Friday, February 18, 2011

gara-gara chemistry.. 3

Chapter 3

Destiny, Fake, or False?
(Takdir, Kepalsuan, Atau Kesalahan)



"you know what, what i am doing everything is just for you. i don't wanna you hurt because me.. i don't wanna you get foult, i am just wanna you can do your best, and get your dream become reality. kamu tahu, aku jaga kamu agar mereka tidak benci sama kamu, aku jaga kamu agar kamu tetap baik2 saja tanpa ada celaa
n dari siapapun, and you know what? i wanna tell you, what i am feel, i guest, i am falling in love with you... but it just for tonight. only for tonight. jadi aku harap kamu mengerti, jadi mari kita simpan baik-baik cinta ini, dalam 1 kotak di dalam hati kita. kita tutup rapat, kita kunci, dan kita jaga agar jangan dibuka sampai kita tahu bahwa ini sudah menjadi takdir kita, and only just we are that knows about our heart each other."


Dari sejak kecil aku tidak pernah percaya dengan yang namanya takdir. aku hanya percaya bahwa setiap detik yang aku lakukan itu dipengaruhi oleh sebab dan akibat, dimana semua yang aku lakukan hanyalah sebuah logika berjalan berdasarkan realita. aku tidak percaya dengan yang namanya dongeng, atau kisah cinta pangeran kodok atau putri salju. seperti pria-pria pada umumnya, bisa di bilang aku cuma seorang pria yang belum benar-benar dewasa, masih berfikir sesuka hati dan berbuat semaunya. Bagiku tidak ada cerita di mulai dengan kata alkisah, semua dimulai dari angka 0, semua bermula pada apa yang kita mau. seperti novelnya Pramoedya Ananta Toer di novel "jejak langkah" dia menulis "sebuah cerita hanya bertanda titik dan koma di akhirnya, maka bila setiap cerita dimulai dengan tanda itu, anda bukanlah seorang yang rasionalis".

Aku ini aneh, benar-benar aneh. entah apa yang sudah terjadi padaku, sepertinya pemikiranku ini sudah melenceng jauh dari prinsip hidupku. ketika aku bangun dari tidur-tidurku, aku merasakan sesuatu yang berbeda. pagiku lebih bersemangat di setiap kubuka mata, bangun dari tidurku .aku merasa ada yang berbeda dengan diriku. aku merasa seperti sedang jatuh cinta. iya benar jatuh cinta. ah tidak, tidak mungkin aku bisa jatuh cinta secepat ini. aku ini pria yang berfikir logis, rasional. tidak percaya takdir. ini mungkin karena aku sering bertemu dengan Naiya. Ah, gara-gara hanya ada rasa chemistry saja aku langsung jatuh cinta. tidak mungkin. hatiku bergejolak dan terus berkata seperti itu. Sudahlah yang kemarin-kemarin itu hanya kebetulan. pikiranku menolak.

"kak nanda, bengong ajah, kakak sakit?" tanya naiya kepadaku sambil menepuk pundakku.
aku tersentak kaget. ternyata sedari tadi aku sedang melamun kearah jendela. dan aku ga sadar naiya sedari tadi melihatku di balik sekat yang memisahkan kami.
"ah engga kok nay.. biasa saya suka diam sendiri, lagi mikir ajah" jawabku santai.
"oh gitu, kakak aneh ya suka diam sendiri, sambil mikirin aku ya kak.. hahaha ngarep.. " ucap naiya sambil tertawa. sepertinya dia berusaha membuatku tersenyum. aku hanya membalas ucapannya dengan senyum pula, aku tahu dia bercanda, padahal sebenarnya yang dia katakan sebenarnya benar. aku ga berharap dia tahu tentang hati aku, tapi jujur saja aku ingin dia tahu bahwa aku mulai menyukai dia. entah kapan itu bermula, yang pasti sudah berjalan menurut alur kosmik data konstalisasi alam.
Proyek Penelitian Pengembangan pun di mulai, sudah 3 minggu berjalan. menurut info yang ada, banyak kendala yang terjadi di lapangan, dimana penelitian yang dilakukan bentrok dengan kesalahpa
haman antara pengembangan jembatan yang di lakukan aparat daerah setempat dengan pengelola pengembangan pertambangan di daerah itu. oleh karenanya dari kantor mengirimkan 2 orang untuk meneliti lebih lanjut apa yang terjadi disana.

Entah ini sudah menjadi bagian dari takdir, suatu kebetulan atau memang sudah menjadi logika berjalan yang memang seharusnya. karena yang di tugaskan oleh kantor untuk di kirim ke lapangan hanya aku dan naiya. ya hanya kami berdua, Naiya sebagai peneliti lapangan di bagian riset dan pengembangan ekologi alam, sedangkan aku lebih ke arah sistematika dan teknis perencananaan pembangunan. jadi bila disebutkan secara lebih mudah, aku adalah bagian "penghancuran" yang menghancurkan sesuatu demi kesejahteraan bersama, naiya bagian "perbaikan" untuk menghasilkan ekologi baru dan menatanya kembali menjadi kebutuhan bersama.


