkan hati si KUTANG, maka akan menjadi bos selama 1
bulan. apa enaknya jadi bos? enaknya jadi bos adalah uang parkir yg kita
dapetin 50%nya buat si bos, dan kebutuhan makan minum tidur bahkan pipis, anak
buah yang nyediain.
awalnya gue ga mau ikut tapi alih2 katanya kalau gue ga ikutan maka beban gue sebagai
anak buah dari seorang bos akan lebih besar, makanya gue ikut. malam itu juga
di deklarasikan untuk mendapatkan hati si KUTANG, deklarasi itu di beri nama
"PEJU TATANG" Pejuang Cinta Kutang" trus karena namanya ga oke,
akhirnya di ganti nama jadi "DEKAP AKU" - Deklarasi Perjuangan Asmara
Kutang.
oke minggu pertama, rudi temen gue yang udah pake behel sejak masih SMA ini
orangnya romantis abis ternyata, khusus buat si KUTANG, rudi ngebuat sajak
cinta yang tiap malem dia tulis berlembar-lembar, dari kata kucing hingga
tertulis "engkau bagai bunga arizona yang membuat suku dayak
menyembahmu". Dasar si rudi asli ketek gajah, sejak kapan suku dayak
pindah ke arizona. dari sekian banyaknya puisi yang di buatnya hingga
berhari-hari, dan ratusan bunga mawar yang dia peroleh dari hasil ngutang sama
teteh winda, hasilnya adalah penolakan halus di hari ke 5 pendekatannya. kasian
rudi pujangga from ciamis.
lalu si wawan, pria kontemporer jadul berjenis manusia pemakan daun lalapan ini
lain lagi cara pendekatannya. dari hasil tabungan dan jerih payahnya sebagai
tukang parkir profesional, akhirnya dia memecahkan celengan ayam jago yang
lebih mirip anak dinosaurus bagi saya. "beraaakkkk..." bunyi pecahan
celengan yang di lontarkan wawan ke lantai. ternyata wawan melakukan loby2 semi
matrial bangunan dengan membelikan KUTANG sebuah HP. hanya saja taktik wawan
kali ini tak semulus HP yang merknya panjang itu. konon katanya itu HP pertama
yang kameranya 1 Mega Pixel.
ga sengaja, gue lihat wawan di tolak sama si KUTANG, kasian si wawan. karena
kesal wawan melempar HP beserta Boxnya ke arah sungai. ga lama HP itu di di
lempar, gue lalu mencari HP itu, karena gue berfikir, kasian wawan, uang jerih
payahnya masa di lempar ke kali, gegara perempuan seperti KUTANG. beruntungnya
saya, HP dan box2nya tidak nyebur kesungai, masih ada di pinggiran, hanya saja
kotor terkena tanah merah. Dengan bermaksud mengembalikan HP itu, gue pulang ke
kostan kami bertiga, tapi di tengah jalan gue berfikir, ga mungkin wawan bakal
menerima HP itu lagi, hmm.. setelah berfikir lama akhirnya gue jual HP ini di
Kios HP di daerah Tegalreja. Lumayan karena masih baru harganya ga jauh dari
harga baru. gue mau kasih uang hasil jual HP ini ke wawan dengan dalih bayar
utang, gue pernah punya utang bayar kuliah sama wawan.
sampe di kostan wawan sama rudi udah nunggu gue ternyata, mereka merencanakan sesuatu karena
labil habis tolak sama KUTANG. mereka melakukan kongsi dua orang pria sakit
hati dengan menyuruh gue mempercepat dalam bertindak untuk mendekati KUTANG,
dan membalas dendam mereka. jujur, ga ada yang lebih menakutkan dari tampang 2
orang jelek sejelek2nya dengan mimik sakit hati di tolak cewe.
Besoknya dengan modal nekat, gue coba dekati KUTANG, gue sih pasrah ajah,
karena emang gue ga punya tampang kaya anggota SMASH, malah konon katanya
cakepan SULE daripada sayah. satu2nya cara agar gue bisa dekat dengan KUTANG,
adalah gue selalu datang ke perpustakaan dan membaca kisah-kisah tokoh dunia,
maupun hukum birokrasi internasional yang gue sendiri beneran ga ngerti.
1 hari 2 hari 3 hari, seminggu gue sering ketemu sama dia, dan ngobrol bersama
sehabis baca buku di perpus, ternyata KUTANG selain cantik asik juga. Dia jago
ngelawak ternyata, gue yakin kalo udah
lulus kuliah KUTANG cocok STAND UP Comedy karena intelektual kelucuannya ga
abis-abis. dan emang kita cocok juga, gue hobbinya ketawa dia hobbynya
ngelawak. karena sudah semakin dekatnya hubungan kami, gue mencoba untuk
mengajak dia kencan di malam minggu. dan bagai Dewa Judi yang menang main
poker, gue kaget bukan kepalang, dia menerima ajakan kencan gue . akhirnya, gue
berfikir ga mungkin gue pertama kali kencan dengan seorang perempuan cakep, gue
ajak dia ke tempat biasa-biasanya aja, akhirnya bermodal uang hasil dari jual
HP wawan, gue sewa mobil taksi dan reservasi resto di daerah bandung Selatan.
Uang hasil dari jual HP memang belum gue kasih, kebetulan wawan pulang kampung
selama 16 hari.
Malam minggu gue jemput KUTANG dengan taksi sewaan dan gue ajak dia ke kafe
"The Peak" orang Bandung pasti tahu kafe itu dimana. yang pasti,
suasana malam kota bandung yang berkerlap kerlip cantik bisa terlihat dari atas
lobby kafe itu. Kencan malam ini sangat menarik, KUTANG yang cantik dengan dresses
warna merah menyala itu seperti bunga mawar di hamparan lapangan bulo yang
hijau. kontrast. kami saling bercengkrama sampai akhirnya gue ingin ... apa
namanya .. hhmm kalo kata abege sekarang "i shoot her" nembak gituh.
opening talknya kopi.. KUTANG bahas cinta waktu kita ngopi.
KUTANG : jim, menurut elu cinta itu apa sih ?
GUE : pertanyaan elu serius ga ?
KUTANG : Seriuslah, bosen kali canda sama elu .. lu dah tahu semua candaan gue ,
tar garing lagi
GUE : okeh, hmm.. menurut gue cinta itu seperti gula.. dia manis, tapi dia
juga bisa jadi kopi saat dia menjadi pahit. menurut gue cinta itu ya hanya ada satu, kopi dan gula
jadi satu, maka jadi perpaduan yang baik. itu menurut gue .
KUTANG : hmm.. kopi ya, gue juga suka
banget minum kopi, tapi esensi gue beda
sama kamu ..
GUE : bedanya dimana ?
KUTANG : bagi gue dunia itu penuh bumbu
realita, bumbu itu bernama kesedihan. dan Kopi membuat gue merasa nyaman, makanya kesedihan gue hilang karena Kopi membuat gue nyaman. anggap kopi itu cinta, tapi kopi itu
pahit, makanya gue butuh gula, agar
membuat manis kopi itu, gula dalam hidup gue itu temen, sahabat dan keluarga.
GUE : .. spechlees
KUTANG : dan elu mirip si gula itu, bukan karena elu manis ya jim, hehehe..
tapi karena elu temen gue yang bikin
hidup gue semakin nyaman. dan gue bersyukur punya seorang temen yang bisa
membuat hidup gue bertambah manis.
GUE : ....
Diam sebentar, akhirnya gue tahu apa
yang dimaksud dengan KUTANG. iya, gue ngerti arah dari yang pembicaraan antara KOPI
dan GULA ini. ternyata prinsip kita berbeda. namun paling tidak gue sebagai TEMAN, sudah menjadi gula yang membuat
cinta dan hidupnya semakin manis. Malam itu gue ga jadi nembak KUTANG, gue jadi-in malam itu sebagai dua orang teman yang
saling berbicara dari hati kehati, yang melepas semua kepenatan di malam yang
indah.
Setelah nganter pulang KUTANG kembali ke kostannya, gue balik ke kostan 3 orang teman yang idiotnya
saling tukar menukar. sesampai di kostan, gue ceritain apa yang udah gue lakukan malam ini, gue emang ga jadi nembak KUTANG, tapi gue sadar gue menemukan persahabatan di malam itu. dan gue bahagia memiliki temen2 idiot yang berjuang
bersama-sama, dan seorang teman yang cocok seperti kopi dan gula, yang bila di
padukan akan menjadi kenikmatan persahabatan.
Denger-denger dari wawan sama rudi, sekarang KUTANG kerja sebagai manager HUMAS
di salah satu televisi Swasta di Jakarta yang berada di daerah Mampang
Prapatan. banyak cerita yang bisa kita dapatkan dari kisah2 antara kita dan
teman maupun sahabat kita, yang membuat kita semakin menjadi pribadi yang
berkarakter.
Diakhir pertemuan gue dengan temen2
idiot gue di bandung, wawan yang
sekarang semakin gembul setelah jadi pengusaha distro, bertanya :
wawan : "jim, elu dapet duid darimana bisa sewa taksi sama ajak makan
malam di kafe terkenal? lu aja bayar kuliah minjem sama gue "
gue : ".........." #terdiambingung