Tuesday, October 13, 2015

SATU KISAH DI MALAM NATAL

- Dalam serpihan hujan yang turun dari bahtera langit. tersudut membisu.
Tangan kaku bergerak untuk menyapu pulir air yang mengalir di pipi.
Tuan dan nyonya, tunduklah sedikit kepada waktu untuk mengeja sebentar -
25 Desember 2012



PIPER

"Aku adalah patung yang tak bisa bergerak untuk membelaimu, sedang engkau bersandar di bahuku dan bersedih." gumam ku 

"lu ngomong apaan Can? itu kerjaannya udah selesai belom?" tanya ebi yang tiba-tiba sudah berdiri di samping kubikel meja kerjaku.

"Eh.. engga. maaf iya ini gue lagi kerjain" ucapku kaget dan spontan merapikan meja kerjaku.

"chan.. gue tahu lu lagi banyak masalah, tapi gue harap lu bisa focus." ucap ebie menasihatiku. lalu pergi meninggalkan dokumen yang ia selipkan diantara dokumen yang menumpuk diatas meja kerjaku.

Kutatap jendela kantor yang mulai berembun. hujan pagi ini membuat dingin semakin menusuk kulitku. Sudah 5 hari ini aku kerja di salah satu provider internet di bilangan Jakarta. Dengan bantuan ebie aku akhirnya diterima bekerja disini, sebagai seorang analist system.

Tepat 3 minggu yang lalu aku masih terbaring di rumah sakit. membuka mata setelah 18 hari tubuhku di pasang alat untuk bertahan hidup. Entah, apakah keajaiban atau kesengsaraan. Aku masih bisa di selamatkan dari malaikat maut yang kutunggu untuk menjemputku. 3 botol obat serangga ku tenggak bagaikan ku minum jack daniel untuk melepaskan depresiku. 

Aku duduk di tangga darurat, aku merasa sepertinya butuh waktu sejenak menyendiri sebelum melakukan aktifitas kerjaku kembali. 
kurogoh handphone yang ada di kantong celana jeansku. handphone usang yang setiap tombolnya sudah terhapus oleh gesekan kulit jariku. satu-satunya benda yang aku anggap kenangan. 

ku tekan tombol hanphone itu berkali-kali, hingga menimbulkan satu nama yang tertulis di layarnya. 
Natalia Destyana
Sejenak aku tertegun. ku tekan tombol warna hijau.
"haloo...??"
"halooo.. dengan siapa ini?"
Dengan cepat ku tekan tombol warna merah.
Jantungku berderu cepat, keringat dingin berbulir di keningku. ku genggam erat hanphone usang ini. ada sesak yang kurasakan. Mataku terasa panas. pandanganku kabur, tersisa tetesan yang mengalir memberontak tak dapat kutahan.


GABRIEL

"siapa yang nelp?"
"engga tahu.. main tutup aja"
"oh orang iseng kali..."
"iya kayanya, nomornya aku ga kenal. 2 hari yang lalu juga nelp tapi ga ada suaranya.."
"orang iseng kali yank"
"iya mungkin.."
"kamu udah coba sms nomor itu? tanya mungkin dia kenal kamu cuma bingung mau bicara apa.."
"ga usah.. orang iseng aja kayanya"
"yank bisa mampir di belanova ga sebentar.."
"ngapain?"
"mau beli pizza panggang kesukaan nadya"
"oh yaudah.. nanti kita keluar di sentul selatan aja kalau gitu"
"yank.."
"iyah"
"kamu kapan fitting lagi?"
"minggu depan... kenapa?"
"gapapa, kalau aku pengen lihat kamu pakai gaun itu. pasti cantik"
"emang sekarang aku ga cantik?"
"cantik kok... kalau ga cantik mana mungkin aku pilih kamu menjadi calon istri aku"
"gombal..."


PIPER

Sore ini, selepas pulang kerja. aku duduk di halte tua yang tak terpakai di depan gang rumahku. menatap jalan raya yang penuh sesak kendaraan hilir mudik bergerak.
"Chandra....." 
suara yang khas terdengar di kupingku. seorang yang kukenal 15 tahun ini. yudi. sahabatku sejak sekolah dasar.
"kenapa yud?"
"chan.. maaf ya. gue sebenarnya ga mau ganggu privasi lu. tapi gue bawa kabar buruk yang harus gue bilang, karena amanah"
"pernikahan Natali?" ucapku lirih
"hmm.. lu udah tahu? sorry ya chan" ucapnya menahan rasa bersalah sambil memberikan undangan pernikahan.
"thanks yud.." ucapku pelan. lalu pergi meninggalkannya, melangkah pulang.

Setelah menunaikan sholat Isya, sejenak aku duduk di balkon rumahku. Kucoba untuk membuka undangan yang diberikan yudi kepadaku. 

Undangan Pernikahan
Salam Damai

Besar harapan kami untuk mengundang saudara/i/ bapak/ibu 

dalam pernikahan kami :

Tommy Prawiradja ST, 
dengan
Natalia Destyana, S.Si

yang di pimpin oleh pastor Paulus kenta OMP.Cap
Hari        : Minggu 12 januari 2012
Tempat   : Gereja Kristus Bogor
               Jl. Siliwangi No. 51

Kami yang  berbahagia.

Kel. Besar Bpk. Demetrus prawiradja dan Ibu Liliana prawiradja

Kel. Besar Bpk. Yonan Sunardji dan Ibu Delfina 

"Akhirnya kamu menemukan kebahagianmu sendiri.." ucapku lirih.



GABRIEL

"sayang, maaf ya. besok malam aku ga bisa antar kamu ke gereja"
"loh kenapa yank? bukannya kamu libur?"
"ada kecelakaan di pabrik, aku harus selesain. tapi aku janji temenin kamu misa pagi pas hari natal"
"yaudah deh .. kamu tapi ga kenapa-kenapa kan?"
"engga papa, udah ya. nanti aku telp lagi"
"oke, hati-hati ya.."

Beginilah nasib jika mempunyai pasangan seorang pria yang mempunyai tanggung jawab tinggi terhadap pekerjaannya. bahkan urusan yang harusnya bisa di tangani oleh orang anak buahnya, harus dia sendiri yang turun tangan. orangnya benar-benar perfect.
Aku mengenal tommy setahun ini. 3 bulan setelah pertemuan pertama kami di Belanda, dia langsung melamarku. Entah, kenapa aku bisa langsung mensetujui permintaannya tanpa aku fikir2 kembali. tommy memang sosok yang baik, benar-benar type cowo yang aku kagumi setelah... 
Setelah laki-laki bernama chandra. Oh Tuhan, mengapa aku harus mengingat sosok laki-laki itu lagi....

dering handphone...

"halo..."
"halo dengan siapa ini?"
"Nana.." ucap suara itu lirih. 
Aku mengenal suara ini. Dan, panggilan itu, hanya satu orang yang memanggilku nana. orang yang sudah pernah menemani hidupku selama 8 tahun. seorang yang pernah ku cintai, Chandra.
"Chan... kamu chandra.."
"apakabar? na.."
"aku baik chan.. kamu.. kamu bagaimana?"
"aku sudah menerima undanganmu, selamat ya" ucapnya kembali seperti berusaha dengan nada ceria, namun malah terdengar lirih.
aku tidak bisa berkata apa-apa, air mataku bergejolak mengalir deras. aku berusaha dengan sangat kuat untuk menahan air mata dan senggukan. kujauhkan handphone yang ku genggam, aku tidak ingin pria itu mendengar tangisanku.



PIPER

Aku termenung sendiri. ada sisa penyesalan yang hinggap di hatiku selepas menelpon natalia siang ini. entah darimana keberanian yang aku kumpulkan untuk bisa meneleponnya.
Aku tak kuat untuk lama-lama menelponnya. hanya bisa memberikan ucapan selamat, tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
Malam ini langit tak nampak mendung, padahal aku sangat menunggu turunnya hujan malam ini. Badai kalau bisa mah.
tak lama dering sms memecah lamunanku.
"chan, malam ini aku tunggu kamu di tempat kita pertama kali bertemu"
Kutarik berat nafasku. beban di pundakku serasa semakin berat.



GABRIEL DAN PIPER

"sudah lama?"
"engga, baru aja duduk.. "
"kamu kurusan.."
"kamu makin cantik"
"aku serius.. kamu kenapa kurus begitu? kamu sakit"
"aku ga sakit, berat badanku cuma turun 28 kg"
"kok bisa?"
"aku diet.."
"udah lama ya chan"
"iyah.. 2 tahun ya"
"3 tahun na.."
"oh.. engga ah 2 tahun, kan belum ganti tahun"
"selamat ulang tahun ya.."
"belum jam 12, masih jam 8"
"gapapa biar jadi orang pertama yang bilang.."
"chan. aku minta maaf.."
"aku ga bisa.."
"ga bisa apa?"
"aku ga bisa maafin kamu.."
"iya aku tahu, kamu baka..."
" aku ga bisa maafin kamu sebelum kamu janji sama aku"
"janji apa ?"
"kamu harus bahagia"
"maksudnya?"
"aku ga akan maafin kamu, kalau kamu ga bahagia dengan hidupmu sekarang dan nanti"
"aku akan bahagia.. untuk kamu"
"engga.. bukan untuk aku, tapi untuk kamu.."
"na.."
"ini untuk kamu..."
"apa ini?"
"buka aja.."
"kalung salib ?"
"iyah.. biar kamu rajin ibadahnya. kamu ga pernah absen kan ke gereja?"
"iyah chan. kamu juga ya, jangan lupa sholat 5 waktu.."
"chan... "
"kamu ga marah kenapa aku memilih tommy setelah kita bersama selama 8 tahun ini?"
"engga"
"kenapa ngga marah?"
"kamu tahu kenapa aku jatuh cinta sama kamu na?"
"kenapa?"
"karena aku menemukanmu diantara jutaan wanita yang ada di dunia ini, yang membuatku jatuh cinta. perpisahan adalah resiko yang harus aku terima. aku ga mau mati penasaran karena jatuh cinta sama kamu, lalu aku biarkan saja"
"kamu lucu... sebentar sejak kapan kamu romantis gini?"
"aku juga bisa ngelawak kalau kamu mau.."
"chan..makasih ya."
"sudah malam.. aku harus pulang"
"chan.. aku minta maaf dan terima kasih. aku tahu kamu terluka, aku juga chan. tapi aku harus memilih realita yang terjadi. aku bisa kamu juga pasti bisa"
"iya aku tahu na.. "
"udah kamu pulang, sebelum turun salju.."
"sejak kapan jakarta turun salju"
"bogor emang ga turun?"
"bogor kota hujan bukan kota salju.. garing ihh"
"kamu ga ke gereja?"
"besok pagi aja.. aku males"
"ya udah kita ke mesjid yuk takbiran"
"busyeeettt.. chandraaaaaaa"

Natalia & Chandra - tertawa bersama. 







No comments: