Friday, August 27, 2010

Cerpen (CERita Panjang Entah Namanya)

pukul 22:41 .. duduk diantara gadis ber-rambut pirang yang sedang asik bercakap2 dengan bahasa entah apa namanya. ah saya nikmati saja, mumpung gratis ini. lumayan daripada ga ada kerjaan di rumah.




sudah pukul 10 lewat, dan malam ini angin terasa dingin menyemilir..
Kevin menebarkan senyum indahnya kepada ditta.
ditta yang sedari tadi menunggu laki2 itu, langsung membalaskan kembali senyumannya.
bak titian air hujan yang tumpah meruah.. itulah kini perasaan yang di hadapi ditta.
mereka berdua pun berjalan menyusuri trotor itu...

trotoar jalan itu tidak seramai siang hari, hanya ada beberapa pejalan kaki dan bisa di hitung dengan jari, sedikit basah karena tadi sore gerimis menerpa. sejuk dan sedikit berembun.
lampu-lampu jalanpun bersinar bercahaya. menampakan wajah cantik ditta dan keramahan kevin yang selalu tersenyum kepadanya.

klik... suara khas kamera poket ditta bersuara..
diantara lampu2 hias trotoar itu yang bergaya eropa timur, ditta meng-sunkan-kan dirinya tuk menjadi model sesaat. kevin tak kalah semangatnya.. ibarat air di tepuk 3 kali beriak 10 kali.. kevin tak kalah ikut andil dalam menyampaikan perasaannya di hentakan kamera poket tersebut

Entah sudah berapa jauh mereka berjalan, tibalah mereka di sebuah warung kecil. entah karena hawa dingin atau apakah mereka memang merasa lapar. sepertinya malam itu wisata kuliner yang pertama bagi mereka. "iga bakar cak min" itu yang tertulis di menu utama. maka, jadilah menu itu santapan malam mereka. tak sedikit mereka bercakap di warung kecil penjual iga bakar itu, suasa tak bising. dan percakapan mereka menjadi komunikasi 2 arah yang baik.. percakapan itu menjadi dialog yang ngalor ngidul arahnya.. tak pasti.. tapi yang penting mereka nyambung.

ternyata ga perlu mahal, dan ga perlu santapan mewah dengan lilin di tengah mereka dan suara panduan jazz bergema. tak perlu sapu tangan, sendok garpu berlapis emas. tak perlu pelayanan yang setia disisi anda untuk menuangkan segelas wine segar. cukup dengan menggigit daging yang menempel di tulang itu di pegang dengan tangan, dan merasakan aroma serta rasa bumbu khas desa. malam itu menjadi serasa syahdu. percakapan hilir mudik bersahut.

selesai makan .. mereka pun pulang. dengan menaiki bis tua. bis itu bis terakhir yang ada. berjalan pelan menelusuri jalan. senyum simpul teraut di wajah ditta, ia merasa senang berada di sisi kevin malam itu. begitupula kevin yang mengaitkan pandangannya ke arah ditta. yang bangga karena menerima perlakuan kevin yang cuma memberikan sesuatu yang sederhana malam itu.

goyangan efek dari bis yang berjalan di jalanan rusak, serasa hampir sama dengan gundahan jantung kedua manusia itu. tak perlu AC, tak perlu duduk di kursi empuk tiada tara. terlihat mereka nyaman-nyaman saja. sesampainya selasar rumah ditta mereka berpisah. sungguh begitu indah senyuman diantara mereka.

bagi seorang gadis seperti ditta, menghabiskan waktunya, tak perlu sesuatu yang mewah, tak perlu sesuatu yang mahal, tapi yang terpenting dengan siapa ia melewatinya.

sayang semua kini tinggal kenangan, ditta hanya dapat memandang lurus kearah foto kevin yang kini tiada. 3 hari setelah mereka berjalan malam itu, kevin jatuh sakit. namun sayang penyakitnya tak bisa di sembuhkan. 2 minggu setelah kevin di rawat di rumah sakit yang terkenal kecanggihannya akhirnya kevin menghembuskan nafas terakhirnya.

ditta kembali mengenang saat2 bersama kevin malam itu, disanggahnya HP yang ada di tanganya, dan mulai menulis sebuah kalimat pesat singkat. yang ditulis dengan limpahan air mata disetiap hurufnya.

"aku rindu kita berjalan di trotoar itu, di temani untaian sinar lampu di malam hari.. aku rindu hari ini di 366 hari yang lalu"

sending message to : kevinmysephia

11 comments:

genial said...

wahhh... happy anniversary kang iia ;) semangadh :)

ajeng sekar tanjung said...

wihhhhh.. dalem jim.. :'(

Jimmy Yulius Kokong said...

@genial - hehehe.. wah anda ga baca dari awal yak hehe.. gapapa semangat juga geni

@ajeng - hehehe makasih jeng, sedalam sumur di rumah ga ? hehehe

thya said...

bagus jim, lanjutin dong.. keren, ada apa lo tiba-tiba nulis gini?


tapi ternyata kevin cuma sephia yah, sedih.

Jimmy Yulius Kokong said...

hehehe..
just wanna write some story aja..
pengen kaya dino hihihi.. cakepan dia tuh tulisannya

iyah, disitu letak kunci ceritanya
hehehhehe

Anonymous said...

weewww,
speechless.

Alvita Rd said...

waah, suka bikin cerpen2 juga yaa??
aku juga suka >.<

Andri Edisi Terbatas said...

ngak nyangka si kokong bisa nulis juga...^_^

wi3nd said...

meskipun percakapan tak ada satupun di cerpen ini

aku mencoba mengikuti ritmenya.
ada kesedihan disana.

awalnya aku pikir didta ini gadis bisu,ternyata tidak.
awalnya aku pikir kevin ini..akh tak jadila.

ternyata,hiks endingnyaaa.. :(

dan akupun merasakan hal yang sama tepat diseratus hari kepergian sahabatku endry,minggu 5 september 2010.

jimmoooooooonn..pa kabaarrrr??????
he he..

Anonymous said...

Pacar yg mana yg lo maksud d blog gw? ;D

Tuh crita dr kisah nyata?

-Cingot-

Jimmy Yulius Kokong said...

@vita - dikit vit :D

@andri - punya blog juga ente?

@wi3nd - kevin bencong ya? astaga !! hahahahah kabar saya baik wiend :D dikau gimana ?>

@cingot - it yang di foto itu loh ;o