***



Tahun Baru Terbaik

Hujan merintik menampilkan gerimis yang sedu. membasahi jalan utama di samping stasiun gambir. Malam ini kian dingin menusuk selepas hujan semenjak tadi sore. kulihat jalanan agak lenggang, namun di lapangan sana banyak sekali orang-orang berkumpul, dengan hiasan lampu-lampu taman kota yang berwarna warni. malam tahun baru, itulah suasana yang terlihat di sekitarku, tidak terasa sudah pergantian tahun, dan disaat tahun baru ini aku masih saja di sibukan oleh kewajiban untuk perkerjaan, dimana biasanya orang-orang biasa merayakan tahun baru ini dengan teman, sahabat, pacar, atau dengan keluarga mereka, aku malah berangkat keluar kota. tapi ini lebih baik menurutku, daripada aku hanya berdiam berdiri melihat sebuah cerminan keluarga bahagia yang utuh di malam tahun baru ini, iya benar, sebuah keluarga. sesuatu yang belum pernah aku rasakan sejak aku masih kecil.

Di antara sudut lampu perpilar besi berwarna coklat aku berdiri menunggu naiya. kulihat arlojiku, sudah pukul sembilan lewat 24 menit, tapi naiya belum menampakan kehadirannya. padahal kereta akan berangkat pukul 10.15. Sedikit gelisah terjadi di benakku, sms yang kukirim tidak dibalas olehnya. aku coba untuk menelepon, sayang tidak ada jawaban. dan ketika menit-menit berlalu malah membuatku agak panik, 15 menit lagi kereta akan berangkat. suara desis kereta terdengar, di iringi suara mesin generator kereta mulai di nyalakan. kulihat kembali arlojiku dan melihat ke arah jam besar yang berada tepat diatas stasiun, aku tahu waktu dan angka-angka-nya tetap sama tidak mungkin berbeda, tapi bodohnya tetap aku lakukan, aku cocokan waktu di arlojiku dengan jam besar di dinding stasiun.
Aku pun segera berharap agar dapat meyakinkan diri sendiri bahwa aku tidak sia-sia menunggu gadis ini, tiba-tiba sebuah taksi berwarna biru berhenti tepat di depanku, tak lama kulihat naiya keluar dari taksi dengan tas backpacker coklat beserta senyuman khasnya. entah karena aku masih tertegun bingung, atau memang aku-nya yang tidak sadar, tiba-tiba tanganku digapainya dan menarikku masuk kedalam stasiun kereta itu, untuk bergegas menuju arah pintu masuk.

Pukul 10.15, kereta pun bersiap-siap untuk bergerak, speaker-speaker stasiun mengalunkan pengumuman bahwa kereta segera berangkat, untung kami sudah masuk kedalamnya untuk mencari tempat duduk. malam itu agak sepi, mungkin karena memang suasana tahun baru, jadi tidak banyak yang penumpang yang naik. beberapa dari kebanyakan penumpang memang seusiaku. yang memilih untuk pergi berlibur dengan naik kereta. naiya segera memilih bangku untuk kami duduki, dia memilih tempat duduk paling ujung dekat jendela. katanya dia ingin melihat suasana tahun baru ini dari balik jendela.

aku mengerti, mungkin ini pertama kalinya malam tahun baru, yang dia rasakan sendiri jauh dari keluarga, teman-teman dan orang terkasih, gadis ini malah duduk disampingku, orang yang baru di kenalnya dalam hitungan minggu, dan menuju tempat kami akan berdinas. aku berusaha untuk diam saja. mencoba menetralkan kondisi dan suasana, walaupun aku sendiri masih tidak menyangka bahwa aku sudah berada di dalam kereta, satu bangku dengan dia, bersebelahan, tanpa ada sekat yang memisahkan kami. sungguh masih belum bisa aku percaya.

"kak, lihat deh di luar sana macet banget. tahu gag ? tadi aku marah-marah sama supir, masa ngajak aku jalan-jalan muter-muter gara-gara jalanan di tutup semua, ah pengen gebuk tuh si supir, tapi sayang udah tua kasian,, hehehe.." ucap naiya dengan awal menggebu, namun lunak di akhir.
"ya udah sabar, namanya juga tahun baru, dimana-mana macet" ucapku menenangkannya.
tak lama kereta berjalan perlahan. meninggalkan stasiun kereta.
"hoaammm... aku ngantuk kak" ucap naiya sambil berusaha menutup mulutnya reflek dari mengantuk. aku lihat memang sepertinya hari ini cukup melelahkan baginya. mungkin karena tadi pagi harus lembur di kantor, dan mengerjakan laporan-laporan terlebih dahulu, dan memasukan semua dokument penting kedalam box-box setiap propinsi yang sudah di teliti. Untungnya hari ini aku sudah membantu dia, membagi setiap box yang ada, dan mengatur box-box itu agar dapat mudah di hitung.

"biar ga ngantuk gimana kalau kita main tebak-tebakan?" tanya naiya mengalihkan perhatianku. aku hanya mengangguk setuju.
"ya udah kakak duluan tanya aku..? ayo kak tanya?" lanjutnya
aku berfikir, ada-ada saja ini anak malam-malam begini main tebak-tebakan. sudah akhirnya aku mengikuti apa yang dia mau juga pada akhirnya..
"kenapa kodok kalau lewat rel harus lompat?" aku bertanya
"hhmmm.. karena dia suka lompat?" ucapnya, aku mengeleng
"hmmm.. karena dia emang bisanya lompat?", aku masih menggeleng
"ah aku nyerah kenapa ?" ucapnya menyerah, "karena kalau muter dulu jauh, jadi harus lompat ajah biar cepet" jawabku.
"hahaha.. idih jawabannya, ah ga mau .. jawabannya aneh.. kakak tanya lagi kali ini musti bener jawabannya, paling engga lucu" seru naiya. haduh anak ini banyak maunya, pikirku. aku berfikir keras, karena aku belum punya pertanyaan selanjutnya.
"kenapa dinamakan nasi goreng..??" aku bertanya lagi.
"ya karena di goreng.. ?" jawab naiya, aku menggeleng
"hmmm,,, karena emang di goreng.. kalau di rebus yang dinamakan nasi rebus.. eh.. ya gitu deh.. nyerah deh kak.." ucapnya tak bersemangat.
"karena dina pengen.." jawabku.
keadaan diam, kulihat naiya berfikir sambil melihat kearahku. 5 detik kemudian dia tertawa.baru menyadari maksud pertanyaanku. dia menepuk pundakku.
"ok ok .. giliranku yak kak.. hmmmm" ucap naiya sambil berfikir, kulihat bola matanya yang indah itu mengarahkan sudut pandangannya keatas langit2 kereta.
"ok.. vila vila apa yang indah ??" tanyanya..
"vila kuingat, senyum manis mu... " jawabku sambil memainkan nada sebuah musik dari grup musik lingua. naiya geleng dan berkata bukan itu jawabannya. aku berfikir keras, namun sepertinya aku lebih suka memandang wajahnya yang lugu itu sambil menunggu aku memberikan jawaban dari pertanyaannya, daripada harus mencari jawabannya. aku berkata menyerah akhirnya karena jawaban yang kusebut salah terus.
"ah kakak payah, jawabannya .. vilangi vilangi alangkah indahmu.. " ucap naiya, serentak kamipun tertawa terbahak-bahak. permainan tebak-tebakan berlanjut hingga ke pertanyaan bunga2 apa yang paling besar, hingga main 3 jari, jempol telunjuk dan kelingking.

aku lihat naiya mulai kedinginan, AC di kereta ini memang terasa sangat dingin, mungkin karena efek dari kurangnya penumpang juga. akhirnya kupinjamkan jaketku untuknya, tadinya naiya menolaknya, namun setelah aku paksa akhirnya dia menerimanya, tak sengaja aku sentuh telapak tangannya, dingin ternyata. benar-benar dingin. akupun berusaha agar membuatnya tetap hangat dengan kututupi tubuhnya dengan jaket, dah aku usap telapak tangannya agar tidak dingin seperti ini. kulihat dia mulai mengantuk, namun dia mencoba membuat permainan baru, dengan berkata

"sudah sampai kak? sudah ? belum? sudah sampai belum? " ah benar-benar cerewet gadis ini. ini yang membuat aku selalu tersenyum bila di dekatnya. senang sekali begurau. arlojiku menunjukan pukul 23.59 dan pesta tahun baru malam ini sudah mencapai puncaknya. dah terlihat di balik jendela pemandangan luar biasa, kembang api dimana-mana, menemani sang bintang dan bulan dengan hiasan kerlipan ledakan kembang api yang berwarna-warni. kami tertegun sejenak melihat arah jendela luar.
sesekali naiya melihatku, memastikan diriku untuk melihat ini semua. sungguh indah malam ini, penuh nuansa seru dan menyenangkan. aku kira aku menemani gadis yang sedang murung karena harus pergi di malam tahun baru ini keluar kota. namun anehnya justru karena naiya lah yang membuat malam ku menjadi lebih berarti. penuh kenangan. dan gadis ini semakin membuat hatiku semakin bergetar dan menimbulkan efek rasa sayang. tak lama gadis ini mulai mengantuk, dia menadahkan kepalanya kearah pundakku, meminjam bahuku.
"aku pinjam bahunya ya kak, aku mengantuk" tanyanya kepadaku. lalu aku senderkan kepalanya di bahuku, dan membuatnya nyaman. sedikit-sedikit aku usap rambutnya yang tertata menyamping, dan wangi salah satu sampho wanita yang aku suka. benar-benar wangi.
tak lama naiya tertidur pulas di bahuku. dan aku masih sadar, segara ku mengalihkan perhatian mataku ke arah luar jendela. malam ini aku benar-benar bahagia, aku dapat menjaga seorang gadis lucu dan menggugah rasa di hatiku.




No comments: