Sunday, June 14, 2009

whatz up at my home.. indonesia,,

pukul 11:57 hari Senin yang indah karena jam istirahat makan siang telah tiba, sambil ngemil, pacebukan, ye-eman, dan ngetes laptop baru sayah ber-merk ACER 4737z Intel Centrino Core 2 Duo T8500, memory 2 GB, dan hardisk 350 GB, namun masih kredit untuk jangka waktu 3 tahun ke depan.



kaget sayah.. pulang2 ke indonesia .. sayah di hadapkan pada berita-berita yang membuat sayah sampai rajin betul duduk santai, rileks, dan manyun abis di depan tipi. ternyata banyak sekali kasus2 yang terjadi di negara saya ini. dari kasus prita, manohara, ambalat, lalu kasus TKI indonesia .. dan ketatnya persaingan antar capres sehingga menimbulkan dampak negatif. okeh kita bermula pada kasus prita.



masih ingat dengan kasus ibu prita muliasari dengan RS. Omni International.. kasus ini begituh heboh.. bahkan saya melihat ini sebagai kasus yang benar2 membuat saya sangat prihatin. entah mengapa seorang ibu dari 2 anak yang masih kecil lucu dan mungil seperti sayah.. masuk penjara gara2 email pribadi yang tersebar di milist. dan ibu itu di dakwa terkena pasal penghinaan dan pencemaran nama baik pasal 27 ayat 2.. ironisnya pasal itu mengenai pasal ITE. pasal yang seharusnya menjadi pasal yang menjaga para umat netter.. seperti yang di saya baca di www.kompas.co.id, www.detik.com, juga di blog teman sayah si Tika Banget ini menjadi topik yang sangat serius ..

lucunya saya ingat benar gara2 kejadian ini saya diundang oleh berbagai para pengguna facebook untuk bergabung melakukan feedback mendukung ibu prita ini .. dan dalam sehari dari sekian banyaknya pengguna facebook terkumpulah 20.000 lebih facebooker yang mendukung ibu prita hari itu hari itu .. suatu hal yang membuat saya berkata "they are is amazing people...", lalu sayah berfikir .. ini siapa yang salah ? ibu prita, RS. Omni, Polisi atau jaksa nya atau bahkan pasal UU ITE ? terkait hal ini saya mendengar bahwa jaksa-lah yang melakukan penambahan pasal negara.. padahal laporannya belum sampai di situ. anehnya lagi .. niat baik ibu prita tidak di hargai dengan langsung menahan dia tanpa memberikan hak seorang warga negara untuk pamitan atau melaporkan diri ke keluarga-nya. masih ingat kasus bank century,,?? 1,8 trilyun uang masyarakat di rugikan. namun masih ada panggilan 1,2,3 dan kini menjadi buronan... apakah terdakwa kasus korupsi lebih rendah level keamanannya dan juga level kasusnya di banding kasus ibu prita.. semoga ini menjadi pelajaran buat kita2 para pengguna dunia maya..
dan saya harap UU ITE itu memang benar2 menjaga kita para pengguna internet.. bukan malah me"reposisikan" para penggunanya..

saya membayangkan diri sayah, dalam kasus ini. kebebasan berpendapat dan menyampaikan keluhan menjadi suatu yang tidak normatif, tindakan ilegal dan juga berbahaya. sedih saya jika hal ini menjadi suatu simbol atau contoh dari negara sayah yang konon katanya negara ini adalah negara hukum. tapi kok jaksa2 kita jaksa2 yang tidak profesional, ini yang saya kutip dari perkataan jaksa agung atas kesalahan anak buahnya, di beberapa surat kabar.. semoga saja kasus ini benar2 menjadi pendidikan hukum bagi kita. saya termasuk warga negara indonesia yang "AWAM" tentang hukum. dan saya rasa ini akibat tidak adanya pembelajaran secara expandive dan realistis mengenai hukum di negara saya.


kasus Manohara
hmm.. manohara odelia pinot.. jika anda pernah lihat photo saya di pesbuk, ituloh poto saya dengan seorang wanita di pesawat jet pribadi saya.. hahahaha.. tabok jimmon.. ini menjadi kasus yang heboh pula. tak pelak kasus ini menjadi tontonan ibu2 rumah tangga, ibu-ibu PKK, atau tontonan para PRT termasuk sayah.. bukan apa2 kasus ini malah menjadi berita gosip, setiap infotaiment mengangkat topik ini..?? ini sebenarnya topik infotainment apa topik hukum pidana negara sich..?? saya tak kaget jika surat kabar swasta terkenal di jakarta mengatakan kasus manohara menjadi kasus "the Hotest and value price news of the month".. kenapa ada embel-embel value.. ya jelas saja .. kasus manohara ini menjadi daya pikat tersendiri yang menjadikannya terkenal, bukan hanya melalui wajahnya sajah, kasus ini pun mendorong rating shownews dia. saya jadi ingat kasus inul daratista, gara2 goyangannya .. harga pentasnya saja sempat di hargai Rp. 1 milyar ... benar2 sebuah harga yang menarik akibat berjejernya infotainment.
di mata saya .. kasus manohara ini ibarat sebuah sepatu highheels.. harganya mahal, bahannya bagus, namun membuat pegal dan sakit di kaki.(pengalaman waktu di taman lawang loch).. saya harap kasus ini jangan menjadi kasus dengan predikat hot infotaiment exposed but nothing at all can seen.. saya dengar manohara sampai sakit dan tidak bisa ikut prosedural BAP kepolisian RI akibat kecapain tampil di beberapa acara infotainment, dan juga publik newstaiment showbizz.. saya tahu para produser acara2 itu menargetkan manohara menjadi bintang tamu mereka untuk hal menaikan rating acara mereka. namun saya harap sih, semoga itu di jadikan hal yang benar-benar positif, bukan cuma sebagai moment mencari rejeki dadakan, dan benar2 suatu batu pijakan agar masyarakat awam benar2 belajar hukum, dan mengerti tentang hukum itu sendiri.

Kisah kasus PRT dan TKI

ini adalah mengenai kasus yang mendekati pekerjaan sayah, sebagai sesama PRT .. saya merasa cukup prihatin dengan masalah ini.. mengapa tidak, jika anda mendengar apa yang saya dengar tentang ketenaga kerja indonesia pasti anda bisa berfikir, di indonesia apakah sudah tidak ada pekerjaan lagi. asal tahu saja, indonesia adalah negara ke 3 penyumbang tenaga kerja ke luar negeri terbesar di dunia, hebatkan..?? ironisnya level pekerjaan itu ternyata di bawah standarisasi pekerjaan tingkat atas. maksudnya, dari 150.000 orang indonesia yang bekerja di luar negeri, ternyata 72%-nya adalah sebagai pekerja dengan level sebagai PRT, Supir, tenaga lepas, buruh pabrik dan juga sebagai pedagang kaki lima. tak dapat di pungkiri.. banyak-nya kasus tindak kekerasan yang di alami oleh warga negara kita kebanyakan pada tingkat PRT yang kebanyakan adalah TKW (tenaga kerja wanita). ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah, sudah mendapatkan status negara ketiga, masih di tambah dengan level pekerjaan terendah pula, dan kebanyakan dari warga negaranya mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi atau kekerasan secara fisik.
Kasus-kasus TKI yang sekarang ini bermunculan, ini semua bukan kasus baru tapi kasus lama yang dimunculkan lagi. Namun, sadar atau tidak permasalahan TKI tidak ada habis-habisnya dari waktu ke waktu, baik dari sifat maupun kualitas permasalahannya. Karena itu, kerja sama antara Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) diharapkan bisa menekan kasus-kasus TKI. itu kata pemerintah.
kasus TKI yang lagi panas2nya seperti kasus Siti Hajar, Ibu Juwita, dan satu lagi saya lupa namanya.

Anehnya dari banyaknya kasus2 tindakan kekerasan yang di alami para tenaga kerja indonesia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menyatakan jumlah kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri mengalami penurunan cukup drastis dalam dua tahun terakhir. kok bisa terbalik ya pernyataan pemerintah mengenai hal ini. lucu ya.. namun, mungkin saya yang salah.. atau mungkin berita yang terjadi ini cuma suatu masalah yang referensi kasus yang sedikit...

kasus Ambalat..
Duta Besar Indonesia di Malaysia Dai Bachtiar mengatakan hingga kini pemerintah Indonesia dengan Malaysia masih mengadakan perundingan intensif terkait saling klaim kepemilikan wilayah Ambalat antara dua. Selama perundingan belum mencapai titik temu, hubungan kedua negara sempat memanas. Memanasnya hubungan kedua negara terbukti dengan beberapa kali kasus pelanggaran batas kapal yang dilakukan kapal perang Malaysia.
anehnya persengketaan Blok Ambalat yang belum selesai sejak 2003 kalah pamor dengan kemunculan kasus Manohara Odelia Pinot. Kedua kasus ini sangat erat kaitannya dengan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga Malaysia

ada yang sama ga kira2 dari kasus2 diatas.. kecuali kasus ibu prita.. Yupz benar sekali, masalah HUBUNGAN Indonesia dengan negara yang KONON katanya masih satu rumpun. jika kita kait kan masalah2 kasus2 yang terjadi, kenapa hal ini bisa terjadi antara kedua negara yang bertetangga, aneh memang. saya tidak mendukung siapa2, yang saya takutkan adalah sikap dari pemerintah malaysia ataupun warga negara malaysia yang selama ini "menekan" moril negara kita, membuat kita berfikir dua kali dengan kata bilateral yang baik, negara yang serumpun, jangan sampai hubungan ini ternodai dengan kata "perang", saya tebak semua orang pasti bilang perang itu cuma makan biaya, sesuatu yang tidak ada gunanya. namun disisi lain, indonesia adalah negara yang berdaulat, jangan sampai kucing yang manis, yang sedang tidur, di bangunkan dengan tindakan semena-mena sehingga berubah menjadi singa yang marah.. kita doakan sajah semua yang terjadi ini menjadi pelajaran untuk pemerintah, dan kita semua sebagai warga negara indonesia.

lalu pesta demokrasi pemilihan presiden indonesia.
sedikit yang bisa saya cermati, karena maklum pendidikan dasar saya tidak begitu bagus mengenai hal ini. pelajaran tata negara saya nilainya jelek, tidak mendekati cukup. namun itu tidak membuat saya lantas tidak belajar untuk mengetahui politik indonesia, karena sekejam2nya sebuah pelajaran, pelajaran politik lah yang paling kejam. saya kutip dari penyataan bapak Iwan Fals.
saya tahu warga negara indonesia itu semua sudah pintar-pintar. mereka sudah belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu. yang saya tekankan adalah, dari pemilihan ini kita bisa belajar untuk melihat suatu demokrasi indonesia dengan melihat calon2 pemimpin yang kita bisa lihat dari sikap, sifat dan latar belakang sejarah hidupnya. bukan hanya semboyannya dan embel2 perjuangan untuk rakyatnya yang harus kita cermati, kita musti bisa berfikir kritis mengenai hal ini. intelektual dan jiwa kepemimpinanlah yang harus kita lihat. mengenai pilih siapa itu sih hak setiap warga negara, saya tidak akan mengomentari hal ini. namun, setiap demokrasi ada yang namanya "kampanye", baik itu secara tertulis maupun tidak.
saya lihat kebanyakan kampanye inilah yang bisa merusak hubungan antar warga negara, kenapa tidak, setiap embel2 yang di iklankan, atau protokol2 yang di kumandangkan.. ada rasa untuk menyikut, menghakimi, menyalahi, bahkan memustuskan bahwa saingannya itu tidak pantas.
dimana norma-norma positif dan juga kesopanan nya ? apakah kita mau menjadi warga negara yang hanya menonton dengan pasif atas kejadian2 diatas?? yang lucu saya baru baca di surat kabar, bahwa ketika masa jabatan akan berakhir, para wakil rakyat negara ini ingin membuat suatu cinderamata kenang2an. yaitu cincin emas. ini bukan hanya cincin emas biasa, karena apa ? karena biaya untuk pembuatannya menghabiskan uang negara sebanyak 1,8 Milyar. besar ya,,, saya jadi ingat ketika belum lama ini wakil rakyat meminta untuk di belikan laptop sebagai penunjang fungsi kerja mereka. wajar sih, namun yang tidak wajar adalah harga dari laptop itu sendiri, tak kurang dari Rp. 20.000.000 harga untuk 1 laptop. nilai yang fantastis, jika kita melihat laptop itu sebagai fungsi kerja para wakil rakyat. teman saya sajah yang seorang staff IT perusahaan terkemuka dan juga seorang analist sistem terpadu negara RI, harga laptopnya tidak sampai sebesar itu. saya bukannya iri dengan laptop2 wakil rakyat, toh walaupun saya ini bukan orang yang kaya, atau mampu, saya sudah mempunyai laptop yang sesuai dengan kebutuhan saya. cuma kan itu uang negara, hasil pajak para warga, hasil dari sumbangan warga negara yang melihat para wakil rakyatnya malah kebanyakan "terkenal" oleh berbagai kasus.. contoh sajah .. kasus Yahya Zaeni dan Maria Eva, suatu kasus yang mencorengkan norma asusila negara kita. kasus suap agus condro, dan masih banyak lagi kasus2 anggota dewan kita bersentuhan dengan KPK. Apakah ini sebanding dengan fungsi dan juga hasil upaya para anggota dewan yang konon katanya, sangat telah melakukan tugas kerja yang profesional, dan mempunyai hasil kerja yang optimal bagi seluruh rakyat indonesia.

saya sebagai warga negara yang awam, dan tidak tahu-menahu tentang kondisi negara ini secara baik, cuma dapat berdoa.. semoga kita menjadi warga negara yang konsisten dalam betindak dan berfikir. mempunyai pemikiran yang kritis atas nasib bangsa dan negara kita yang kita cintai ini. itu saja yang dapat saya sampaikan, jika ada kata2 yang tidak berkenan di hati, atau malah tidak pantas diucapkan, saya mohon maaf yang sebesar2nya. saya hanya seorang warga negara yang ingin menyampaikan aspirasi pemikiran saya, dan saya harap ini demi kebaikan. terima kasih.

3 comments:

PuTLie said...

cuma mau komen... tulisannya kok banyak banget sih jim? :p jadi binun mau mulai darimana hahahahahaaaa (padahal emang males baca). Yang penting udah komeng lah ya eyke :D

JiMmY luVhaRa said...

hahahaha.. udah belom put makan orangnya ??

wi3nd said...

saIyah ju9a seba9ai warNe9aRa donesia yan9 maseh san9ad awam jim,terkesan san9ad den9an bahasan dirimu kale inih,panjan9 ban9ed dan n9ena pisan euy.. :D

betuL ituh semuana,sebenerna adakah keadiLan yan9 sejatina dine9eri ini?
>> klu curhat lewat email jd mikir..hehe
>> mano oh hara. males dech sekaran9 n9ikutin berita ini,jdari simpati jd antipati,tau dech lama2 kok kaya cari sensasi..
>> siti hajar,bukan satusatuna tkw yan9 diseksah dine9eri oran9,seba9ai penyumban9 devisa terbesar ba9i ne9eli indonesia tercinta ini harusnya mendapatkan perhatian dan perlindun9an yan9 lebih,klu suda be9ini apa cuba?memalukan sajah,makana wat para capres dan cawapres jan9an obral janji duanks ehhe..
>> ambalat..hemm ne da jelas jelas melan99ar,jan9an kaseh ampyun doonn.9ayan9 malaysia yan9 selalu mencari 9ara2,haruskan satu pulau kita lepas kembali **oh 9ooootttt..

kyaaa...napa jadi ikutan panjan9 ju9a komen daku ya..*nepok jidat..

ahh..jimmon..welkambeks to indonesiaaaaaaaaa.. :)