Friday, December 17, 2010

ketika kita ragu pada pilihan yang kita pilih...

01.22 - @gedung palma one lantai 9.. sehabis meeting dengan client untuk project akhir tahun. senilai 76 milyar rupiah.



suatu ketika saya pernah di tanya oleh seorang kawan,
"jim.. apakah kamu sudah merasa cukup ??"

sebenarnya pertanyaan itu sangat mudah karena tidak mendetail, tapi cukup rumit untuk di jawab karena kemana arah dari pertanyaan itu sangat luas, atau dengan kata lain universal. sungguh menjadi bingung untuk di jawab.

oke, rasanya saya ga cocok ngomong serius.. soalnya saya sendiri kenapa jadi ketawa-ketawa ini ketiknya. lepas dari pertanyaan itu .. saya pun segera meng-aplikasikan pertanyaan itu dengan pengalaman yang saya pernah lalui.. the stories begins

yg pertama ketika saya masih sekolah, saya pernah ditanya sama ayah saya:
"jim, kamu mau masuk sekolah favourit atau negeri biasa?"
saya jawab "paporit dunk pih.." saya jawab lantang, namun sebenarnya ragu karena saya pikir, SMA paporit yang saya mau masuki itu terkenal dengan sekolahnya para jenius. Dan, siapa saya? jenius engga.. Odouble+N ia(o2n) ..
dan benar sajah.. ketika kelas 1 nilai saya hancur semua.. matematika, fisika, biologis, kimia, dan semua mata pelajaran yang berhubungan dengan Angka-angka.

Dari pengalaman itu akhirnya saya mengambil hikmah:
"jangan memilih aku bila kau tak setiaa... " issshhhh bukan.. bukan itu..

"jangan memanggul bulan, bila air laut tak habis kau minum" yang artinya jangan memilih sesuatu yang berlebih yang kadang tidak sanggup untuk kita lakukan untuk memulainya.

lalu apa yang kita lakukan kalau kita terlambat karena sudah memilihnya?
pilihannya hanya dua, lanjutkan dengan tekad dan pendirian teguh dan optimis bahwa pilihan yang kamu pilih tepat, atau mundur sebelum yang kokoh berubah menjadi arang hitam dan hancur menjadi abu.

ya saya tahu berbicara gampang, tapi saya sudah membuktikannya. karena jiwa saya termasuk orang yang mempunyai prinsip "jangan pulang sebelum menang berperang" akhirnya saya memilih opsi pertama. dan syukurnya kelas 2 dan 3 saya rangking terus walau dibawah 5..
dah lulus dengan nilai yang baik.

pilihan itu ada baik dan ada buruk, ada bermanfaat ada yang tidak, ada yang berat ada yang gampang. namun 1 jangan ragu untuk memilih sesuatu yang ada di dalam hati kita.

4 comments:

Gilang Kinasihan said...

ah jimmon, saya tau rasanya itu.. kadang emang satu kebanggaan tersendiri untuk memilih memanggul bulan, meski kita suka minum air laut tapi gak abis keminum (lah jadi kacau begini peribahasa)

tapi saya yakin jim, kalo emang kita memilih hal yang seperti tersebut, dan kita berhasil untuk melaluinya dengan baik, mungkin emang hal tsb yang sanggup kita jalani, dengan berbagai perjuangan tentunya..

tetep semangat jimmon!

eh kalo dapet 76 milyar jangan lupa komisi 10% ya (apeuuu lagi awak ni)

cheers!

Fenty Fahminnansih said...

:) jangan memilih jika tak sanggup memanggulnya ... sukaaaa kata itu :D
tumben amat serius pak, seperti obrolan2 kita di facebook dulu itu xD

Andri Edisi Terbatas said...

gw suka banget sama bagian akhir jim..."jangan ragu untuk memilih sesuatu yang ada dalam hati kita"...mantap...^_^

Jimmy Yulius Kokong said...

@gildud - ^_^ tetap semangat gildud ..

@fenty - kayanya it ulagunya anank - dan dewi persik fen ? hehehe

@andri - heheh gw juga suka bait2 selasar petuah di blog lu ndri .. mantap bro ..