Sunday, October 30, 2011

Malam Minggu


Di sebuah tempat yang sangat sejuk, dimana tempat ini di kelilingi oleh para bidadari. tempat ini bukan syurga, tapi sebuah tempat dengan berjuta nama-nama cantik terpasang.

Di negara saya konon malam minggu itu malam yang keramat, kenapa tidak ya ga kenapa-kenapa sebenarnya, tapi efek dari malam itu bermacam-macam. Dari kumpulan abege dengan behel maju 5 cm, sampai orang tua yang mencari anak gadisnya yang di bawa kabur pacarnya. Banyak kisah yang di mulai dengan malam minggu. Saya aja tercipta mungkin akibat malam minggu, ya mungkin aja papa mama saya itu kencannya dimalam minggu, atau mereka ketemu di malam minggu waktu lagi kongkow2 di bioskop. its sounded possible right?




Oia kenapa saya bilang malam minggu bisa jadi malam keramat setelah malam jumat, karena kalau malam jumat itu yang keluar malam-malam setan, maka kalau malam minggu yang keluar ya itu "jomblo ngenes". Itu dua-dua-nya punya persamaan loh, sama-sama nyeramin, atau istilah di twitter, #memetwit (twit memedi). itu yang namanya sore menjelang malam minggu banyak banget para jomblo2 baik cowo atau cewe dandan rapi-rapinya tanpa peduli, kiri kanan atas atau bawah, motto mereka hanya satu saat itu, "laku ngga laku musti cakep!"

Kebetulan pan saya ini ngga atau belum terlalu tua lah yak, nongkronglah ceritanya saya di suatu kafe yang konon katanya berstandar internasional gitu.. saya bertiga sama temen, yang lain minum coffee saya pesen milkshake. hilir mudik ini kita bercerita dari masa-masa pergi ke taman safari bermodal sendal jepit seharga 20 ribu, sampai cerita tentang temen yang baru beli sendal 2 juta rupiah waktu jalan2 ke hongkong, intinya ya sama2 beli sendal. terus kita ngomongin tentang malam minggu kebetulan kita bertiga emang pernah jomblo semua, dan saya manusia sangat beruntung, dimana sebagai pemuda paling rendah umurnya, saya pernah merasakan sebuah hubungan cinta yang romantis kaya kayu manis, tsaelaahhhhhh...

30 puluh menit kemudian, datanglah seorang wanita yang hmm... aduhai indah nian parasnya, semlohay sekali bentuk tubuhnya walau terlihat mungil, serta cakap sekali suaranya, duduk dengan rapi mengarah ke arah kami bertiga. Wanita itu memanggil pelayan dengan suara yang lembut sekali, dengan pakaian tren model terkini, high heels 7 cm, Casual dresses atas warna putih susu yang terbuat dari bahan cotton+lacce di padu dengan rok pendek warna hitau tua berbahan ciffon, wanita itu duduk bersila kaki dengan cantik. Sambil menyereput gelas kecil berisi Caramel Machiatto, yang low sugar, wanita itu sesekali terlihat melirik kearah kami. Jujur, apa saja yang dilakukan oleh wanita bertubuh langsing itu selalu saja terlihat menarik bagi kami. Sepertinya dia tahu minuman apa yang pantas dengan suasana hatinya saat itu, karena sesekali kami melihat senyumannya.

"Kutebak wanita itu sedang menunggu pacaranya!" kata temanku Ewbie
"Ah ngga mungkin, wanita cantik itu sendirian nunggu pacar, terlalu cantik di biarkan sendiri" sahut temanku satu lagi bernama Hafiz
"Atau mungkin dia sedang menunggu kalian berdua untuk maju kenalan dengannya?" sahutku pelan, yang serentak membuat kedua temanku mengalihkan pandangannya kearah wajahku.
"fiz loe duluan kenalan gih.." ucap ewbie
"lu aja deh bro duluan yang kenalan, lu lebih rapi" ucap hafiz membalas. Aku hanya mendengarkan mereka saling mencoba untuk mencari alasan agar dapat berkenalan dengan wanita itu, lalu tiba-tiba suasana sunyi, tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka, dan pertama kali kulihat setelah berpaling dari cangkir besar milshake-ku, hafiz dan ewbie memandangiku. Wajah mereka mentautkan sebuah senyuman licik. Ah tidak, aku jadi kambing hitam lagi..

"permisi mbak, boleh saya duduk di sini?" tanyaku sambil menunjuk kearah kursi kosong yang ada di sebelah wanita itu.
"sebutkan alasan yang tepat, agar saya bisa mengizinkan kamu duduk di kursi kosong itu?" jawab wanita itu dengan lembut, namun cukup membuatku berkeringat dingin berfikir mencari jawaban yang tepat.
"mohon maaf sebelumnya, saya dari bagian lembaga survey indonesia, kami sedang men-survey kemandirian wanita indonesia, dan saya lihat mbak ini selain terlihat cantik juga terlihat mandiri, mbak ini pulang kerja atau seorang freelincer?" tanyaku yang entah apa dia mempercayainya.
"haduh mas, saya ga ada waktu untuk urusan semacam survey itu, sepertinya anda salah orang" ucap wanita itu menangkis semua yang telah aku katakan, sembari mencari benda di dalam tasnya yang berwarna putih, persis seperti warna atasan dresses wanita itu.
Aku kehabisan ide, aku lirik kearah kedua temanku, ewbie dan hafiz, aku memberi kode bahwa aku sepertinya gagal untuk men"jembatani" kedua temanku untuk berkenalan dengan wanita itu, namun mereka malah membalas memberi kode untuk tetap berusaha kenalan, jangan menyerah dulu, lucu sekali mereka, ga ada usaha sama sekali. Tak sengaja aku melihat sebuah pin emas, dengan logo hati, persis seperti pin kepunyaanku, yang aku dapat departemen pendidikan yang diberikan atas prestasi, sebagai penulis cerita novel berbakat berbahasa indonesia terbaik, 2 tahun silam.

"sepertinya saya ga salah orang mbak, saya pernah melihat mbak deh, mbak itu pemenang ID award Kementrian Pendidikan karena menjadi jurnalis berbahasa indonesia terbaik tahun ini kan ?" ucapku berusaha menebak. sekejab wanita itu menolehkan pandangannya, mungkin kaget, atau mungkin dia merasa tidak nyaman.
tapi tebakkanku sirna, pandangannya ke arahku melunak dengan menyimpulkan sebuah senyuman manis.
"saya memang pemenang jurnalis amatir indonesia, tapi bukan tahun ini, tahun lalu" ucapkan sambil menyimpulkan sebuah senyuman kecil, hingga terlihat lesung pipi.
"oh, maksud saya seperti itu mbak, saya sangat tertarik untuk membahas dan bertanya tentang pengalaman anda, anda memang cocok dengan apa yang ingin kami survey" ucapku.
"lah, anda ini kan mau mensurvey saya kok, malah ingin membahas dan bertanya? anda ini wartawan apa tim survey?" tanya wanita itu dengan nada mengintrogasi. Saya melakukan kesalahan, dengan menyebut membahas dan bertanya-tanya. Dem.
"jadi survey ini metodenya observasi mbak, kami akan bertanya beberapa agar dapat mengetahui sedikit dari orang-orang yang kami survey, percayalah kami mensurvey ga sembarang orang mbak, kami memilih orang yang tepat untuk melingkupi sebagian besar wanita-wanita indonesia" ucapku yang semakin lama malah seperti seorang salesman.

"jadi, boleh saya duduk, dan memulai tugas saya mbak ?" ucapku menengahkan posisiku, dan mencoba berusaha untuk berkenalan dengan wanita itu setelah nuansanya melunak.
"anda itu termasuk pria yang ga kenal menyerah ya mas, masih saja berusaha" ucap wanita itu sambil menggelengkan kepalanya.
"sudah tugas mbak, jadi ... gimana?"
"okey,, boleh deh,, tapi saya ga punya banyak waktu ya" balasnya sembari memegang cup cangkir coffee, dan menaikan alis tebalnya berusaha memberi kode "oke".
"oke nama saya jimmy kokong, mbak namanya siapa maaf?" tanyaku
"anda survey saya ga pake formulir atau menulis di sebuah form mas?" tanya wanita itu sebelum membalas pertanyaanku.
"gapapa mbak, saya pake mac saya ini, ga perlu menulis di form" balasku sembari tersenyum, menyerit. wanita ini memang sangat kritis sekali.
"okeh, Nama saya Andita Pramoedithya" ucapnya. nama yang bagus dan memang nama itu sudah saya kenali sebelumnya, ga nyangka wanita yang saya coba kenali ini adalah penulis terkenal, penulis cerita fiksi romansa terbaik 2010.
"oia, pekerjaan mba Andita sekarang ini apa ?" tanyaku lanjut.
"saya lagi belajar jadi seorang author, penulis mas" jawabnya
"hmm.. lagi menulis buku apa?" tanyaku pura-pura tidak tahu.
"saya penulis novel mas, penulis amatir" ucapnya merendah.
setelah sedikit bertanya-tanya saya mencoba untuk memberikan kesempatan kepada kedua kedua teman-ku yang nampak tak sabar untuk melanjutkan tugasku mensurvey, agar dapat lebih mengenal wanita ini lebih dekat. ketika kedua temanku melanjukan tugasnya, aku kembali menuju meja dan bangku tempat kami duduk tadi, kulihat ewbie dan hafiz masih sibuk berpura2 sebagai petugas survey, dengan melanjukan pertanyaan2 aneh lainnya kepada wanita itu.

Akupun ke kamar kecil karena merasa kebelet pipis, kubiarkan saja kedua temanku itu besama wanita itu, lagipula barang2 kami ga terlalu jauh dari mereka bertiga. Sekitar 5 menit aku di toilet, dan ketika aku mencuci muka, terdengar suara ringtone SMS dari handphone, aku lihat nomor pengirimnya tidak aku kenali, dan ketika aku baca isinya sungguh membuatku kaget :

"hai mas Jimmy, saya andita yang tadi mas jimmy coba kenalan dengan alasan survey, mas jimmy cocok loh jadi aktor, tadi aktingnya bagus kok, mas jimmy kan pemenang ID Penulis Indonesia Terbaik 2009 kan? oke simpan ya nomor saya, lain kali kita ngobrol lagi tapi jgn jadi petugas survey ya, petugas survey ga ada yang pake jaket logo Blogger mas hehehehe, salam buat temannya, temen mas jimmy lucu2"


jrenggg.. hmm.. saya akhirnya ketawa sendirian di dalam toilet, sambil memegang jidat sepertinya saya kena batunya, gara-gara kedua teman saya ini. sekembalinya dari toilet, saya lihat kedua teman saya duduk kembali di meja awal kami, aku lihat mereka bercanda tersenyum sendiri seperti anak kecil di kasih permen lolipop.

"udah selesai surveynya?" tanyaku berusaha pura2 ga tahu apa2.
"udah sob.. eh thanks ya udah coba2 usaha buat kita" jawab ewbie
"eh iya sob tadi kita minta nomornya dia , trus dia minta nomor kita, termasuk elu sorry yak" lanjut hafiz. "sorry ya jim, ga bilang2 abis dia juga minta nomor kita bertiga,, trus dia pergi buru-buru hehehehe" lanjut hafiz
Aku hanya tersenyum kecil, ini anak dua jadi korban tingkah laku kita bertiga, apa malah jadi korban perkenalan saya dengan penulis terkenal, ya udahlah namanya juga cerita hidup, just ordinary day with new experience. hehehehe.....

So malam minggu ga akan menjadi kelabu, yang menjadi kelabu adalah perasaan kita sendiri untuk menyikapi keadaaan. dan ironisnya, setiap jiwa-jiwa kita adalah manusia yang sulit bersyukur dengan apa yang sudah di berikan Tuhan kepada kita. Jadi siapa yang bakal mencoba trik berkenalan dari saya ini ? dont try this without wall face yak.. hahahahaha...

@luvhara
Jimmy Yulius Kokong

No comments: