Tuesday, November 22, 2011

Sebuah Cerita Patah Hati..


Konon, 2000 tahun yang lalu terkisah sebuah cerita dimana kisah cinta yang rumit tercipta. Kisah ini terjadi di dalam dinasti Ming. Kisah ini terjadi antara seorang Jendral Ming, dengan musuh abadi mereka dari negeri bernama Ling Sio Lung. Selama berabad-abad mereka selalu berperang, dan pada akhirnya terjadi kemelut yang terjadi di antara mereka, titik sebuah peperangan besar yang menentukan nasib kedua kerajaan tersebut.

Dan, anehnya sebuah hal yang sangat amat mengherankan, Jenderal Ming, Tze Hu Min jatuh cinta dengan seorang wanita mata-mata Ling Sio Lung bernama Lie Hua. Seperti cerita cinta lainnya, kisah cinta mereka tidak gampang. Apalagi mereka di pertemukan dengan kondisi kewajiban mereka yang harus saling membela Negara masing-masing. Tidak seperti cerita Romeo dan Juliet dimana mereka berdua mati karena meminum racun, kedua pasangan ini akhirnya bertemu di medan perang, dan mati demi Negara masing-masing meninggalkan cinta abadi yang tidak akan pernah dapat bersatu.

Yang lucu dari cerita ini adalah, sebelum peperangan yang terjadi, malam harinya Jenderal Tze Hu Min memberikan sebuah hadiah bagi Lie Hua, 1 kuntum mawar putih, dan 108 kuntum mawar merah. Kuntum-kumtum itu adalah sebuah tanda cinta dari Jenderal Tze Hu Min, sesuai kepercayaan mereka tentang sesuatu yang abadi. Kejadian ini menjadi sebuah tradisi, yang akhirnya menjadi sebuah kebudayaan tersendiri. Di Taiwan, akhirnya mempercayai bahwa jumlah tangkai mawar yang dikirim untuk pasangan kita menyimpan sebuah pesan tertentu. 1 kuntum mawar putih artinya “kamu satu-satunya di hatiku”, sementara 108 kuntum mawar merah berarti “maukah kamu menikah denganku dan hidup untuk selamanya”

Indahnya cinta kedua pasangan itu, namun saying cinta mereka tidak akan pernah bisa bersatu. Memang yang paling menyakitkan dari semua cerita cinta adalah kejadian “patah hati”. Dan, semua orang termasuk saya, berusaha untuk mencoba menghindari itu. Tapi, terkadang dengan adanya patah hati, kadang memberikan kita sebuah efek menghargai apa yang dinamakan CINTA. Sakit hati, kecewa, dan patah hati sebenarnya dapat memberikan efek jera yang jika salah diartikan akan memberikan efek yang negatif. Namun secara sadar dan harfiah, sebagai manusia yang dapat berfikir, semua hal pasti ada sisi positifnya.

Ada pepatah mengatakan, “buah yang akan kamu makan adalah buah dari hasil apa yang telah kamu tanam sebelumnya” maka kejadian yang terjadi dalam hidup kita, sebenarnya adalah hasil dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Sadar atau tidak, kita semua pernah melakukan kesalahan. Entah kesalahan yang buruk atau tidak, semua itu akan berakhir setelah terakumulasi dengan kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.

Patah hati memang berat, lebih berat lagi patah hati dalam kondisi kita sedang terpuruk. Percayalah saya juga mengalaminya, bila saja waktu dapat kita atur akan dapat kembali ke masa lalu, pasti akan menjadi gampang untuk kita. Kita akan mengatur waktu agar bisa mengulangi semua keadaan-keadaan yang dapat menghapus kesalahan kita. Namun, itu semua tidak mungkin terjadi. Kita harus realistis menghadapi semua yang terjadi. Jujur, patah hati adalah konsekuensi yang terjadi akibat kesalahan kita yang sebenarnya harus kita terima.

Lalu, apakah kita tidak boleh bersedih? Tidak juga. Sebagai manusia, wajar bila kita bersedih, kecewa, marah, bahkan depresi. Sebagai manusia biasa, kita punya kontrol emosi yang sangat susah untuk di atur. Ini memungkinkan kita terjebak dalam keadaan yang terpuruk yang membuat kita bersedih karena terluka. Namun sekali lagi, kita juga engga boleh bersedih terlalu panjang. Masih ada kesempatan untuk mencapai hidup bahagia asalkan nafas ini masih berhembus.

Kita memang ga bisa meminta waktu untuk kembali, tapi paling engga kita masih bisa mengembalikan kesalahan-kesalahan kita dengan cara memperbaikinya. Seperti sebuah kaca spion di motor atau di mobil kita sebagai pengendara, anggap masa lalu adalah apa yang terlihat di kaca spion motor atau mobil kita, dengan melihat masa lalu bukan berarti kita tidak dapat maju, atau menghindar dari kenyataan.

Justru, dengan melihat masa lalu kita dapat menghindari kemungkinan buruk atau kesalahan-kesalahan yang akan terjadi. Fungsi kaca spion bukankah alat yang membantu kita menhindari kecelakan atau hal buruk yang berada di belakang kita, dan membantu kita agar dapat lebih hati-hati bukan ??

Kini bagi saya patah hati adalah salah satu perjalanan hidup yang memang harus di lewati, yang membuat saya dapat belajar untuk memahami, menyayangi, dan juga menjadi lebih peka, dengan apa yang harus saya akukan dan rasakan. Demi sebuah kebahagian, kita harus bisa bangkit dan berdiri walau perjalanan menuju kebahagian itu panjang dan penuh rintangan. Memang engga mudah, tapi semuanya akan percuma dan tidak akan berarti, bila kita tidak melakukan apa-apa.


“tidak ada yang benar-benar tahu kedalaman cinta, sebelum datangnya saat-saat perpisahan, dan tidak ada yang tahu betapa berartinya dirinya, sebelum kamu kehilangannya” – Kahlil Gibran



1 comment:

Majalah Masjid Kita said...

Luka ini bertubi - tubi menghantam hatiku.., tak ku elakkan semuanya.., aku hanya berfikir cinta ku kepadamu yg tak akan pernah pudar walau selalu saja kau sakiti aku..