Friday, February 4, 2011

gara-gara chemistry..

Menulis ketika ter-jatuh di planet yang di penuhi dengan lambang cinta .. akibat terombang ambing oleh dasyatnya badai Venus Limbian, dan duduk menghinggap diantara 3 buah bulan saturnus dan diantara ribuan bintang yang bertabur malam ini. tercipta untuk 1 bintang disana..




Chapter I

Awal Bertemu



Pagi ini seperti biasa, aku melanjutkan langkahku untuk memulai hari dengan kepenatan dan kepadatan ibu kota Jakarta. Bus kota pagi ini penuh sesak, mungkin ini terjadi karena aku kesiangan, ah aku memang selalu kesiangan. orang-orang disekitarku sudah mengenal nama tengahku "si telat" daripada nama asliku. Oia.. Namaku Nanda, Putra Nanda. Aku asli Bandung, namun setelah kepergian ibuku 7 tahun yang lalu ketika masih kelas 3 SMP, aku pindah ke Jakarta.

Di Jakarta aku tinggal bersama pamanku bukan dengan ayah, karena sebelum ibuku pergi untuk selamanya, mereka sudah bercerai. Akupun tidak mengetahui dimana ayahku tinggal sekarang. setelah lulus SMA aku mencoba hidup mandiri, dengan bekerja di sebuah toko dan ngekost di daerah kemang, dan hingga akhirnya aku lulus kuliah pun aku masih hidup mandiri. walaupun dengan nilai seadanya dan lulus dari kampus swasta biasa.

Aku sekarang bekerja sebagai Junior Inspector Environment disebuah perusahaan pertambangan. Aneh memang jika posisi yang aku tepati sekarang ini, bila di ukur dari tingkat formalitas pendidikan yang aku ikuti, aku kuliah di jurusan manajemen akutansi. namun pekerjaan yang aku ikuti malah lebih mengacu ke arah teknik.

"nanda, kamu kesiangan lagi...??" Suara berat berirama tegas pak irwan menegurku sesampainya aku di kantor.
"iyah pak macet pak, maklum bisnya telat mulu.." sahutku menjawab pertanyaan yang sebenarnya sudah ribuan kali aku pakai untuk menjadi tameng alasan disaat-saat seperti ini."bus yang telat". Aneh ya. Tak lama aku pun beraktifitas seperti biasa. Namun ada yang tidak biasa hari itu, sekilas aku melihat sosok seorang gadis dari arah kejauhan dari meja aku, dengan membawa sebuah map hijau, apakah calon pegawai baru?? tapi kok pakaiannya seperti mau kuliah?? ah sudah lah.

1 jam sebelum makan siang, pak irwan datang ke arah tim kami dengan seorang gadis yang kalau tidak salah aku lihat tadi, dengan memegang map berwarna hijau.
"saya perkenalkan ini anggota tim baru kita, namanya mba Kayla, Kayla Naya nama lengkapnya jadi tolong bantu mba nayla ini yak" seru pak irwan. yang memperkenalkan pegawai baru untuk tim kami, entah apa saja yang pak irwan bicarakan namun aku hanya mendengar sekilas-sekilas, yang terakhir aku dengar, pegawai baru bernama nayla itu lulusan salah satu universitas negeri terkenal. Silakan mba nayla anda duduk disebelah sana yak.. " ujar pak irwan sambil menunjuk sebuah bangku kosong yang berada persisi di depan mejaku. hanya terpisah oleh 1 sekat.

Tadinya aku tidak berniat untuk melihat ke arah pak irwan, yang datang bersama gadis itu, hanya sekilas saja ketika beliau berbicara di depan tim. lama-lama aku penasaran, seperti apa sih orangnya .. lalu aku pun berdiri untuk melihat si-gadis yang di bicarakan, namun yang anoupiku lirik hanya sebuah bangku kosong yang harusnya di tempati oleh gadis baru itu. Kemana si perginya gadis itu? ya entahlah, lalu akupun pergi meninggalkan ruangan untuk mencari udara sejenak, tapi ternyata aku melihat si gadis baru itu berada di depan lorong menuju rungan lain, dan aku mendengar ia bertanya kepada satpam yang berada di lobi lantai kami.

"pak, maaf toilet di sebelah mana ya?" ucap gadis itu halus, sepertinya dengan logat sunda.
aku mencoba melihat lebih dekat lagi ke arah gadis itu, ternyata dari dekat gadis itu cukup cantik, hidungnya mancung, wajah putih bersinar, dengan sorot mata yang tajam. cukup menarik, manis, kecantikan yang sederhana. mungkin itu tepatnya. gadis itu cukup lucu, dengan dandanan perpaduan warna mencolok yaitu atasan hijau hitam dan celana jeans pensil warna cream. dan sepatu berwarna merah. Gadis itu berjalan kearah lorong toilet dengan mimik wajah bingung, dan tiba-tiba tertawa bahagia cuma karena menemukan toilet untuk wanita. memberikan kesan pertama ternyata gadis ini.. lucu.

****

Day's Two

Hari kedua ini aku masuk lebih pagi, karena hari ini aku harus mengerjakan draft sketsa gambar yang di minta sama pak irwan untuk jam 10, makanya tumben2 aku dikantor jam 7,30. Kantor sepi, ah cuma aku saja yang masuk.. pikirku. namun dibalik sisi mejaku aku melihat sebuah tas berwarna merah dan botol minum berwarna biru muda. hey... ?? ada yang lebih pagi dari aku??
"met pagi.." suara lirih gadis baru itu menyapa
aku tertegun.. wow.. ternyata gadis ini cantik juga, dengan baju terusan berwarna coklat tangan panjang dan dengan celana bahan panjang, serta sisir samping rambutnya yang hanya sebahu. yang lebih membuat aku terpana adalah senyumnya, senyumnya begitu cantik, benar-benar membuat degup jantungku bergetar pelan.
"pagi.." sahutku.. hanya kata itu yang terbesit di pikiranku. 1 menit 2 menit.. "HEY.. di depanmu ini ada gadis cantik.. bicaralah dengan gadis ini.." suara hatiku berteriak. Namun.. hari itu cuma itu aja komunikasi antara aku dan dia.. cukup dengan kata "pagi.." padahal kesan hari kedua ini aku dibuatnya terpesona.

***

Cinderella Story

ga terasa udah hampir 5 hari gadis baru itu hadir di tengah-tengah kami. awalnya gadis ini pendiam, tapi lama-lama sudah bisa beradaptasi. dia sudah mulai bisa bersenda gurau dengan teman-teman ku. dan kebetulan, pegawai disini hampir rata-rata cowok semua. jadi bisa di bilang dia mungkin paling cantik disini. di hari ke 5 ini hampir aku belum bisa berbicara dengan dia, jangankan ngobrol, menegur saja susah. paling sekilas aku curi-curi pandang, jujur sebenarnya gadis ini cantik. tidak bosan di lihat.

di hari ke 6 lah aku berkempatan mengenal gadis baru ini, hari ini aku di beri tugas oleh pak irwan untuk menjadi patner gadis itu di proyek pembangunan jembatan cinangka Jawa Barat. mau ga mau aku dapat berkenalan dengan gadis ini. entah apa yang membuat aku menjadi salah tingkah, dan entah kenapa rasanya seperti ujian SPMB untuk mencari cari pertama berkenalan dengan gadis itu. Akhirnya aku beranikan diri untuk berkenalan dengan gadis itu, walau tidak ada perencanaan dan strategi berkenalan.











No comments: