Sunday, December 7, 2008

The Lost Boy

07-12-2008 -13:43

Mata anak itu terpejam sebentar diantara peluh yang mengalir, dan bergerak mengikuti gravitasi bumi, raung-raung dan gelegar besi-besi beroda bersuara lirih mengaduh .. membisingkan kedua kuping anak ini.. tak lama anak ini pun duduk diantara 2 pepohonan rindang, untunglah di panas nya cahaya sang penerang dunia ada 2 pohon yang baik hati, yang bersedia di tumpanginya, diantara bayangan yang memelit tanah dengan akar-akar yang kuat dan kekar.. bersibak dua tiga langkah besarnya.

Sudah tak terhitung berapa banyak langkah kaki yang di gerakan anak itu, sendal jepit yang sudah usang itu menjadi saksi bisu betapa sakit kakinya yang panas akibat gesekan sendalnya yang tipis dan buaian aspal memanjang. di bukanya sebuah tas kecil tak bermerek, yang terbuat dari beberapa lembar kain putih, sebuah tas yang tidak begitu layak di pakai namun sangat mahal dan berartinya tas itu bagi si anak karena tas jelek itu di jahit sendiri dengan tangan ibunya..

Diambilnya sebuah plastik minyak kecil yang berisi sepotong kue, dari tas anak itu. sepotong kue yang kecil, kue yang hanya sekali lahap orang dewasa, kue yang tidak di jual di mall-mall, kue tidak di beri kotak lalu di beri banner dan harga. ya .. hanya sepotong kue, sepotong kue dari kasih sayank ibunda untuk mengisi perut sang anak di siang hari itu.. hanya sepotong kue,, tak apalah, toh baginya perutnya tak merasa lapar kembali, baginya sepotong kue yang terbuat dari kasih sayank dan cinta ibunda sudah cukup. tak pantas baginya untuk berharap banyak, yang penting mimpinya terus bergeming memberontak untuk mengisi impiannya selama ini.

Diusap peluh dari dahinya dengan tangan kecil anak itu, tangan yang hanya tinggal di lapisi kulit dan tulang, tangan seoarang anak yang polos yang hanya bisa tersenyum melihat seorang bapak-bapak berusia, memakai peci serta jas coklat muda, lengkap dengan atribut-atribut warna dan nama-nama yang aneh.. di bacalah perlahan-lahan kalimat yang tercentang di gambar besar yang menyempitkan kota-nya yang benar2 sumpek, "pilihlah saya, calon walikota anda.. saya akan membuat impian kota kita menjadi kenyataan.." ah .. impian.. mewujudkan impian..?? anak itu lalu berdiri, sambil berdiri tegap mengarah gambar itu anak itu tersenyum, baginya mimpinya hanya satu, ia hanya memimpikan rezeki yang halal yang dapat di terimanya, rezeki yang bisa untuk menghidupi kedua adiknya yang masih kecil-kecil, rejeki yang bisa diberikan kepada ibunda, karena selepas pergi ayah tercinta.. ibunda yang tak pernah lagi terlihat tersenyum..

sudahlah .. serasa tenaga sang anak sudah pulih kembali... lebih baik meneruskan perjalannya menjual beberapa koran sore, sebelum hari menjelang malam.. sebelum hujan turun nanti, karena biasanya sore hari pasti hujan deras mampir.. sebelum melangkah anak itu berdoa, ya tuhan,, jika ini langkahku, berikanlah langkah yang halal bagiku, ya tuhan jika ini jalanku, berikanlah rezeki yang halal bagiku,, amin.

15 comments:

  1. om..ini to cerpen nyah om..sip de..

    ReplyDelete
  2. jadi inget lagunya bang iwan

    anak sekecil itu berkelehi dengan wwaktu dipaksa pecahkan karang... lemah jarimu mengepal

    ReplyDelete
  3. waah jimmy....tumben nih serius posting-annya....daleemmm euy...

    sungguh miris bacanya...

    keren ceritanya

    ReplyDelete
  4. pen9antaR yan9 maniez jimmon..:)

    s!s! laen dari jimmon yan9 ternyata meman9 montok heheh..

    ReplyDelete
  5. cerpen yg menyentuh.

    hiks...hiks...

    ReplyDelete
  6. bagus bgt sih jim tulisannya..
    deskripsinya cukup detail en ceritanya simple tp touchy..

    ReplyDelete
  7. terima kasih atas dukungan teman-temansekalian .. terus terang ini adalah sebuah kisah nyata.. saya hanya menumpahkan cerita ini menurut versi sayah.. sekali lagi terima kasih teman-teman.

    ReplyDelete
  8. cie...kali ini tulisannya dalem yah..

    ReplyDelete
  9. waaaaaaaaaaaaaaah, tumben jimot tobaatttt...

    keren2 jim! beneran! terusin!

    ReplyDelete

Silakan comment, curhat, kritik, dan saran disini. Gratis.

Melangkah

Tuhan ,  Aku adalah laki-laki yang Engkau ciptakan dari zat tanah, berontak menerjang sehingga berada di kandungan Dunia menyambutku...